CEO Mengejar Cinta Sang Istri

CEO Mengejar Cinta Sang Istri
Bab 23. Rhesa Hamil


__ADS_3

“Sudah sampai nyonya.” Ledek Allura sambil membuka seatbeltnya


“Kita ke rumah sakit lain aja yok.” Pinta rhesa dengan muka memalas


“Sama aja rhess di sini sama di rumah sakit lain.” Allura


“Aku gak mau kalau orang rumah tau kalau misalnya aku hamil.” Jelas rhesa sambil menundukkan kepalanya


“Jadi kita mau kemana?” Tanya allu dengan sabar


“Kita ke klinik yang agak jauh dari kota ini.” Pinta rhesa


“Baik lah nyonyaaa.” Saut Allura sambil memasang seatbeltnya


Perjalanan mereka memakan waktu 1 jam lebih untuk ke klinik praktek dokter kandungan yang jauh dari tempat mereka tinggal.


“Nyonya Rhesa Lois Cellia.” Panggil perawat yang sedang berdinas


“Iya saya suster.” Jawab rhesa sambil melangkah ke nurstation


“Sebelah sini nyonya ruanganya.” Tunjuk perawat itu ke salah satu ruangan


“Nyonya rhesa silahkan duduk.” Kata dokter cantik itu yang bernama hana

__ADS_1


“Baik dokter.” Rhesa dan Allura duduk secara bersamaan tanpa janjian.


“Apa keluhannya nyonya?” Dokter hana


“Begini dokter saya belakangan ini sering mual dan pusing dokter.” Rhesa


“Bagaimana dengan siklus menstruasi anda nyonya?


“Maaf dokter saya tidak terlalu menghitung siklus haid saya dokter.” Jawab rhesa sambil senyum kaku


“Baik lah silahkan nyonya berbaring di tempat tidur nyonya.” Perintah dokter


Perawat langsung menaikkan sedikit baju yang di pake rhesa agar bisa di periksa. Dokter mulai memberi jelly ke perut rata rhesa dan mulai mencari masalah yang di keluhkan rhesaaa..


“Nyonya apakah anda sudah menikah?” Tanya dokter tiba tiba


“Sudah dokter, dia sudah menikah dan suaminya sedang pergi ke luar kota bekerja saat ini.” Allura yang menjawab


“Baik lah.. tolong liat ke tv yang ada di depan nyonya, nah ini ada zigot nyonya dan zigotnya ada dua selamat ya nyonya


“Zigot? Maksudnya apa itu dokter tanya rhesa dan Allura bersamaan.


“Hahaha nyonya dan teman nyonya kompak banget ya, nah ini dia nyonya yang namanya Zigot, ini merupakan gabungan ****** dengan sel telur atau kata awamnya ini kantong yang akan menjadi embrio dan akan tumbuh menjadi janin.” Terang dokter

__ADS_1


“Jadi maksud dokter teman saya ini hamil anak kembar?” Tanya Allura


“Benar, nyonya rhesa hamil anak kembar dan usia kehamilannya hampir 14 minggu nyonya. Terang dokter sambil ngeprint hasil dari usg rhesa. suster tolong di bersihkan jelly yang di perut nyonya rhesa ya.” Perintah dokter ke perawatnya sambil melangkah ke kursi kebesarannya.


Rhesa dan Allura pun kembali ke kursi tepat di depan sang dokter. Dokter menyerah kan hasil usg kehamilan rhesa dengan ragu rhesa mengambil hasil USGnya


Hasil USG milik Rhesa



“Nanti vitaminnya jangan lupa di tebus ya nyonya karena usia anda masih terlalu muda untuk mengandung dan satu lagi di usia kandungan sekarang ini anda jangan terlalu capek apa lagi stress.” Perinta dokter ke rhesa


“Baik dokter.” Jawab rhesa dengan lirih sambil melihat hasil USG miliknya.


Rhesa dan Allura keluar dari ruangan dokter cantik itu dan menebus vitamin untuk penguat kandungan. Setelah selesai melakukan pembayaran mereka keluar dari klinik itu menuju mension keluarga besar Jack.


“Rhesaa apa kau tidak senang.?” Tanya Allura memecahkan keheningan di dalam mobil


“Entah lah luu aku masih tidak percaya di dalam perut ku ada dua nyawa.” Jawab rhesa sambil mengelus perutnya yang agak membuncit


“Aku rasa kau harus memberi tahu keluarga Andrew, aku yakin mereka akan senang.” Bujuk Allura


“Nanti aku pikirkan dulu dan ku harap hanya kau yang tau.” Pinta rhesa

__ADS_1


“Apa kau tidak akan memberi tahu ameera?”tanya Allura


“Kau saja yang memberitahu dan tolong rahasiakan ini termasuk dari rea juga.” Pinta rhesa


__ADS_2