
“Oke..oke awas lah kau dulu, aku ingin memberi satu kali lagi siksaan sebelum kita bpergi meninggalkannya.” Pinta maryam
Maryam mengisaratkan agar sang tahanan di bantu berdiri lalu melepaskan tangan Joni dan menjatuhkan pisau lipat itu ke tanah. Maryam mendekati Kimberly lalu mencengkeram wajah Kimberly yang tampak bengkak dan kacau.
“Aku hanya ingin kau mati, tapi sayangnya partner ku melarang aku untuk membunuhmu.” Lanjut Maryam dengan menjam bak rambut Kimberly dan menghempaskan kepala Kimberly ke besi yang ada belakang Kimberly setelah itu Maryam pergi meninggalkan Kimberly yang sangat kacau sendirian. Sebenarnya Maryam sangat penasaran orang yang di maksud si Joni tapi dia juga tidak mau mati konyol.
“Tuhan aku belum siap untuk kembali ke pangkuan mu, masih ada anak anak ku dan keluarga ku yang menunggu ku. Ku mohon selamat kan aku.! Andrew aku titip anak anak.” Batin Kimberly dan Kimberly benar benar menutup matanya dengan kondisi kepala bagian belakang ber da rah, muka yang sudah beng kak, bibir juga pe cah, dan memar di bagian tubuh lainnya.
__ADS_1
Dari kepergian Maryam dan Joni, rombongan mobil Andrew dan yang lainnya sampai di mana titik lokasi yang di berikan Ayhner. Tak henti hentinya Andrew meneriaki nama Kimberly tapi tidak ada jawaban begitu juga dengan orang orang suruhan Ayhner maupun Andrew sendiri.
Telepon genggam milik Andrew kembali berbunyi, Andrew terkejut karena si penelepon adalah sang ibu.
“Iya mam.” Jawab Andrew berusaha untuk tetap tenang.
“Iya mam, bentar lagi Andrew telepon kalo Kimberly sudah di temukan Andrew titip anak anak ya mam.” Timpal Andrew langsung memutuskan sambungan telepon itu.
__ADS_1
Mama dan papa langsung pulang ke mansion untuk memastikan keadaan kedua cucu mereka.
Kimberrrlyyyyy.. dimana kau sayang…!!” Teriak Andrew lagi
Tapi saat Andrew kembali berjalan ke arah barat, orang orang Andrew menghentikan langkahnya karena mereka menemukan Kimberly dalam keadaan parah. Andrew langsung berlari ke arah orang orangnya untuk memastikan apakah benar itu istrinya atau bukan. Andrew terpatung melihat keadaan sang istri dengan cepat Andrew menggendong Kimberly agar segara dapat perawatan di rumah sakit, semua orang orang Andrew mengikuti Andrew dari belakang tapi tiba tiba tempat itu diterpa angin kencang di sebab kan oleh benda besar yang bentuknya seperti burung. Yups itu adalah halikopter milik Ayhner Howard, tidak mau menunggu lama Andrew langsung naik dan terbang menuju rumah sakit yang masih dalam naungan JC Company itu. Saat di rumah sakit hampir semua petugas yang berada di IGD menyambut Andrew dengan perlengkap medis yang terbaik. Kimberly di letakan di brangkat dan langsung di turun kan lantai 7 dimana ruang bedah atau ruang operasi itu berada. Andrew juga tetap di larang untuk masuk kedalam mengikuti prosedur rumah sakit walaupun dia sang pemilik. 3 jam Kimberly di dalam ruangan itu beserta para dokter terbaik yang mampu membuatnya bertahan.
Di tempat lain tepatnya di atas awan, keluarga Howard itu kini telah tiba di Indonesia dengan kondisi yang tidak tergambarkan lagi. Meraka langsung menuju rumah sakit dimana sang keponakan berjuang melawan maut. Bandara pribadi milik JC Company ke rumah sakit lumay jauh membuat perjalanan mereka memakan waktu satu jam lebih.
__ADS_1
Saat telah sampai Ayhner dan yang lainnya langsung menuju lantai 7 tempat Kimberly berada, dengan amarah yang tak terkontrol lagi Ayhner membabi buta memukuli Andrew hingga babak belur dan itu di saksikan oleh kedua putra kembarnya yang di ajak sang eyang putri dan eyang kakung.