CEO Mengejar Cinta Sang Istri

CEO Mengejar Cinta Sang Istri
Bab 50. Bersatu


__ADS_3

Minuman yang hampir di habiskan Kimberly itu men **** melihat sosok yang baru saja keluar dari kamar mandi. Dengan cepat ia membelakangi Andrew agar wajahnya tidak terlihat. Andrew yang melihat ada wanita di dalam roomnya menjadi kesal.


“Keluar lah, saya tidak tertarik dengan kau.” Perintah Andrew masih lembut.


Kimberly masih tetap duduk membelakangi Andrew.


Andrew yang melihat tidak ada pergerakan dari wanita yang membelakangi nya akhirnya mendaratkan bokongnya ke sofa empuk berwarna merah itu.


“Pergi lah, aku sangat mencintai istriku.” Lanjut Andrew sambil meminum gelas bekas Kimberly


Kimberly yang mendengar ucapan Andrew kembali menegang, dia pun sama mencintai Andrew tapi Kimberly lebih memilih gengsinya dari pada rasa cintanya itu.


“Kau tau, aku menunggu istri ku untuk pulang sudah 7 tahun. Jadi kau pergilah tak ada tempat untuk perempuan murahan seperti mu.” Lanjut Andrew


Kimberly yang tidak sanggup lagi langsung menoleh ke arah Andrew dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


Andrew awalnya tidak menghiaraukan tatapan itu tapi karena kesal di tatap oleh wanita yang tidak ia kenal pun akhirnya membalas tatapan itu dan menoleh ke arah Kimberly.


Alangkah terkejutnya Andrew melihat sang istri di depannya tanpa persetujuan dan komando Andrew langsung memeluk tubuh Kimberly dengan kuat dan penuh kerinduan.

__ADS_1


Masih memeluk Kimberly Andrew mengutarakan semua isi hatinya


“Rhesss… pulang lah, aku merindukan mu, hukum aku dengan cara lain jangan pergi meninggalkan aku kek gini. Aku gak bisaa.!” Ucap Andrew mengutarakan isi hatinya


Karena tidak dapat respon dari sang istri Andrew kembali melepaskan pelukannya dan melihat keadaan sang istri. Andrew sedikit kaget yang melihat Kimberly dengan muka datarnya padahal dirinya sudah menangis tersedu sedu.


“Rhesss.. Ayok pulang, kita mulai dari awal ya sayang.” Bujuk Andrew


“Maaf kamu salah orang, saya Kimberly Howard.” Kimberly memberanikan diri untuk menjawab sang suami


“Gak, kamu rhesa ku. Istri ku aku yakin itu.” Lanjut Andrew


“Tapi saya Kimberly, rhesa yang kamu sebut sebut itu sudah meninggal saat dia melahirkan anak anakmu.” Timpal Kimberly kesal karena hati dan pikirnya tidak bisa di ajak bekerja sama


“Dia meninggal bersama dengan anak anak mu.” Lanjut rhesa lagi


“Tidak… tidakkk aku tidak percaya itu, rhesa ku masih hidup dan kau rhesa ku.” Andrew sambil menatap mata indah milik istrinya


“Istri mu sudah meninggal 7 tahun lalu.” Lanjut Kimberly dengan menekan kata meninggal

__ADS_1


“Tidak… tidakkkkk Rhesaa ku tidak mungkin meninggal.” Ucap Andrew sudah seperti orang gi lak


Kimberly yang melihat keadaan Andrew yang sesudah sangat kacau ingin sekali dia memeluk Andrew tapi niatnya itu ia urungkan untuk melihat bagaimana selanjutnya perasaan sang suami.


“Istri dan anak mu sudah lama meninggal tuan, sudah lama.” Lanjut Kimberly


Andrew yang sudah mulai terprovokasi dengan cepat mengambil botol dan memecahkan botol itu ke meja. Botol itu beserak di lantai, Andrew langsung mengambil beling itu untuk menyat nadinya.


“Kalau istri ku sudah meninggal untuk apa aku hidup, aku akan menyusulnya.” Timpal Andrew yang sudah mulai menggoreskan serpihan kaca itu ke nadi sebelah kirinya.


Kimberly hanya melihat saja apakah Andrew hanya menggertaknya saja tapi setelah darah mulai mengalir dari pergelangan tangan itu dengan cepat Kimberly membuka blazernya untuk menutupi dan menekan agar darah tidak keluar lagi.


“Kau bodoh Andrew, hanya karena seorang wanita kau menjadi gi lak seperti ini.” Timpal Kimberly


“Aku sangat mencintai istriku.” Ucap Andrew sambil menepis tangan Kimberly


“Aku Rhesaa sudah cukup.! Aku tak ingin melihat mu kacau seperti ini.” Lanjut Kimberly


“Benarkah itu kamu rhesss..?” Andrew dengan tatap seduhnya

__ADS_1


“Iyaa sekarang bertingkah lah seperti laki laki pada umumnya.” Rhesa


Tanpa aba aba Andrew langsung menempelkan bibirnya ke bibir Kimberly melihat tidak ada penolakan dari sang istri, Andrew memberanikan untuk perlahan lahan meng **** bibir milik sang istri, dengan pelan pelan Andrew melakukannya agar sang istri tidak marah. Merasa tidak ada penolakan lagi dari sang istri Andrew kembali meng gigit bibir bawah Kimberly agar terbuka untuk mempersatukan kedua lidah mereka. **** tan… **** tan.. kecil itu kini sudah menjadi naf su yang membuat kedua insan itu melupakan 5 menit yang lalu


__ADS_2