
Andrew langsung tidur saat ia telah sampai di mansion ia malas untuk keluar di hari pertama ia sampai di Korsel.
Matahari terbit memberikan kita satu hari lagi untuk berharap, berharap untuk bisa ketemu dengan sang istri yang menghilang sudah tujuh tahun.
“Mama, temani papa ke perusahaan yaa.?” Pinta papa
“Ahk malas mama mau healing dan shoping.” Sambung mama sambil meletakan lauk ke piring papa
“Emang mau anak kamu itu yang muka sok oke itu di ajak healing dan shoping.?” Tanya papa sambil menyantap makanannya
“Mau gak mau harus mau dong papa, ingat pasal satu mama tidak pernah salah kalau salah kembali ke pasal satu.” Lanjut mama
“Baik lah ibu ratu.” Timpal papa sambil mengusap kepala sang istri
“Buy the way maa, anak kamu belum bangun.?” Tanya papa
“Anak kamu.. anak kamu emang si Andrew itu bukan anak papa juga.?” Bentak mama
__ADS_1
“Iya iyaaa papa salah, anak kita kok belum bangun sayang.” Ucap papa pasrah
“Dia kan baru sampai jam tiga tadi paaa, jadi biarkan lah dia istirahat. Udah sana berangkat nanti terlabat lagi.” Suruh mama
“Iyaaa ini juga udah kelar, aku pergi dulu ya sayang.” Ucap papa dan melangkahkan kaki untuk keluar dari mansion tidak lupa di dampingi mama
“Hati hati pak Lim jangan ngebut bawak mobilnya.” Perintah mama ke sang supir
“Baik nyonya.” Timpal pak Lim sambil menundukkan kepalanya.
“Papa berangkat dulu ya maa, kalau ada apa apa langsung telepon papa.” Papa sambil memeluk sang istri tercinta
Mombil berwarna merah yang membawa papa semangkin tak terlihat dari pandang mama dan mama langsung masuk untuk melihat sang anak tercinta.
Mama yang tak tega membangunkan anak semata wayangnya itu pun kembali menutup pintu kamar sang anak dan kembali ke kamar untuk pergi healing sendiri di dampingi oleh sang supir dan para bodyguard
Lotte Department Store Myeongdong adalah mall terbesar di negeri gingseng itu, banyak produk produk berkualitas bagus yang bisa memanjakan mata serta dapat mengkuras isi dompet.
__ADS_1
Sudah banyak paper bag yang di tenteng sang bodyguard akhirnya mama melanjutkan pergi ke Restaurant yang ada di dalam mall itu. Sorot matanya menangkap sosok kecil yang tampak tak asing baginya ia pun mendekat bak yang sudah saling kenal
“Hallo Daaron.” Sapa mama Vivian
“Nuguseyo (siapa kamu?).” Jawab Dareen kembaran Daaron
Mama Vivian tampak terkejut mendengar jawaban dari mahkluk kecil itu
“igeos-eun halmeon ibnida (ini grandma).” Timpal mama Vivian
“naneun halmeoniga eobsda (saya tidak punya grandma).” Lanjut Dareen datar
Mama yang ingin menjawab harus terhenti melihat para maid dan bodyguard yang di miliki bocah yang duduk di depannya terlalu banyak
“seonsaengnim, samchon-i cha-eseo gidaligo gyesibnida (tuan, paman anda sudah menunggu anda di mobil).” Kata salah satu bodyguard
Tanpa pamit mahkluk kecil itu beranjak dari kursinya sambil mengatakan “isanghan bumo (orang tua aneh)” langkah itu pun bak orang dewasa
__ADS_1
Mama Vivian yang mendapat cibiran dari bocil sok dewasa itu terkejut, bagaimana bisa anak itu tampak Andrew saat kecil. Ahkk Andrew? Iya anak itu mirip Andrew.” Batin mama sambil melihat ke arah bocil yang berjalan dengan para maid dan bodyguardnya.