
“Zico, saya tidak mau tau besok sekertaris saya tolong seorang pria saya tidak suka wanita.! Paham kamu?” Andrew dengan ekspresi datar dan dinginnya
“Baik tuan.” Lanjut Zico dan telepon itu di akhiri Andrew
Di dalam mansion keluarga Howard tampak panik bagaimana tidak panik Daaron tiba tiba tubuhnya terasa panas di sertai menggigil, saat ini Kimberly sedang bekerja di rumah sakit ia yang mendapatkan telepon dari sang nani memutuskan untuk kembali ke mansion. Tidak butuh waktu lama Kimberly sampai ke mansion, yaa disini lah sekarang Kimberly berada di kamar sang anak yang terbaring lemah di kasur empuk itu.
Oh iya gaesss, si Kimberly dokter spesialis neurologi (syaraf) ya gaes.
Kimberly mencoba untuk terlihat tenang dan tidak panik saat salah satu buah hatinya sakit.
“Daaron ini mami nak.!” Kimberly sambil mengelus pipi serta mengusap lembut kepala sang anak
“Mami, Daleen pelgi sama grandpa dan Daalon gak di ajak.” Adu Daaron
“Jadi ini, Daaron sakit karena tak di ajak yaa.? Lanjut Kimberly sambil menggoda anaknya
“Hmmm..” timpal anak pintar itu di ikuti anggukan kepala
“Ya sudah Daaron harus sehat dulu yaa.” Bujuk rayu Kimberly
“Daalon mau ketemu papi, mami. Daalon di katai lahil dali wanita penggoda.” Terang Daaron
Kimberly yang mendengarkan bagaikan luka yang tersiram air garam sangat pedih di dasar hati Kimberly. Tapi mau bagaimana lagi Kimberly takut kalau dia datang ternyata sang suami sudah memiliki kehidupan yang baru dan akan menyakiti kedua buah hatinya karena kepergiannya dulu tidak ada yang tau kecuali kedua sahabatnya. Berusaha tetap tegar di depan Daaron, Kimberly berusaha menenangkan sang anak sambil menggendong Daaron Kimberly kembali berucap
__ADS_1
“Nanti kalau Daaron sembuh kita ke Indonesia jumpai papi ya.” Bujuk Kimberly
“Janji ya mami, soalnya Daalon sedih lihat Daleen belkelahi di sekolah.” Terang Daaron
“Emang Dareen berkelahi kenapa sayang?” Selidik Kimberly
“Daleen suka mukul teman teman kalau ada yang ngatai kami anak dali wanita penggoda bahkan glandpa tau dan ikut kasih hukuman ke kelualga teman teman Daalon yang suka ngatai kami beldua mami.” Adu Daaron lagi
“Baik mami janji akan membawa Dareen dan Daaron mengunjungi papi kalian.” Bujuk Kimberly masih dengan menggendong Daaron
(Seperti ini lah ya reader gendongan Kimberly ke Daaron)
“Mami kata nani Daalon sakit ya.?” Tanya Dareen
Kimberly menarik nafas panjang agar tidak emosi saat berharap sang anak tertuanya ini.
“Hanya demam sayang, Dareen dari mana.?” Tanya Kimberly yang kini sudah menatap ke sang anaknya
“Daleen main ke mall sama glandpa.” Jelas Dareen
“Mami boleh tanya sesuatu ke Dareen sayang.?” Timpal Kimberly
__ADS_1
“Boleh mami.” Jawab Dareen dengan wajah dinginya bak tak ingin bersahabat
“Benar Dareen sering mukulin teman teman di sekolah?” Tanya Kimberly
“Benal mami.” Jawab Dareen berani
“Kenapa sayang? Mami tidak pernah mengajarkan Dareen dan Daaron menjadi anak yang nakal yaaa.!” Ungkap Kimberly mencoba untuk tidak marah
“Tapi meleka yang nakal mami, meleka bilang kalau mami wanita penggoda.” Terang Dareen jujur
“Tapi kamu tidak boleh memukulnya Dareen.” Balas Kimberly
“Kalau Daleen tidak membeli pelajalan, meleka akan menjadi semena mena mami.! Lagian glandpa juga membenalkan pelbuatan Daleen kok.” Terang Dareen masih dengan gaya sok dewasanya
“Kedepannya jangan lagi seperti itu ya Dareen.!” Kimberly dengan tegas
“Baik, Daleen akan dengal nasehat mami tapi mami halus janji sama Daleen.” Tawar sang anak
“Apa itu, kalau mami sanggup mami akan berjanji tapi kalau mami gak sanggup mami gak bisa berjanji.” Lanjut Kimberly agar sang anak tidak banyak berharap
“Daleen dan Daalon lindu papi. Daleen ingin ketemu papi, mami…” ucap Dareen sedikit menaikkan nada suaranya wujud dari ke rinduan dan kekesalan selama ini entah ke maminya atau ke papinya
Kimberly langsung memeluk sang anak dengan perasan berkecambuk. Ternyata pembicaran anak dan ibu itu di dengar oleh sang paman dan sekertarisnya itu.
__ADS_1
“Harry, cari tau tentang Andrew Jack selama tujuh tahun ini. Apakah dia sudah berkeluarga atau belum, besok saya tunggu semuanya.” Ucap Ayhner sambil melangkahkan kakinya meninggalkan kamar sang keponakannya.