
“Baik lah Tio biar kan semua awak media ikut bersama perempuan itu untuk mengunjungi istri saya, tapi tolong di perketat penjagaan untuk istri saya.” Titah papa Dian
Tio pun langsung menghubungi Manager Donita Gill karena telah mendapatkan persetujuan dari pihak Keluarga Andrew agar dapat di jenguk. Kabar itu bagaikan angin segar untuk Donita Gill sebab banyak yang kagum dengan kedekatan donita gill dengan keluarga besar Jack itu. Tidak butuh waktu lama donita langsung saja berangkat ke rumah sakit JC’Company itu, saat tiba di loby rumah sakit Donita langsung di arahkan ke lantai tempat mama Vivian di rawat. Sedangkan di tempat lain Andrew yang sudah sampai rumah langsung membuka siaran tv karena Zico memberitahu kalau papanya mengijinkan Donita untuk menjenguk mama kesayangan itu. Dengan di dampingi sang istri Andrew melihat siaran langsung itu di saluran salah satu televisi.
Langkah kemenangan yang di pikir Donita karena dengan ia di setujui untuk berkunjung itu akan membuat persepsi masyarakat kalau ia emang masih menjalin kasih dengan seorang konglomerat pemilik JC’Company
“Selamat sore tante..” sapa Donita saat pintu di bukaan oleh pengawal pribadi papa Dian dengan beberapa awak media yang boleh masuk ke dalam kamar rawatan.
“Selamat sore kembali Donita..” sambut mama masih santai
“Dimana om, tante?” Tanya Donita lagi mencairkan suasana
“Ohhh om, lagi ngusir tikus yang lagi rame.” Ejek mama Vivian
“Ahk…” Donita yang paham maksud perkataan mama Vivian
Saat Donita ingin melanjutkan perkataannya, papa Dian masuk dengan di dampingi Tio sang asisten
__ADS_1
“Selamat datang nona Donita.?” Sapa papa Dian
“Tidak usah panggil nona om, kita kan udah seperti keluarga.” Timpal Donita dengan pedenya
“Maaf nona Donita, seperti apa yang anda maksud kita sudah seperti keluarga? Saya tidak merasa kalau anda itu keluarga saya.!” Sambung papa Dian dengan menekan kata keluarga saya.
“Ahahaaa.. tapi kan saya pacarnya Andrew om.” Skak mat Donita ke papa Dian
Mama Vivian sudah tidak bisa menahan amarahnya ingin sekali ia menendang perempuan yg sedang berbicara di depan suaminya itu begitu juga dengan papa Dian yang sudah terbawa emosi. Sedangkan di rumah Andrew sedikit nyengir saat Donita menyebutkan dirinya sebagai pacarnya.
“Cieee kau tersenyum mendengar pengakuannya.” Kata Rhesa yang tiba tiba
“Apa kau tidak ingin kembali bersamanya?” Tanya rhesa memberanikan diri
“Tidak.!” Jawab Andrew
“Kenapa, bukannya dia kekasih mu?” Rhesa bertanya lagi
__ADS_1
“Dulu saat aku belum mengetahui perselingkuhannya. Saat itu aku sangat memuja dan menginginkannya untuk menjadi pendamping.” Timpal Andrew sambil menarik nafas berat
“Sekarang?” Tanya rhesa lagi yang dia sendiri tidak tau kenapa mulutnya bertanya seperti ini
“Sekarang, aku akan belajar mencintai mu dan menerima mu menjadi istri ku.” Jawab Andrew sambil melihat ke rhesa
“Jangan di paksa kalau tidak bisa, lepaskan saja aku dan kembali padanya.” Timpal rhesa
“Tidak rhess, jangan usir aku dari hidup mu, cobalah untuk menerima aku menjadi suami mu dan menjadi ayah untuk calon anak kita.” Timpal Andrew sambil memegang perut rata rhesa
“Hahahahaaaa…. Kau lucu sekali Andrew, kita baru sekali melakukannya mana mungkin langsung jadi anak
“Apa kau mau kita melakukannya berkali kali agar kita cepat punya anak?” Saut Andre sambil melihat ke arah rhesa
“Sudah lah ndrew, biarkan semua berjalan dengan sendirinya.” Timpal rhesa yang tidak mau membahas tentang itu
“Baik aku akan menunggu mu.” Lanjut Andrew
__ADS_1
Haiiii gengsss jangan lupa di love, komen, dan tambahkan jadi favorit kalian yaaaa….
Oke-oke…… salam much untuk kalian pembacaku 😘😘😘