
“Ada apa kamu kesini.?” Tanya Allura sambil memperilahkan Andrew masuk
“Rhesa tidak pulang dari semalam.” Timpal Andrew
“Maksud mu?” Tanya Allura penasaran
“Dia menghilang allu dan rea juga mengalami kecelakaan.” Terang Andrew dengan mimik wajah yang tidak bisa di tebak
“Appaaaa.. kamu yakin rea di dalam kecelakaan itu?” Tanya Allura kaget
“Jangan berteriak kuping ku bisa sakit.” Jawab Andrew
“Bodoh amat lah kuping mu sakit, kau harus bisa menemukan Rhesa, Andrew. Dia sedang mengandung anakmu.” Terang Allura emosi
Bagaikan di sambar petir di siang bolong Andrew mendengar tuturan Allura. Bagaimana tidak selama ini kedua orangtuanya menginginkan itu.
“Kamu yakin rhesa hamil?” Tanya Andrew masih dengan mimik wajah datarnya
“Yakin lah wong aku yang nemani rhesa ke dokter kandungan.” Timpal Allura kesal
__ADS_1
Andrew masih mencerna semua perkataan Allura ada perasan senang dan sedih saat ini yang Andrew rasakan yang pasti semua hanya tentang rhesa.
“Aku permisi.” Pamit Andrew melangkah keluar
“Kau harus menemukan rhesa, andrewww karena anak yang di kandung rhesa kembar.”Teriak Allura
Saat ini Andrew hanya diam di dalam mobilnya ia enggan untuk beranjak dari sana hingga handphonenya berbunyi tertera tulisan papa di layar itu.
“Kamu dimana ndrew.?” Tanya papa dengan suara seperti sedang menangis
“Baru siap jumpai Allura pa.” Andrew
“Apa sudah ketemu sama Rhesa?” Papa
Cukup lama ayah dan anak itu diam dalam pikirannya masing masing
“Ndrew.. rea sudah meninggal.” Lanjut papa dengan menahan agar tidak menangis
Keterkejutan terhadap kenyataan mampu membuat seorang Andrew Jack menangis, Andrew tidak malu menangis di dengar sang papa
__ADS_1
“Paaaa… kenapa jadi begini paaa?” Tanya Andrew ke papa
“Sudah ndrew kita harus ikhlas, papa tau saat ini sangat berat untuk mu tapi kamu harus kuat.” Papa
“Paaa Andrew mencintai Rhesa, bagaimana ini paaa, Andrew sangat mencintainya tapi seperti rhesa tidak mencintai Andrew pa, apa ini hukuman untuk Andrew pa, karena telah menyia-nyiakan rhesa paaa.” Timpal Andrew dengan terbata bata karena masih dalam keadaan menangis
“Kamu harus kuat Andrew, papa tidak pernah mengajarkan mu menjadi cengeng begini!” Bentak papa dari dalam telepon genggam itu
“Paa bagai mana Andrew harus kuat paa? Andrew kehilangan rhesa bahkan rhesa pergi membawa kedua anak Andrew paaa… sekarang rea meninggal dunia, Andrew harus bilang apa ke rhesa? Andrew harus apa paaa??” Tanya Andrew masih dengan keadaan terisak
“Maksud kamu rhesa hamil?” Tanya papa terkejut
“Iya paa, rhesa hamil anak kembar pa, kenapa rhesa menghukum Andrew seberat ini pa? Kenapaaaa?” Air mata Andrew masih terus menangis bahkan siapa pun yang mendengar itu adalah tangisan keputuasaan
“Sudah kamu diam di situ, papa akan nyuruh pak ino jemput kamu kesana.” Timpal papa sambil mengakhiri sambungan telepon itu.
Aaaaaaaa…… Rhesaa ternyata aku mencintai mu rhesss, kembali lah hukum aku dengan hukuman lain jangan hukum seperti ini, aku gak sanggup..” teriak Andrew di dalam mobil sambil memukuli stir bulat itu.
Pak ino dan pak Tio sampai di tempat Andrew berada, pak Tio sangat terkejut melihat keadaan anak tuanya itu yang tidak pernah terlihat kacau begini, bahkan pak ino juga ikut terkejut dengan keadaan tuan mudanya itu.
__ADS_1
Andrew kembali ke mansion bersama pak Tio dengan pak Tio yang menyetir mobil Andrew dan pak ino kembali sendiri.
Keadaan rumah kini sudah mulai rame berbagai ucapan duka berdatangan bahkan media sudah banyak berdatangan untuk mendapatkan informasi yang bisa menjadi trending topick itu.