CEO Mengejar Cinta Sang Istri

CEO Mengejar Cinta Sang Istri
59. Koma #part2 CMCSI


__ADS_3

Saat telah sampai Ayhner dan yang lainnya langsung menuju lantai 7 tempat Kimberly berada, dengan amarah yang tak terkontrol lagi Ayhner membabi buta memukuli Andrew hingga babak belur dan itu di saksikan oleh kedua putra kembarnya yang di ajak sang eyang putri dan eyang kakung.


“Grandpa, hentikan.! Janga sakiti papi.” Teriak Daaron


Seketika Ayhner menghentikan tindakannya itu dan menatap langsung ke Daaron dan Dareen.


Saat mereka akan melanjutkan pembicaran dokter allena keluar dari ruang operasi. Seketika Ayhner langsung terpana melihat perempuan yang iya cari selama ini.


“Keluarga pasien Kimberly.?” Tanya dokter cantik incaran Ayhner


“Iya saya suaminya.” Lanjut Andrew


“Ehhh tuan Andrew, tuan besar dan nyonya besar.” Kaget dokter cantik itu melihat pemilik rumah sakit menjadi keluarga pasienya.


”begini tuan saat ini ibu Kimberly sudah selesai kita operasi cedera kepala yang dialami pasien membuat penyumbatan aliran darah terganggu tapi kita sudah melebarkan penyumbatan di pembuluh darah yang dapat mengganggu atau menghalangi aliran darah ke seluruh tubuh nyonya Kimberly termasuk aliran ke otak. Tapi maaf untuk kondisi nyonya Kimberly saat ini dalam keadaan vegetative state. Vegetative state adalah koma lebih tepatnya mati batang otak dan untuk sementara nyonya Kimberly kita pasangkan ventilator untuk membantu nyonya Kimberly hidup dan dari hasil pemeriksaan darah nyonya Kimberly ternyata dinyatakan hamil dan usia kandungannya sudah memasuki 10 minggu untung saja kandungan nyonya Kimberly kuat sehingga si calon bayi selamat.” Terang sang dokter cantik dan se xy.

__ADS_1


Semua orang terpelongo mendengarkan penjelasan dari sang dokter antara mau senang entah sedih yang mereka rasakan saat ini. Senang mengetahui Kimberly hamil dan sedih dengan keadaan Kimberly yang dalam keadaan koma.


“Maaf dokter, kira kira kapan kakak saya sadar dari komanya dokter.?” Tanya Heiley


“Untuk saat ini kita tidak bisa memastikan kapan nyonya Kimberly sadar dari komanya doakan yang terbaik untuk nyonya Kimberly.” Timpal sang dokter


“Dokter apakah gak bahaya kehamilan menantu saya dokter.?” Tanya mama Vivian


“Untuk saat ini tidak nyonya, kita hanya menunggu mukjizat dari sang pencipta.” Lanjut sang dokter sambil melangkah meninggalkan keluarga besar Jack dan Howard itu,


Ayhner menangis dalam diamnya mendengar penuturan sang dokter, dunianya terasa jungkir balik karena gak bisa menolong anak sang kakaknya.


begitu juga dengan Heiley yang menangis dengan histeri mendengar keadaan sang kakak tercinta.


Papa Dian dan mama Vivian juga tak kalah sedih mendengar keadaan menantu kesayangannya itu.

__ADS_1


Papa Dian pun akhirnya angkat bicara mengenai kasus yang menimpa menantu kesayangannya itu yang membuat seluruh keluarga kembali berpikir bagaimana dan siapa yang membuat sekejap dan seberani itu ke keluarga Jack dan Howard.


“Andrew apakah sudah kau temui titik terang siapa pelaku dari kejadian ini.” Tanya sang papa Dian


“Belum pa, orang orang ku belum mengetahui siapa di belakang dari pembuat onar ini.” Lanjut Andrew masih dalam memeluk kedua putranya.


“Papa akan kerahkan para polisi untuk menangkap siapa pelakunya.” Lanjut sang papa


“Tidak perlu tuan! Saya sudah menemukan siapa pelakunya dan akan ku buat dia sengsara sampai akhir hayatnya.” Timpal Ayhner dengan wajah datar penuh dengan kemarahan.


“Dareen ikut grandpa ya.” Saut Dareen dan membuat seluruh keluarga melihat ke arahnya.


“Tidak kamu tidak boleh Dareen, biar grandpa dan papi mu saja yang mengurusnya kamu dan adik kamu cukup menjaga mami bersama dengan aunty Heiley dan eyang putri.” Tutur Andrew.


Kimberly keluar dari ruang operasi dan di bawah ke ruang icu lebih tepatnya icu khusus untuk Kimberly seorang.

__ADS_1


__ADS_2