
Berlin, Jerman
Tuan Ayhner Howard selamat anda akhirnya bisa menghirup udara segar.” Sapa sang pengacara
“Terimakasih tuan Jeff ini semua berkat anda, kalau tidak mungkin 7 tahun lagi saya akan keluar.” Sambil menyambut tangan sang pengacara
“Tuan kita langsung ke Indonesia.?” Tanya Harry sang asisten
“Iya kita langsung ke Indonesia aku akan menjemput keponakan ku Harry dengan cara ku sendiri.” Ayhner
Ayhner, Harry dan Jeff langsung terbang ke Indonesia menggunakan pesawat pribadinya.
Ayhner Howard
33 Tahun
Harry Tanson
30 Tahun
“Harry bagaimana perusahan kita yang ada di Indonesia?” Tanya Ayhner di sela mereka menikmati perjalan ke Indonesia
__ADS_1
“Semua berjalan dengan lancar tuan.” Jelas Harry
“Apakah masih pak Bambang yang menjadi direktur di HW Group?” Ayhner
“Benar tuan, semua masih di kendalikan oleh pak Bambang.”
“Biar kan seperti itu dan terus periksa petinggi petinggi di perusahan aku tidak mau mereka menikmati uang ku dengan cara curang! Kuharap kau tau maksud ku kan Harry.” Terang Ayhner
“Baik tuan.. tuan saya juga baru dapat kabar salah satu artis kita mengganggu keponakan anda tuan.” Harry
“Aku gak mau tau, dia harus hilang dari dunia Harry, mulai sekarang tidak akan ku biarkan kedua keponakan ku menderita dan satu lagi aku juga mau keluarga Adi Kesuma juga bangkrut dalam waktu dekat ini.” Titah Ayhner
“Baik tuan semua akan berjalan sesuai perintah tuan.” Harry
Mension Howard di Indonesia
“Jeff kau harus secepatnya mengurus ke bangkrutan keluarga Kesuma itu.” Titah Ayhner saat sudah sampai di mension
“Baik tuan.” Jawab Jeff
“Tuan nona rea akan melakukan studi tour ke kota C apakah anda langsung bergerak?” Tanya Harry
“Gak usah gerak diam aja dirumah!” Sampai aku kehilangan mereka lagi
“Ahkk..” Harry heran
“Masahk gitu aja kau nanyak si Harry!? Aku ingin cepat cepat pulang ke Korea bersama kedua keponakan ku.! Gerutu Ayhner
__ADS_1
Jeff dan Harry hanya mampu nyengir melihat Ayhner yang sedang kesal
Kembali ke keluarga Jack
“Baru pulang nak?” Tanya mama Vivian
“Iya maaa.” Jawab rhesa sambil melangkah menghampiri mama
“Kamu kenapa rhes, kok pucat banget?” Tanya mama yang melihat wajah menantunya bagaikan tak di alirkan darah
“Tadi rhesa sudah ke rumah sakit maaa, kata dokter rhesa gejala typus.” Bohong rhesa
“Kok bisa sih rhesss padahal kan selama ini makanan kita yang sehat sehat malah di masak sama koki loh rhes, pasti kamu sering jajan sembarang ya di luar rumah?” Tanya mama
“Hihihi iya maaa, maaf ya maa.” Lagi lagi rhesa berbohong
“Mulai hari ini kamu bawak bekal aja dari rumah ya nak, mama gak mau kamu kenapa kenapa biar cepat ngasih mama cucu.” Timpal mama Vivian tulus karena selama ini mama Vivian berharap cepat mempunyai cucu
“Maaf ya maaa kalau rhesa belum kasih mama cucu.” Ucap rhesa bersalah
“Ya sudah kamu langsung istirahat jangan lagi bergadang.” Suruh mama
“Iya maaa, Andrew sudah balek maaa.? Tanya rhesa
“Sudah mungkin lagi mandi di kamar.” Mama
“Baik lah maa rhesa ke kamar dulu ya maaa.” Lanjut rhesaa
Rhesa berjalan ke kamarnya saat di dalam kamar rhesa berkaca
__ADS_1
Rhesa sedang berkaca