
Tanpa aba aba Andrew langsung menempelkan bibirnya ke bibir Kimberly melihat tidak ada penolakan dari sang istri, Andrew memberanikan untuk perlahan lahan meng **** bibir milik sang istri, dengan pesan pelan Andrew melakukannya agar sang istri tidak marah. Merasa tidak ada penolakan lagi dari sang istri Andrew kembali meng gigit bibir bawah Kimberly agar terbuka untuk mempersatukan kedua lidah mereka. **** tan… **** tan.. kecil itu kini sudah menjadi naf su yang membuat kedua insan itu melupakan 5 menit yang lalu
“Ndrew, cukup kita balek sekarang ya.” Ucap Kimberly tiba-tiba membuat aktivitas mereka terhenti
“Iya sayang, kita berhenti. Janji jangan tinggalkan aku lagi.” Timpal Andrew sambil melap bibir Kimberly
Andrew dan Kimberly kini berjalan keluar meninggal club malam itu menuju kediaman Howard.
Jam sudah menunjukan pukul 03.00 dini pagi, kendaran beroda 4 itu di bawak oleh Kimberly karena kondisi Andrew yang sedang sedikit mabok. Saat sampai di rumah, beberapa nani yang sudah bangun untuk menyiapkan seluruh penghuni mansion memberi hormat sambil melirik ke arah Andrew. Beberapa dari mereka bertanya tanya siapa laki laki yang di bawak pulang oleh nona muda mereka itu. Kimberly tidak begitu menghiraukan para nani dan terus melangkah ke dalam kamarnya, awalnya Kimberly menyuruh Andrew untuk tidur di kamar tamu tapi Andrew menolak permintaan Kimberly.
Matahari perlahan mulai memperlihatkan sinarnya dengan angkuh dan indah, siapa saja akan mengagumi pancaran sinarnya. Perlahan sinar itu masuk ke dalam kamar Kimberly tidak membuat kimberly untuk bangun dari tidurnya karena ini adalah tidur ternyenyak dan ternyaman bagi Kimberly.
Dengan semangat pagi Dareen dan Daaron menghampiri kamar sang mami, kenapa? Karena tidak biasa mami mereka bangun kesiangan seperti ini.
“Mamiiii…..” teriak Daaron sambil membuka pintu berwarna putih itu
__ADS_1
Daaron berlari ke arah tempat tidur sang mami di ikuti Dareen dari belakang. Betapa terkejut kan si kembar melihat sosok laki laki yang tidur sambil memeluk mami mereka dengan sangat nyenyak sekali. Dareen yang melihat itu langsung berteriak sekencang kencangnya membuat sang mami dan laki laki asing itu terbangun.
“Ada apa Dareen.” Tanya Kimberly sedikit kesel dengan tingkah putra sulungnya itu
“Siapa paman di samping mami.?” Tanya Dareen penuh selidik dan di ikuti oleh Daaron
“Paman ini papi kalian.” Timpal Kimberly singkat agar bisa tidur kembali
“Papi..?” Tanya Daaron
“Iya ini papi kalian berdua, papi sudah pulang dari Indonesia.” Lanjut Kimberly
“Apa apan ini Kimberly?” Tanya Ayhner marah
“What?” Jawab Kimberly santai
__ADS_1
“Kenapa dia bisa ada di kamar kamu, dan bagaimana kalian bertemu.?” Cerca Ayhner
“Ceritanya panjang paman, nanti Kimberly cerita.” Lanjut Kimberly dalam mood santainya
Ayhner yang melihat Andrew memeluk pinggang keponakannya tidak terima dan menyeret Andrew turun dari tempat tidur. Saat sampai di depan pintu, Daaron berteriak.
“Glandpa… jangan sakit papi.” Pinta Daaron
Ayhner langsung berhenti mendengar penuturan anak 7 tahun iti.
“Dia bukan papi kalian.!” Jawab asal Ayhner
“Bagaimana pun Daalon mau dia jadi papi Daalon glandpa.” Daaron
Ayhner mengalah dengan sang anak keponakannya itu dan membiarkan mereka melepaskan rindu. Saat itu juga Daaron menghampiri Andrew
__ADS_1
Apakah kamu papi aku dan Daleen.?” Tanya Daroon
“Iya sayang ini papi.” Timpal Andrew sambil merentangkan kedua tangan mengisyaratkan kalau Andrew butuh pelukan.