CEO Mengejar Cinta Sang Istri

CEO Mengejar Cinta Sang Istri
Bab 53. Wellcome to Indonesia


__ADS_3

Saat semua urusan sepasang suami istri yang telah berpisah selama 7 tahun itu selesai akhirnya meraka menemui orang tua Andrew betapa kagetnya Kimberly ternyata tempat tinggal mertuanya sangat dekat dengan dirinya tinggal


Kedatangan Kimberly dan kedua cucu mereka di sambut dengan sangat hangat dan bahagia akhirnya impian sang mertua terwujud memiliki cucu dan langsung di kasih dua sekaligus dari sang pencipta.


“Kapan kalian akan balek ke Indonesia.?” Tanya papa


“Sore nanti pa, Andrew sudah mengabari pilot kita.” Sambung Andrew sambil bermain dengan kedua putranya


“Mama ikut ya pa.” Rengek mama


“Lah jadi papa sama siapa mak.?” Tanya papa sambil memasang muka sedihnya


“Papa sendiri aja di sini, toh papa juga meeting muluk.” Sambung mama tak mau kalah


“Iya.. iyaaa papa nyerah.” papa mengalah


Besi yang berbentuk seperti burung itu membawa terbang sepasang suami istri beserta kedua putra dan eyang putri. Perjalanan memakan waktu belasan jam itu tidak membuat satu keluarga itu bosan karena ada saja tingkah lucu dari si kembar.


Akhirnya meraka tiba di tanah air dengan selamat dan langsung di jemput oleh Zico dan beberapa orang orang yang bekerja untuk keluarga Zack itu.


“Eyang putli kenapa di Indonesia panas.?” Tanya Dareen yang terlihat kepanasan dengan cuaca di Indonesia

__ADS_1


“Nanti kamu juga akan terbiasa sayang.” Timpal eyang putri (mama Vivian)


“Kalau panas begini aku mau balek ke Kolea saja, disana dingin eyang, yakan Daalon.?” Sambung Dareen meminta bantuan ke kembarannya


“Hmm.. benal yang di bilang kakak eyang putli.”Daaron membenarkan ungkapan sang kakak


“Eyang putri janji nanti saat kita sampai di rumah eyang akan membuat kalian tetap merasakan dingin seperti di Korea.” Bujuk eyang putri


“Janji.?” Ungkap kompak si kembar


“Janji.” Timpal eyang putri


Mereka telah tiba di mansion keluarga Zack itu semua maid menyambut kedatangan sang nyonya, dan hampir semua para pekerja di mansion itu melirik serta bertanya tanya siapa tiga orang yang kini tampak dekat dengan sang majikan.


Andrew dengan santai memperkenalkan Kimberly dan kedua putranya ke para pekerja di rumah itu. Dan banyak yang mengira kalau Kimberly janda beranak anak kembar. Para maid juga menyangkan kenapa tuanya harus menikahi janda. Ya namanya pekerja mana berani untuk menyinggung sang majikan.


Andrew kembali membuat Zico sibuk dengan segala urusannya, mulai dari mengganti nama di akte pernikahan, membuat KK, mengurus sekolah si kembar dan masih banyak lagi, tidak ada media yang tau kabar pernikahan Andrew sekali ini.


Si kembar juga sudah di daftar kan sekolah terbaik di kota Jakarta itu.


“Mereka adalah anak dan istri saya, apa yang mereka perintah dan mereka mau tolong lakukan seperti kalian mendengarkan perintah saya.” Ucap Andrew berdiri di depan para maid

__ADS_1


Semua maid mengganggu setuju tanda mengerti.


Hari kini berganti hari tidak terasa si kembar sudah 6 bulan di Indonesia, si kembar juga sudah mulai terbiasa dengan iklim di Indonesia dan kimberly tidak di ijinkan Andrew untuk bekerja di rumah sakit maupun di perusahaan. Itu membuat Kimberly bosan di rumah terus.


Kimberly berinisiatif untuk mengantarkan makan siang andrew.


Saat di kantor Kimberly di hadang dan tidak di perbolehkan masuk sama security. Kimberly kembali masuk ke dalam mobil.


“Loh nyonya sudah ketemu sama tuan.? Tanya pak gani yang sekarang menjadi supir Kimberly


“Saya gak di kasih masuk pak.” Jawab Kimberly sambil ngeluarkan handphone dari dalam tas


“Ya sudah nyonya, mari saya anter masuk sampai ke loby biar gak di hadang sama security.” Lanjut pak gani sambil melangkah dan membukakan pintu mobil Kimberly


Kimberly kembali keluar bersama pak gani. Security tadi yang tadi menghadang Kimberly hanya tertunduk malu, karena Kimberly benar orang rumah sang pemilik gedung pencakar langit tempat dia merais rezeki.


“Ternyata bapak sangat di kenal ya di perusahan suami saya.” Kata Kimberly dari belakang pak gani


“Ahhhk nyonya muda bisa aja, saya di kenal karena saya sering anter tuan muda ngantor nyonya.” Jawab pak gani apa adanya.


“Terimakasih ya pak gani, bapak langsung ke sekolah anak anak saja ya, saya pulang sama Andrew nanti.” Timpal Kimberly sambil melangkahkan kaki masuk ke dalam lift.

__ADS_1


Lift itu membawa Kimberly ke lantai 12 tempat Andrew sedang memimpin rapat. Awalnya Kimberly tidak berani masuk karena Andrew sedang rapat, tapi karena Kimberly mendengar suara ribut ribut dari dalam Kimberly memberanikan diri untuk masuk.


Saat pintu di buka Kimberly semua mata tertuju ke arahnya


__ADS_2