CEO Mengejar Cinta Sang Istri

CEO Mengejar Cinta Sang Istri
Bab 6. Mayat Hidup


__ADS_3

“Siapa lagi yang selerah, putih kek mayat hidup gitu.” Ejek Andrew


“Ck.. bagus lah kalau gitu.” Rhesa melangkah kan kakinya ke kamar mandi


Rhesa telah selesai dengan ritual mandinya tapi dia lupa bawak handuk.


“Andrew boleh minta tolong lagi gak?” Teriak rhesa dari dalam kamar mandi


Andrew masih sibuk dengan laptop yang ia pangku beserta dengan kertas kertas yang bercoret-coret tinta ratusan miliar


“Drewww…” panggil rhesa lagi dari dalam kamar mandi


“Ganggu aja ini cewek.” Batin Andrew. “Ada apa si, sibuk kali dari tadi keknya!” Jawab Andrew yang nada suaranya sudah meninggi

__ADS_1


“Maaf.. apakah kau bisa ambilkan handuk ku.”


“Sebentar.” Jawab Andrew biar cepat


Setelah memberi handuk ke rhesa Andrew kembali dengan kegiatan yang tadi tertunda. Rhesa telah rapi dengan piyama tidurnya


“Aku tidur deluan ya.” Pamit rhesa tapi tidak dapat jawaban dari Andrew


Malam semangkin larut dan tidak dapat di pungkiri kalau Andrew sangat kelelahan akhirnya Andrew memutuskan untuk mandi lalu beristirahat di samping rhesa, saat Andrew membalikan badannya mengarah rhesa iya tertegun dengan paras cantik wanita yang kini telah menjadi istrinya. Entah dia harus bersyukur atau tidak yang jelas saat ini Andrew tidak memiliki perasaan apa pun untuk rhesa, Andrew hanya mengikuti keinginan sang orang tua untuk menikah padahal Andrew sendiri memiliki kekasih seorang artis papan atas di negara tetangga itu.


Dengan indahnya matahari menyapa seluruh manusia di kota Jakarta seakan menyuruh untuk kembali beraktivitas menjalani rutinitas seharusnya. Begitu juga dengan rhesa iya terbangun dari alam mimpinya hal yang di lihat oleh mata indah milik rhesa sosok laki laki berwajah dingin yang kini telah menjadi suaminya tidak bisa di pungkiri rhesa pun memuji ke sempurnan wajah Andrew.


Rhesa tersadar dari pikirannya dan langsung menelepon receptionis untuk mengantarkan sarapan ke atas setelah itu rhesa mandi.

__ADS_1


“Tok..tok…tok layanan kamar mom…” panggil pelayan hotel dari luar pintu


“Sebentar.” Saut rhesa sambil memake jubah mandinya dan membukakan pintu


“Ini sarapannya mom, kalau ada lagi yang di butuhkan silahkan telepon kembali mom, dan selamat menikmati.” Tutur pelayan kamar lalu pergi meninggalkan kamar pemilik hotel itu Rhesa kembali ke kamar mandi untuk memakai bajunya. Rhesa membangunkan Andrew untuk ikut serapan


“Andrew.. bangun kita serapan yok.” Ajak rhesa


“Deluan aku masih ngantuk.” Jawab Andrew sambil menarik selimut menutupi seluruh badannya


Rhesa memakan makanan yang ia pesan dan meninggalkan beberapa makanan untuk Andrew. Rhesa kembali meminta ijin untuk keluar jalan jalan di hotel setelah mengantongi ijin dari Andrew rhesa langsung turun ke lantai 5, dimana lantai 5 itu adalah tempat berenang, ngegym dan cafetaria. Rhesa kembali duduk memesan jus untuk melihat orang orang berenang di pagi hari, ingin sekali rhesa berenang tapi apalah daya rhesa tidak pandai berenang.


Di kamar Andrew ternyata langsung bangun saat rhesa keluar dari kamar, di liat Andrew sarapan yang di pesan rhesa ternyata makanan itu makanan kesukaan Andrew nasi goreng pake telur dadar tidak lupa dengan susu hangatnya. Terlihat senyum kecil di bibir Andrew saat melihat makanan yang di pesan rhesa. Andrew menghubungi sketarisnya Zico.

__ADS_1


“Hari ini aku tidak masuk kantor, Handel semua urusan kantor selama 3 hari kedepan. Andrew langsung mematikan sambungan teleponnya


Untung bos kalau tidak udah ku acak acak itu wajahnya.” Gerutu zico


__ADS_2