
“Bagaimana kalau pimpinan tau?” Tanya Donita sambil menunduk
“Entahlah, kau terima saja konsekuensinya sendiri.” Sambung sang Manager sambil memberikan teh ke Donita
“Aku harus apa sekarang, aku takut jika pimpinan mengeluarkan aku dari agensi.” Saut Donita
“Sudah lah Donita, sekarang kau harus bisa melupakan tuan Andrew Jack itu, karena dia sudah bahagia sekarang. Tohhh semua ini kesalahan mu.” Lanjut sang Manager sambil membuka pintu kamar Donita. Dan satu lagi, kau harus benar benar menata kembali karir dan masa depan mu.” Lanjut sang Manager lalu pergi meninggal Donita sendirian.
Sialan aku harus menghancurkan ja lang itu, ja lang yang sok oke.” Batin Donita
Hampir 3 bulan berlalu, kini mama Vivian telah kembali pulang kerumah, hubungan Andrew dan Rhesa juga sudah mulai membaik. Tapi tetap saja Rhesa selalu kalau ada perlunya baru berinteraksi dengan Andrew. Lain dengan Andrew yang sudah mulai tumbuh rasa itu sejak malam ia merenggut kesucian rhesa. Harana juga tidak pernah lagi mengganggu Rea.
“Bagaimana kuliah kamu rhes.?” Tanya papa
“Sampai sini lancar aja kok pa.” Rhesa
“Trus kalian kapan kasih mama sama papa cucu?.” Cela mama
Pertanya mama tidak dapat jawaban dari rhesa maupun Andrew, mereka memilih diam dari pada memberi harapan palsu
“Ya sudah kalau emang belum mau punya, jangan lama lama di tundanya ya nak.” Timpal mama dengan wajah sendu sambil mengelus pundak belakang rhesa.
“Paaa, maaa minggu besok rea boleh ikut petukaran siswa ke kota C gak?” Rea
__ADS_1
“Boleh reee, kapan mama sama papa ngelarang kamu.” Mama
Serapan pagi ini berjalan seperti biasanya tidak ada yang aneh, Andrew pergi ke kantor dengan asistennya, papa yang juga pergi ke kantor di dampingi asistennya sekaligus sekretarisnya pak Tio. Rea berangkat ke sekolah dengan supir yang sudah beberapa bulan ini menemaninya dan rhesa yang berangkat dengan supir kepercayaan papa.
“Huekkk… huekkkkk…. Hoekkkkkkkkk” rhesa tiba tiba
“Apa kita ke rumah sakit nona?” Pak ino bertanya
“Tidak usah pak, kita lanjut ke kampus aja mungkin saya kebanyakan bergadang akhir akhir ini.” Rhesa
“Baik non…” timpal pak ino
Mobil hitam bermerek Mercedes telah sampai ke kampus tempat rhesa kuliah.
“Allu, ada apa?” Rhesa
“Ada apa..ada apa..? Songong amat.” Sambil memukul lengan rhesa
“Iiihhh sakit kam pret…” rhesa
“Gimana kau sama misua?” Allu sambil ikut melangkah di samping rhesa
“Ya gak gimana gimana lah.”rhesa
__ADS_1
“Yakinnn?
“Yakin lah.”
Oke, Buy the way kok kau gendutan sih rhess?”
“Anj irtttt body seeming kau kam prettt.” Rhesa
“Gak seriusan kau tambah gendutan tapi kok muka mu pucat amat?”
“Entah lah luu, aku juga belakangan ini sering pusing di pagi hari dan mual mual.” Jelas rhesa
“Fixxx… kau hamil rhesss, Ayok ku temani kau ke rumah sakit.” Timpal Allura semangat
“Hustt… jangan bercanda ya luu bagaimana bisa aku hamil?” Tanya rhesa
“Gem blek kau kan sudah bersuami ya pasti bisa lah hamil nah kalau kek aku yang hamil baru di pertanyakan!” Allura sambil ketawa
“Nanti temani aku yok luuu.” Pinta rhesa
“Baik nyonya Jack.” Sindir Allura sambil cengengesan
Tidak terasa kelas berakhir dengan banyaknya tugas yang menjadi beban mahasiswa.
__ADS_1
Rhesa mendatangi pak Ino di parkiran agar beliau langsung pulang, dan pak Ino pun mengikuti kata majikannya itu. Tidak perlu nunggu lama allu pun datang dan mobil yang di kendarain allu melesat ke arah rumah sakit.