
Hailey yang muak dengan tingkah Dareen yang dingin, cuek dan tidak mau bergaul itu pun menegur Dareen dengan tidak emosi.
“Kenapa balu datang sekalang, eyang putli dan eyang kakung?” Tanya Dareen dingin
“Ada yang belum kamu pahami nak.” Bujuk mama Vivian
“Nanti setelah kamu besar kamu akan mengerti Dareen.” Timpal sang papa
“Daleen udah besal, jadi bisa kah kalian membelitahukan sekalang.?” Lanjut Daleen dengan wajah datarnya
Mama Vivian kembali menatap ke arah Hailey, Hailey yang mengetahui arti tatapan itu pun menganggukkan kepalanya tanda ia menyetujuinya. Mama Vivian menarik nafas biar siap untuk menjelaskan ke cucunya
“Dareen.. mami sama papi kamu awalnya menikah tanpa ada cinta nak, setelah mereka hidup bersama rasa itu timbul di hati papi kamu, kamu tahu papi kamu itu sangat mencintai mami mu, papi kamu hampir gilak gara gara mami kamu, kesalahannya adalah papi kamu tidak pernah mengatakan perasaannya ke mami kamu. Hingga suatu saat itu datang mami kamu memilih untuk pergi membawa kalian berdua.” Jelas mama Vivian
“Kenapa mami tidak mau mencelitakan tentang papi dan eyang.?” Selidik Dareen
“Mami kamu takut, kalau papi kamu akan membawa kalian berdua saja tanpa ikut mami kamu.” Timpal mama Vivian
“Kenapa mami takut.?” Selidik Dareen
“Karena papi kamu memiliki kekuasaan di Indonesia.” Lanjut mama Vivian
__ADS_1
“Apakah benal sepelti itu aunty.? Tanya Dareen ke Hailey
Hailey menganggukkan kembali kepalanya.
Dareen langsung memeluk mama Vivian dengan erat, sambil berkata :
“Jangan tinggal Daleen dan Daalon eyang, bawak kami ketemu papi, Daleen mau mengadui olang olang yang mengatai kami tidak punya papi. Kasihan Daalon yang menangis hampil tiap hali eyang.” Adu Dareen dengan tangisan tersedu sedu
“Eyang janji, akan membalaskan mereka yang membuat kamu dan adik kamu menangis.” Bujuk papa Dian.
Cukup lama tiga generasi itu saling peluk dan menangis hingga Daaron datang.
“Loh kok nenek kenal sama Daleen.? Tanya Daaron mengaggetkan mereka
“Sama supil, kalena tadi aunty nyuluh supil antel Daalon ke sini.” Terang Daaron
Dareen langsung turun dari pangkuan mama Vivian dan berlari ke arah Daaron.
“Daalon, ini olang tuanya papi. Meleka akan membalaskan lasa sakit kita sama meleka semua.” Terang Dareen sambil memegang kedua pundak Daaron
“Tapi kata mami, tidak boleh saling balas kita halus saling memaafkan.” Timpal Daaron
__ADS_1
“Ya sudah kalau kamu tidak mau, aku akan membalaskan pelbuatan meleka.” Lanjut Dareen langsung meninggalkan Daaron.
“Sini Daaron, sama eyang kakung.” Pinta papa didian
Daaron melangkahkan kakinya menunju meja itu. Mama Vivian dan papa Dian sangat bahagia karena mereka setelah ini akan menjadi nenek dan kakek di tambah memiliki cucu yang ganteng serta bijak dan pintar.
Kita kembali ke Andrew
“Bosan juga dirumah terus(batin Andrew)”
Andrew akhirnya memutuskan untuk keluar dari mansion tanpa supir mau pun bodyguardnya. Ia melajukan mobil mewah itu ke bar untuk menghilangkan kegalauanya itu.
Hailey yang mengetahui kakak iparnya itu sedang di bar, langsung menelepon kakaknya Kimberly agar menjemputnya di bar tempat Andrew minum. Awalnya Kimberly menolak tapi karena dia mendengar rancauan adiknya yang sudah tak sadar dengan cepat berlari ke luar mansion tanpa di dampingi supir mau pun bodyguardnya.
Kimberly menanyakan nomor room yang di tepati Hailey setelah ia mengetahuinya Kimberly langsung mencari room itu.
Room yang tertulis angka 99 itu di depan pintu kamar langsung masuk begitu saja. Saat pintu tertutup kembali ternyata suruhan Hailey mengunci pintu itu dari luar.
“Hailey….” Panggil Kimberly
Panggilan demi panggilan yang di keluarkan Kimberly tidak menampakkan keberadaan sang adik itu. Hingga ia memilih untuk duduk sambil meminum minuman yang sudah ada di depannya.
__ADS_1
Minuman yang hampir di habiskan Kimberly itu mencrot melihat sosok yang baru saja keluar dari ruang kamar mandi. Dengan cepat ia membelakangi Andrew agar wajahnya tidak terlihat. Andrew yang melihat ada wanita di dalam roomnya menjadi kesal.