CEO Mengejar Cinta Sang Istri

CEO Mengejar Cinta Sang Istri
60. Hidup tanpanya bagaikan makan sayur tanpa garam


__ADS_3

Kimberly keluar dari ruang operasi dan di bawah ke ruang icu lebih tepatnya icu khusus untuk Kimberly seorang


“Mommy….” Ucap kompak Dareen dan Daaron dengan isak tangis pilu.


Ayhner pergi meninggalkan seluruh keluarganya yang masih memandangi tubuh Kimberly dari balik kaca transparan ruangan icu itu.


Kakinya melangkahkan duduk di halaman rumah sakit tatapan kosong dan kesedihan sangat jelas, tatapan itu perlahan membuat air mata yang terbendung pecah sangat deras. Ayhner merasa gagal untuk kedua kalinya dalam melindungi anak dari sang kakaknya itu.


“Aku tau sulit bagi mu ay.” Ucap dokter cantik yang tidak lain allena


“Aku kembali gagal alle.” Jawab Ayhner masih dengan tangisannya


“Kau tidak pernah gagal ay, Ayhner yang ku kenal tidak akan menunjukkan kelemahannya, dia selalu kuat dan selalu bisa bangkit dari ke terpurukannya.” Ucap allena sambil mengusap lengan Ayhner untuk menenangkan Ayhner


Ayhner langsung memeluk sangat erat Allena serta tangisannya menjadi jadi siapa pun yang mendengarkannya akan juga merasakan kesakitan yang dirasakan Ayhner. Lama mereka berpulasan hingga akhirnya Allena kembali berucap.


“Apakah kau mau ikut dengan ku.?” Tanya Allena


Ayhner menganggukkan kepalanya tanda ia setuju.

__ADS_1


Di dalam perjalanan baik Ayhner dan Allena diam dengan pikiran masing masing hingga tak terasa Allena membawa Ayhner ke aparteman nya.


“Anggaplah rumah sendiri ay.” Ucap Allena


“Apakah kau tinggal sendiri.?” Tanya Ayhner


Allena memilih untuk tidak menjawab pertanyaaan Ayhner, Allena terus melangkahkan kakinya ke dapur untuk mengambilkan segelas air dingin untuk Ayhner.


Ayhner yang ditinggal sendiri di ruang tamu berjalan melihat lihat foto foto yang tergantung di dinding aparteman milik Allena, Ayhner terkejut dengan fotonya masih terpajang di dinding itu.




“Maaf aku belum sempat membuang foto foto kamu.” Ucap Allena mengejutkan Ayhner


Ayhner hanya diam tak mananggapi ucapan dari Allena.


Ayhner menagambil minuman yang dia kasih Allena dan langsung mengahabiskaan minuman itu hingga tetesan terakhir.

__ADS_1


“Maaf..” ucap Ayhner usai mengahabiskan minuman itu.


“Untuk apa.?” Timpal Allena yang sibuk membuatkan mie instan kesukaan Ayhner


“Untuk malam itu, aku belum menjelaskan siapa dia.” Lanjut Ayhner lirih


“Oh gak apa apa, aku juga udah lupa in.” Ucap Allena berusaha untuk tidak terusik dengan masa lalu di antara mereka.


“Apakah kau sudah punya kekasih alle.?” Tanya Ayhner lagi


“Hmm.” Jawab Allena


Allena udah selesai dengan masakannya dan udah menyajikan di depan Ayhner.


“Makan lah, setelah itu kita kembali ke rumah sakit.” Ucap Allena


Ayhner menatap Allena dengan tatapan yang bisa di artikan. Ayhner kembali berjalan mendekati Allena yang sedang kebelakang untuk mengambil air mineral.


Ayhner langsung memeluk Allena sari belakang, ya tangan gagah milik Ayhner kini telah bertengger di pinggang milik Allena. Melihat Allena diam, Ayhner membalik kan Allena mengahadap kearahnya.

__ADS_1


“Allena menikahlah dengan ku, aku sangat mencintai mu. Hidup tanpa mu bagaikan makan sayur tanpa garam” Ucapan cinta itu lolos keluar dari mulut Ayhner


Allena kembali diam mendengarkan ucapan cinta dari sang mantan lekas sih itu. kediaman Allena membuat Ayhner berani.


__ADS_2