CEO Mengejar Cinta Sang Istri

CEO Mengejar Cinta Sang Istri
Bab 18. Mama Vivian Ratu Drama Part II


__ADS_3

Rumah sakit JC’Company Hospital


Papa Dian langsung menuju ke rumah sakit begitu dapat kabar dari pak Tio sang asistennya.


“Mana mama kamu ndrew?” Tanya papa yang tiba tiba


“Mama di ruangan itu.” Andrew sambil menunjukkan ruangan igd pribadi itu


“Papa kesana, kamu temani istri kamu disini.” Perintah papa.


Saat berada di ruangan, papa Dian terkejut dengan keadaan istrinya yang sehat waalfiat tanpa cedera sedikit pun.


“Lohhh.. ada apa ini mam?” Tanya papa


mama menyerahkan handphone canggih itu ke papa dengan putaran video yang terjadi antara anak dan mantunya itu dengan beberapa bagian yang di blur.


“Yaaa Tuhan.. ini Andrew mam?” Tanya papa yang masih tidak percaya


“Iya pap, itu Andrew anak kita. Mama gak nyangka Andrew seperti itu sama rhesa pap, kasihan rhesa.” Mama Vivian


“Biar ku bunuh anak sebijik itu.!” Murka papa


“Jangan pap, mama punya rencana lain.” Timpal mama


“Tapi Andrew sudah kelewatan batas mam, papa gak mau kalau rhesa makan hati dengan tingkah Andrew.” Papa

__ADS_1


“Papa tenang saja, mama punya rencana yang terpenting papa dukung mama.” Perintah mama


Papa Dian itu suami suami takut istri ya guyss 🤣🤣


Mama Vivian pun di pindahkan ke ruang rawatan


Ruang rawatan


“Apa yang sakit maa?” Tanya rhesa


“Udah gak ada sayang.” Mama


“Mama mau makan apa? Biar rhesa beliin.?” Tanya rhesa lagi


“Bentar lagi maaa.” Rhesa


“Rhesss… mama boleh minta sesuatu gak sama kamu.” Mama Vivian


“Apa itu maaa.” Rhesaaa


“Andrewww….” Panggil mama


Andrew menghampiri mamanya yang tengah terbaring di bad rumah sakit.


“Mama mau, kalian berdua saling mencintai, saling jaga dan jangan berpisah ya sampai maut yang memisahkan kalian berdua.” Pinta mama dengan tulus

__ADS_1


Rhesa hanya mampu menarik nafas panjang ia tidak ingin menyanggupi permintaan mertuanya itu dan tak ingin membuat mama mertuanya sedih, sebab ia sendiri juga belum paham dengan hati dan perasaannya saat ini. Di satu sisi dia mulai nyaman di dekat keluarga Andrew walau kepahitan yang ia terima oleh suaminya itu. Di sisi lain lagi ia juga tidak bisa berbuat apa apa karena sudah ada kontrak antara dia dan Andrew.


Andrew yang melihat rhesa terdiam seribu bahasa, dia yang menjawab permintaan mamanya itu.


“Iya Andrew janji sama mama, Andrew akan mencintai rhesa, sampai maut memisahkan kita.” Tutur Andrew sambil menatap ke dalam mata rhesa dan tersenyum ke arah rhesa seolah Andrew menyakinkan rhesa kalau ia sudah mencintai rhesa


Rhesa yang di tatap oleh Andrew mencari jawaban dari sorot mata Andrew, apakah benar atau tidak ucapan Andrew. Dan sorot mata itu tidak ada kebohongan di dalamnya.


“Rhesas.. kamu juga kan nak, mau mencintai Andrew.”? Tanya mama ke rhesa


Rhesa hanya menganggukkan kepalanya tanpa menjawab pertanya dari mertuanya itu. Mama Vivian menyatukan kedua tangan anak dan mantunya itu.


Jam menunjukkan pukul 14.30 yang artinya Rea pulang dari sekolahnya. Rea tidak langsung di anter ke rumah melainkan ke rumah sakit tempat mama Vivian di rawat.


Saat rea nyampai rhesa dan Andrew berpamitan untuk pulang.


“Loh.. orang Kaka mau kemana?” Tanya rea sambil menutup kembali pintu ruang rawatan mama Vivian


“Kakak mau balik reee, bentar lagi ada jam perkuliahan.” Timpal rhesa


“Yada hati hati di jalan, mama biar sama rea dan papa.” Rea


“Gak usah reee, kamu pulang aja, mama biar papa yang jaga, kamu kan juga ada les tambahan di sekolah, udah sana pergi.” Suruh papa


“Baru lagi sampai paaa, masahk di suruh pergi sihh.” Gerutu rea yang membuat papa Dian dan mama Vivian tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2