
Rhesa memutuskan untuk kuliah ambil jurusan ke dokteran tentu saja di dukung oleh semua keluarga
Saat malam tiba dan telah berkumpul di meja makan, rea berbicara tentang SMA barunya
“Kak rhess, kakak tau gak kalau rea satu sekolah loh sama harana.” Rea
“Ya udah, diamin aja si harana kalau dia cari ribut sama kamu, yakan maa?” Tanya rhesa ke mama meminta dukungan
“Benar itu yang di bilang kakak kamu reee, diamin aja jika harana cari masalah ke kamu.” Timpal mama
“Tapi kan ma, rea juga satu kelas.” Terang rea sambil memonyongkan bibirnya seperti anak kecil yang tidak di kasih permen
“Ya sudah kalau harana jahil kamu, tinggal bilang ke papa.” Timpal papa menengahi
“Makasih ya paa, maa rea seperti memiliki orang tua yang lengkap.” Jawab rea dengan wajah sendunya
“Sayang kamu dan kakak kamu udah kami anggap seperti anak kandung kami sendiri, jadi sudah semestinya kami melindungi kalian.” Timpal mama sambil menyendoki nasi ke piring suaminya.
“Pipi kamu kenapa rhes? Tanya papa tiba tiba
“Oh tadi pagi kejedot pintu mobilnya Allura paa.” Jawab rhesa bohong
__ADS_1
“Kakk maaf ya semalam aku lama baca WA kakak, jadinya kakak nginap di tempat kak Allura dehh.” Rea
“Gak apa apa kok reee.” sambil mengelus rambut rea
“Itu bukan perbuatan Andrew kan rhes.?” Selidik papa yang masih tidak percaya dengan jawaban rhesa
“Tidak kok paa.. rhesa kejedot pintu mobilnya Allura.” Elak rhesa
Andrew hanya diam mendengar percakapan yang terjadi di meja makan ini, dia merasa bersalah ke rhesa karena melampiaskan kemarahannya ke rhesa. Selesai makan semua orang masuk ke kamarnya masing-masing masing tidak dengan rhesa yang merengek meminta tidur dengan Adek kesayangannya itu.
Rea beranikan diri untuk bertanya pipi merah kakaknya
“Benaran kejedot kak tu pipi?” Tanya rea
“Kak Andrew yang memukulnya kan kak?” Tanya rea lagi
“Sudah lah tidur, besok kamu harus sekolah kan dan kakak harus ke kampus.” Elak rhesa
“Kakak benarkan kak Andrew yang mukul kakak?” Tanya rea sambil menggoyangkan tubuh kakaknya agar jangan tidur dulu
Tapi rhesa tetap berpura pura tidur agar adeknya tidak mempertanyakan masalah pipinya.
__ADS_1
Pagi ini matahari muncul dengan sangat cantik, menyinari semua kota Jakarta dengan cahaya cantiknya. Rea dan rhesa telah duduk di meja makan. Rhesa menyendoki makanan ke piring Andrew dan Andrew hanya diam melihat perlakuan rhesa ke dia.
“Andrew apakah kamu, masih berhubungan dengan mantan kamu Donita?” tanya papa yang membuat semua orang terkejut
“Papa jangan disini bahas Donita, masih ada rhesa dan rea.” Hardik mama
“Biarin ma, biar rhesa tau sekalian.” Geram papa
“Aku sudah tidak ada hubungan dengan Donita paa.” Jawab Andrew datar dan sambil memasukan makanan ke mulutnya
“Kamu yakin sudah tidak berhubungan dengan Donita!?” Papa memperjelas pertanyaan nya
“Yakin paa.” Jawab Andrew
“Lalu ini apa?” Tanya papa sambil menyerahkan benda pipi itu ke Andrew, dimana Donita memposting foto dia dan Andrew berdua dengan caption I’m with you always 💞
“Itu foto 5 tahun yang lalu, saat pertama kali kami pacaran.” Jelas Andrew sebenarnya
“Jangan sakiti rhesa Andrew, kalau kamu berani nyakiti rhesa papa pastikan kamu akan kehilangan semuanya.!” Ancam papa
“Rhesa kalau Andrew kurang ajar ke kamu, bilang ke papa biar papa yang menghajar dia untuk kamu.” Papa.
__ADS_1
Sebenarnya papa mengetahui yang buat pipi rhesa merah.
Papa dan Andrew berangkat ke kantor dengan menggunakan mobil yang berbeda karena emang perusahan mereka berbeda 🤣🤣, rea di antar supir ke sekolah, rhesa dan mama pergi ke kampus untuk mendaftarkan rhesa kuliah.