
Apakah kamu papi aku dan Daleen.?” Tanya Daroon
“Iya sayang ini papi.” Timpal Andrew sambil merentangkan kedua tangan mengisyaratkan kalau Andrew butuh pelukan.
Dareen dan Daaron berlari mengahampiri Andrew serta membalas pelukan dari sang papi. Kimberly tersenyum melihat pemandang pagi ini.
“Papi apakah kau punya banyak uang sepelti glandpa.?” Tanya Dareen
“Kenapa nak?” Tanya Andrew lembut terhadap anak pertamanya itu
“Aku tidak ingin kalau mami halus bekelja di lumah sakit pi, aku mau mami di lumah saja temani aku dan Daalon.” Timpal Dareen
“Baik papi kabulkan permintaan kakak, tapi kalian harus ikut papi ke Indonesia ya.?” Bujuk Andrew
Kimberly yang mendengar penuturan Andrew menyanggah karena baginya dia tetap harus bekerja.
“Gak apa apa mi, yang di bilang anak anak benar. Sudah saatnya papi yang jaga kalian kan.?” Bujuk Andrew ke Kimberly
Kimberly yang di panggil dengan sebutan mami, seketika memerah dan tersenyum malu.
__ADS_1
“Baik lah karena mami kalian setuju nanti sore kita akan pulang ke Indonesia.” Titah Andrew
“Asikkkk… kita ke Indonesia.” Teriak Dereen dan Daaron. Tiba tiba Daaron berhenti teriak
“Papi, apakah di Indonesia temannya baik baik, soalnya disini temannya suka mengatai aku dan kakak, meleka seling bilang kami lahil tanpa papi dan mami pelempuan tak baik.” Adu Daaron
Andrew yang mendengar penuturan sang putra, menjadi sedih dan marah pasalnya dia lah yang membuat itu terjadi. Kimberly yang tahu akan isi hati Andrew langsung mengambil alih suasana
“Sayang, Cause everything's gonna be okay.” Timpal Kimberly ke Andrew sambil mengelus lengan kanan Andrew dengan lembut.
Andrew beserta istri dan anaknya turun untuk serapan pagi di bawah, di meja makan sudah ada Ayhner dan Hailey dengan tenang. Ayhner langsung to the poin bertanya ke Andrew
“Apakah kau langsung membawa mereka pergi dari ku.? Tanya Ayhner datar
“Apa maksud mu.?” Lanjut Ayhner
“Bukan kah kau yang membawa mereka pergi meninggalkan aku.?” Lanjut Andre lebih dingin
Kimberly dan Hailey menghela nafas melihat tingkah kedua laki laki itu.
__ADS_1
“Paman nanti sore kami akan terbang ke Indonesia.” Sambung Kimberly
“Apakah tidak terlalu cepat Kim.?” Tahu Ayhner
“Tidak paman, ku rasa sudah cukup meninggalkan. Andrew sendirian.” Lanjut Kimberly
“Baik lah, paman mengijinkan mu pergi.” Timpal Ayhner tampak tenang walau dalam hati tidak rela melepaskan keponakannya itu.
Kimberly langsung memeluk Ayhner dan itu membuat Andrew marah.
“Kimberly kembali lah duduk ke tempat mu.” Perintah Andrew
Kimberly langsung melepaskan pelukannya dari pamannya akan tetapi di tahan oleh sang paman
“Kamu apa apaan sihh, Kimberly itu keponakan ku, jadi wajar dia memeluk pamannya.” Timpal Ayhner kesel
“Gak bisa, aku suaminya dan aku tidak mengijinkan Kimberly memeluk laki laki selain aku.” Lanjut Andrew tidak mau kalah
“Aiihhsss.. malu sama anak kecil paman dan kakak ipar. Udah lah, aku serapan di kantor saja. Dan kak Kim jangan tunggu aku pulang untuk kembali ke Indonesia, karena aku ada meeting penting hari ini.
__ADS_1
Serapan pagi itu selesai dengan keheningan yang terjadi. Andrew langsung membawa Kimberly dan kedua putranya untuk mengurus perpindahan mereka. Kimberly tetap harus menjatuhkan surat pengunduran dirinya dari rumah sakit miliknya sendiri. Sedangkan untuk kedua putra tampannya, Andrew sedikit membalas perbuatan perbuatan teman sang putra yang telah menghina kedua putranya.
Saat semua urusan sepasang suami istri yang telah berpisah selama 7 tahun itu selesai akhirnya meraka menemui orang tua Andrew betapa kagetnya Kimberly ternyata tempat tinggal mertuanya sangat dekat dengan dirinya tinggal.