CEO Mengejar Cinta Sang Istri

CEO Mengejar Cinta Sang Istri
Bab 13. Rea dan Harana Part II


__ADS_3

Rhesa langsung turun dari mobil dan berlari menjumpai adiknya


Ternyata rea sudah menunggu rhesa di depan gerbang


“Kenapa reee?” Tanya rhesa


Rea kembali menceritakan awal permasalahan nya dengan harana dan menceritakan kalau mamanya lebih membela harana dari pada mendengar kan penjelasan rea.


Rhesa marah mendengar penuturan adiknya itu, saat mau melangkah ternyata mama Vivian menahan rhesa.


“Rhesaaa… menghadapi ini mama minta kamu jangan emosi ya nak, biar mama yang berbicara sama guru kamu rea. Sebaiknya kamu rhesa menenangkan adik kamu dulu ya.” Bujuk mama dan langsung menuju ruang BK.


“Permisi apakah ini ruang BK?” tanya mama Vivian


“Jeng Vivian.” Timpal mama teri


“Loh Jeng…” saut mama Vivian


“Maaf anda siapa?” Tanya pak jun

__ADS_1


“Saya mamanya rea.” Jelas mama Vivian


“Loh bukanya ibu teri ini mamanya rea.?” Tanya pak jun


“Benar pak, Jeng teri emang mama kandungnya rea tapi saya sudah menganggap rea seperti anak saya sendiri.” Terang mama Vivian sambil mendaratkan bokongnya ke kursi yang telah tersedia


“Begini bu, anak ibu rea dan harana berkelahi di lapangan teman harana bilang kalau rea yang memulainya.” Terang pak jun


“Maaf pak, apakah hanya teman temannya harana yang ada di lapangan? Bagaimana kalau teman temannya harana berbohong, karenakan mereka berteman so pasti dong mereka membela teman mereka, lagian kejadiannya itu di lapangan pasti banyak dong anak anak yang melihat .” Terang mama Vivian tetap tenang


“Tidak perlu di tanya ke yang lain tante, emang rea yang salah, harana cuma nunjuki foto model Donita ke rea, ehhh rea nya malah nge Jambak rambut aku tante.” Bohong harana


“Loh gak bisa dong pak, ini harus di usut saya tidak mau nama baik anak saya rea jelek, apa lagi anak saya baru pindah ke sini dan dia sudah kelas 3.” Terang mama Vivian yang sudah mulai terbawak emosi


“Baik lah bu, saya akan usut ini tapi masalahnya CCTV kita tidak ada yang mengarah ke lapangan.” Terang pak jun


“Buka CCTV pas anak saya datang, saya mau liat siapa anak yang datang berikutnya dan panggil dia kesini.” Perintah mama Vivian


“Baik lah bu.” Pak jun mengikuti semua perintah mama Vivian

__ADS_1


Rhesa dan Rea kembali ke ruang BK dengan keadaan rea sudah lebih baik.


“Kok kesini sayang?” Tanya mama Vivian sambil mengelus rambut rea


“Rea mau lihat sendiri kalau rea tidak salah ma.” Timpal rea


“Bisa bisanya kamu bersikap tidak adil sama anak kandung kamu sendiri.” Timpal rhesa


“Jangan kurang ajar kamu ya rhesa, saya mama mu.” Timpal mama teri dengan suara meninggi


“Saat kamu meninggalkan aku, aku sudah menganggap kamu sudah mati.” Sambung rhesa dengan menekan kata mati


“Kamu lihat sendiri kan Jeng, anak anak saya sudah tidak hormat lagi sama saya.” Terang mama teri yang niatnya mau menjatuhkan rhesa


“Itu karena kesalahan kamu Jeng teri, bukan kesalahan anak anak anda. Kalau kamu memberikan kasih sayang kamu ke mereka pasti meraka akan lebih menghormati kamu sebagai ibunya.” Lanjut mama Vivian


Mama teri tidak bisa lagi berkata karena yang di sampaikan mama Vivian benar, hanya menunggu kedatangan pak jun lah saat ini mana teri agar bisa keluar dari ruangan ini.


Pak jun pun membawa murid yang melihat kejadian dari awal perkelahian harana dan rea. Mendengar penuturan anak tersebut harana pun di beri skorsing selama 3 hari.

__ADS_1


__ADS_2