
Selama perjalanan menuju rumah mama Vivian kebanyakan diam.
“Mama gak apa apa kan?” Tanya rea
“Gak sayang, mama gak apa apa.” Timpal mama Vivian yang langsung diam kembali
Perjalanan yang biasanya di tempuh dalam waktu setengah jam terasa seperti satu harian.
Saat sampai di rumah, mama Vivian langsung meneriaki Andrew.
“Andrew… andrewww…” teriak mama Vivian, yang membuat para pekerja di rumah mewah itu saling pandang.
“Mama kenapa sih, kita baru pulang ma udah teriaki kak Andrew?” Tanya rea
“Kakak ipar kamu Andrew itu harus mama tampol kepalanya itu biar dia sadar kalau dia sudah beristri.” Tutur mama Vivian geram
“Udah maa gak usah di bahas, rhesa percaya sama Andrew.” Bujuk rhesa
“Kamu gak usah belaian Andrew rhesa, biar mama Hajar sekali ini suami kamu itu.” Saut mama Vivian.
Tin…tin..tinnnn…. Suara kelekson mobil milik papa Dian dari halam depan rumah
“Bii… liat siapa yang pulang!!!” Perintah mama ke bii pipo
“Baik nyonya.. “ bi pipo bergegas melihat siapa yang telah pulang. Saat bi pipo mau melangkah keluar papa tiba tiba masuk
__ADS_1
“Ehhh copot..monyong,nenekmu dua.” Latah bi pipo
“Ada apa si bi, tumben tumbennan kamu ke depan, tugas kamu kan di dapur bantuin yang lain masak.” Tanya papa
“Tuan, ibu nyonya suruh saya liat siapa yang pulang, soalnya ibu nyonya baru pulang sama nona Rhesa dan Rea langsung neriaki nama tuan muda, tuan.” Jelas bi pipo
“Ya sudah kamu kembali ke dapur, biar saya langsung jumpai istri saya.” Perintah papa Dian
Papa Dian melangkah ke ruang keluarga dimana sudah ada mama, rhesa dan rea masih dengan keadaan berdiri.
“Ada apa sii mam, kata bi pipo kamu lagi kesel ya?” Tanya papa Dian yang baru muncul dan di ikuti oleh bi pipo dari belakang.
“Kamu tau papp, gara gara Andrew rea jadi berantam sama harana.”jelas mama Vivian
“Jadi harana mengatain rhesa mantu kita PHO Perusak Hubungan Orang. Rea ya gak terima kakaknya di kata in berkelahi lah mereka jadinya.” Jelas mama
“Ya sudah toh maaa, mama istirahat dulu mandi nanti malam kita Hajar Andrew.” Bujuk papa
“Benar ya papp, Andrew nanti malam kita Hajar?” Tanya mama
“Iya sayang.” Bujuk papa sambil mencium kening mama Vivian
Rhesa dan rea kini berada di kamar rea, rea mulai curiga dengan kakaknya yang menyimpan rahasia darinya.
“Kak rhesss, kamu menyembunyikan sesuatu dari aku kan?” Selidik rea
__ADS_1
“Nyembunyiin apa ree? Kakak gak nyembunyiin apa apa kok dari kamu.” Elak rhesa
“Kak.. rea tau kakak sama kak Andrew sedang gak baik kan?” Selidik rea lagi
“Semua akan baik baik saja reee seiring waktu berjalan.” Timpal rhesa
“Kakak masih belum mencintai kak Andrew ya.?” Tanya rea kembali
“Iya.. “ kenapa ree?” Jujur rhesa
“Jadi bekas yang di pipi kakak, tamparan dari kak Andrew?” Rea penasaran
“Reee kakak akan bertahan selama 5 tahun demi kamu.” Jawab rhesa sambil memegang kedua lengan adiknya
“Kenapa harus 5 tahun kak, kenapa gak selamanya?” Timpal rea
“Kakak gak mau menjadi orang ketiga dalam hubungan orang, kamu tau Andrew sudah punya pacar sedangkan kakak mu ini hanya istri di depan orang gak lebih, di antara kami tidak ada cinta.” Jelas rhesa
“Rea percaya kok kak, kak Andrew akan jatuh cinta sama kakak.” Rea meyakinkan rhesa
“Kakak gak berharap lebih reee, yang kakak harap kan kamu bisa sekolah di tempat yang baik terus kuliah dan menjadi orang sukses agar kita gak di rendah in lagi.” Tutur rhesa dengan mata yang mulai berair
“Kak makasih ya sudah berkorban banyak untuk reaaa. Rea janji akan menjadi orang sukses biar kakak bangga punya Rea.” Timpal rea sambil memeluk kakaknya.
Ternyata percakapan mereka di dengar oleh papa yang mau ke kamar, kemarahan papa Dian tidak bisa lagi di tahan saat itu juga papa menelepon sekretaris Andrew.
__ADS_1