CEO Mengejar Cinta Sang Istri

CEO Mengejar Cinta Sang Istri
Bab 10. Melampiaskan ke Rhesa


__ADS_3

Rhesa telah sampai hotel dan langsung menuju ke kamar dimana ia dan Andrew menginap. Saat sampai kamar Andrew langsung melampiaskan semua ke rhesa


“Dari mana kau? Tanya andrew dengan nada suara yang meninggi dan datar


“Dari apartemennya Allura.” Jawab rhesa santai


“Kenapa gak pulang?


“Aku udah nge hubungi rea dan kau tapi chatnya ceklis satu.” Jawab rhesa jujur


“Alasan, pasti kau pergi kan sama teman laki laki mu.!” Timpal andrew lagi


“Terserah, kau mau bilang apa aku mau beres beres buat kepulangan kita ke rumah mama Vivian


“Plakkk… satu tamparan keras mendarat ke pipi kanan rhesa.” Semua perempuan sama saja, sama sama menjual tubuhnya untuk kebutuhan hidupnya.” Sambung andrew sambil meninggalkan rhesa yang terpatung memegangi pipi kanannya.


Saat itu juga rhesa menangis, aku salah dimana kenapa dia menampar ku. Batin rhesa yang masih menangis sambil memegangi pipi kanannya. Sekuat tenaga rhesa untuk berhenti menangis tapi tetap saja gak bisa.


Waktu sudah menunjukkan jam 11.15 dengan sisa air mata rhesa merapikan bajunya dan andrew untuk kembali pulang ke mansion utama keluarga Jack itu.


Saat rhesa mau membuka pintu ternyata pintu sudah di buka dari luar oleh Andrew


“Ayok pulang bersama.” Pinta Andrew dan langsung melangkahkan kakinya


Rhesa hanya mengikuti Andrew melangkah tanpa bicara. Di dalam mobil Andrew melirik ke rhesa dan mendapatkan pipi rhesa masih berbekas tamparan olehnya. Ya ampun Andrew, rhesa gak salah apa apa kenapa kamu lampiaskan ke rhesa batin Andrew.


Rhesa terus memandangi jalanan kota tanpa melihat dan berbicara dengan Andrew hatinya masih terlalu sakit dengan perlakuan Andrew padanya.

__ADS_1


Saat di lampu merah tidak sengaja rhesa melihat Mares dengan motornya, dengan cepat rhesa membuka kaca mobilnya


“Maresss… panggil rhesa


“Rhesa.” Mares sambil menunjukkan senyuman manisnya


“Mau kemana? Rhesa


“Mau ke kampus rhes daftar ulang.” Mares


“Emang kamu kuliah dimana?”


“Di universitas A rhess.” Jawab Mares lagi


“Jurusan apa?” Rhesa


Rhesa kembali diam dan menelepon mama mertuanya


“Hallo maaa.” Panggil rhesa


“Kenapa nak?” Mama


“Maa rhesa kuliah di universitas A aja deh maa, soalnya teman teman rhesa ada di sana.” Terang rhesa


“Ya sudah kalau kamu maunya di situ, kamu ijin ke suami kamu juga ya rhes, biar suami kamu juga tau.” Jelas mama


“Andrew sudah tau ma.” Bohong rhesa sambil melirik ke andrew

__ADS_1


“Ya sudah cepat lah pulang, biar mama temani kamu daftar ke kampus itu.” Timpal mama sambil mengakhiri telponan


“Kenapa bohong ke mama?” Tanya andrew dan hanya mendapat lirik kan dari rhesa. “Kau masih marah? Tanya Andre sambil memegang lengan kanan rhesa. Dengan cepat rhesa menepis tangan andrew


“Jangan sentuh aku, lagian kau juga sudah dengar sendiri kan teman ku kuliah di situ, jadi dimana aku bohongi mama.” Jawab rhesa tanpa melihat andrew


Andre hanya terdiam mendapatkan jawaban dari rhesa. Mobil mewah berwarna merah itu telah sampai di depan mansion keluarga besar Jack, rhesa langsung keluar dan meninggalkan andrew


“Mama… panggil rhesa


“Iya sayang, mama disini.” Jawab mama Vivian sambil melangkah mendekati menantu kesayangannya itu.


“Maaa.. rhesa di kampus itu saja ya kuliah, tapi rhesa bingung mau ambil jurusan apa.” Timpal rhesa sambil memeluk ibu mertuanya itu


“Emang minat kamu dimana sayang.” Mama sambil melepaskan pelukan rhesa dan membawa rhesa duduk di sofa ruang keluarga


“Allura dan Mares udah sama sama ambil jurusan bisnis, Ameera ambil jurusan hukum, rhesa ambil jurusan apa ya maaa.?” Tanya rhesa


“Loh kok tanya mama sih nak, buy the way mama belum lihat Andrew, mana Andrew rhes?” Tanya mama


“Mungkin langsung ke kantor kali maa.” Jawab asal rhesa


“Mungkin kali yaa, itu pipi kamu kenapa?” Tanya mama lagi


“Tadi pas pulang dari apartemennya Allura pipi rhesa kejedot pintu mobilnya Allura maaa.” Bohong rhesa


Mama merasa kalau rhesa berbohong

__ADS_1


“Ya sudah mama ikut kamu aja deh, mau ambil jurusan apa asalkan itu yang kamu minati.” Timpal mama Vivian.


__ADS_2