
Kini mobil SUV bermerek Mercedes-Benz AMG G63 telah sampai di sebuah hotel mewah.
“Silahkan nona, anda sudah di tunggu oleh Tuan Howard..” Harry mempersilahkan Donita keluar dari mobil
“Tuan Howard, CEO perusahan HD Entertaiment?” Timpal Donita terkejut
“Benar nona, tuan sudah menunggu anda di lantai pribadi tuan nona.”
Donita pun keluar mengikuti langkah Harry yang membawanya ke lantai 15 lantai pribadi pemilik hotel tersebut.
Para pegawai menunduk hormat saat Harry berjalan menaiki ke lantai 15 dengan benda kotak besi yang bergerak ke atas. Saat benda kotak besi tersebut telah sampai di lantai 15 tampak beberapa laki laki menggunakan setelan pakaian berwarna hitam. Kini sampai sudah Donita dan Harry di dalam ruangan yang sangat mewah
“Silahkan duduk nona Donita.” Perintah Ayhner
Donita pun langsung mendaratkan bokongnya ke kursi yang di persilakan.
P.O.V Donita
“Gila inikah tuan Ayhner tang tersohor itu, sumpah ganteng banget Andrew mah kalah, tapi ada gerangan apa tuan Ayhner memanggil ku apakah masalah yang Kemaren itu. Ahhkkk shittt bisa mampus karir ku, atau ku rayu saja tuan Ayhner ini.” Batin Donita
“Saya tau nona anda sedang berbicara di dalam hati anda, kenapa saya mengundang anda kemari.” Ayhner menyadarkan Donita dari lamunannya
“Ehhh gak kok tuan, saya hanya kaget tuan panggil saya seperti ini.” Elak Donita
__ADS_1
“Begini nona Donita , apa nona mengenal Rhesa Lois Cellia?”
“Tidak saya tidak kenal dia.” Jawab Donita jutek
“Bagaimana bisa anda tidak kenal nona rhesa, sedangkan anda sudah mempermalukannya di depan publik bahkan anda akan berniat menculiknya.!” Hardik Ayhner dengan rahang sudah mengeras
Donita terdiam dengan ucapan Ayhner, ia tak mampu untuk mengelak.
“Ini adalah bukti bukti anda yang mau berniat tidak baik dengan keponakan saya nona Donita.” Jelas Ayhner
Bertambah panik lah Donita mengetahui kenyataan bahwa rhesa adalah keponakan dari keluarga Howard.
“Saya akan membantu anda untuk menculik keponakan saya dan nona bisa kembali ke mantan kekasih anda itu.” Ayhner lagi lagi menyadarkan Donita dari lamunannya
Donita masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar, sambil menimbang nimbang saran dan ajakan tuan Ayhner.
“Bagaimana nona, apakah anda setuju.?” Ayhner mendesak Donita
Ayhner menyuruh Donita untuk segara bergerak, dan Donita langsung menghubungi Dio. Dio langsung mengeksekusi rhesa.
Jam sudah mununjukan pukul 16.25 yang artinya perkuliahan rhesa sudah kosong. Iya berjalan ke parkiran tempat sang supir menunggunya tanpa menaruh curiga rhesa menaiki mobil tersebut. Yupss mobil tersebut bukan mobil yang biasa di gunakan rhesa l, itu adalah mobil yang di pinjam Dio untuk mengeksekusi rhesa. Rhesa mulai tersadar dengan supir yang sudah bukan pak ino
“Maaf kenapa bukan pak ino yang jemput pak?” Tanya rhesa
“Pak ini lagi kurang enak badan nona.”
“Nah bapak supir baru ya.” Rhesa
__ADS_1
“Sebenarnya gak non, saya supir dari kantornya tuan Andrew, nona
“Baiklah…” rhesaaa
Mobil yang di tumpangi kini berjalan sedang membelah jalanan yang mulai tampak menunjukan senja yang banyak di sukai umat punjangga. Di tambah lagi dengan aroma bunga ross di dalam mobil, rhesa tidak mengetahui ternyata pengharum itu sudah ada obat cairan yang bisa membuat rhesa tertidur.
Setelah itu rhesa di pindahkan ke mobil lain dan membawa rhesa ke mansion keluarga Howard.
“Bagaiman tuan, saya sudah membawa keponakan anda.” Donita
“Lalu…?” Ayhner
“Lalu..? Iya saya mau pulang tuan.”
“Apa kepala mu itu isinya s**s?”
“Maksud tuan”?
“Kamu sudah mempermalukan keponakan saya, Donitaaa dan kamu harus mendapatkan hukuman yang setimpal.”
“Maksud tuan?” Panik Donita
Ayhner memberi kode ke arah Harry dan bodyguardnya. Dengan segera mereka membawa Donita dan membuatnya dalam keadaan tidak sadarkan diri.
“Kita apakan dia tuan?” Harry
“Up to you, you want to make love to him oder kill him now?
__ADS_1
“Saya emang jomblo tuan, itu karena saya pemilih, masahk iya saya harus make love dengan wanita yang sering melakukannya.” Lirih Harry yang masih bisa di dengar Ayhner
“Maaf tuan, saya akan langsung membunuhnya.” Lanjut Harry karena tidak mau kena imbasnya