CEO Mengejar Cinta Sang Istri

CEO Mengejar Cinta Sang Istri
Bab 41. Korea Selatan


__ADS_3

“Sial, kenapa harus pergi ke korsel si sayang Andrew aku kan jadi gak bisa lihat wajah kamu tampan.” Batin Maryam


Saat berada di dalam ruangan, Maryam langsung mengahampiri Andrew


“Tuan berapa lama anda di korsel.?” Tanya Maryam


Zico dan Andrew saling melirik dengan pertanyaan Maryam, Zico yang paham akan sorot mata bosnya itu langsung menanggapi pertanyaan Maryam


“Urusin aja urusan kamu Maryam.!” Timpal Zico memasang tatap tidak suka


“Maaf tuan, tapi saya khawatir dengan perusahan jika tuan andrew pergi.” Lanjut Maryam sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal


“Sudah sudah.. kalian berdua keluar.” Perintah Andrew


Zico dan Maryam keluar dari ruangan itu.


Sial asisten Zico, bikin mood tuan Andrew hancur kan jadinya (batin Maryam)

__ADS_1


Di dalam ruangan Andre tampak duduk sambil menatap layar handphonenya, yupss layar handphone itu di penuhi dengan wajah Rhesa yang iya screenshot dari foto profil WhatsApp nya Rhesa dulu.



Wajah yang sempat mengisi hari Andrew 4 bulan ternyata telah mengambil hatinya. Tampak wajah penyesalan yang terpancar dari Andrew.


Kamu di mana sayang? Aku rindu! Sangat rindu Rhesaa…! Tolong kembali…, hukum aku dengan cara lain jangan seperti ini sayang (ucap Andrew sambil mengusap layar handphonenya dan tanpa aba aba air mata itu jatuh dengan sendirinya). Andrew menghapus air matanya dan membalas chat dari sang ibu


Malam ini Andrew ke Korsel maaa, tolong jemput Andrew di bandara. Ya begitulah chat Andrew ke mama


“Tuan apa hari ini juga tuan berangkat.?” Tanya Maryam dengan memegang tangan Andrew


Andrew langsung menepis tangan itu dan berjalan tanpa menjawab dan melihat Maryam.


“Sialannn suatu hari nanti kau akan bertekuk lutut di kaki ku Andrew.” Batin Maryam


Kita kembali ke Korsel

__ADS_1


“Lihat anak kamu paa, baru membalas pesan mama dan memerintahkan mama untuk menjemputnya. Emang aku ini bawahnya!?” Gerutu mama


“Sudah lah maaa, nanti si Lim aja yang jemput Andrew kita lanjutin aja lagi yok si Adek nagih nih.” Jawab papa sambil menaik turun kan alisnya


“Ihhh papa, mama lagi kesel malah minta tambah jatah.” Kesel mama


“Ayok lah maaa.. udah naik lagi ni si adek.” Lanjut papa di ikuti sorot mata ke arah di bawah pusat


“Auch gelap.” Timpal mama sambil ngebelakangi papa


Papa berjanji jika anaknya sudah sampai akan di geplak tu kepala si Andrew karena membuat si adek tidak mendapatkan jatah tambahan.


Andrew kini sudah di dalam pesawat pribadi keluarga Jack dan tidak lupa ia juga menitipkan urusan kantor ke Zico untuk di handel selama Andrew ke Korsel. Andrew sendiri tidak tau kenapa hatinya ingin pergi ke Korsel.


Pesawat yang membawa terbang tubuh Andrew kini sudah mendarat dengan selamat ke bandara Incheon, Andrew langsung di jemput pak Lim perjalan ke mansion memakan waktu 45 menit saat di persimpangan lampu merah Andrew melihat ke arah kanannya di dalam mobil sedan buatan Jerman itu ia melihat sosok yang sangat ia rindukan saat Andrew mau membuka pintunya lampu lalu lintas itu berubah warna hijau dan dengan cepat mobil yang di lihat Andrew ada sosok yang sangat ia rindukan jalan dengan sangat kencang sehingga Andrew mengurungkan niatnya untuk mengejar.


Andrew langsung tidur saat ia telah sampai di mansion ia malas untuk keluar di hari pertama ia sampai di Korsel.

__ADS_1


__ADS_2