CEO Mengejar Cinta Sang Istri

CEO Mengejar Cinta Sang Istri
Bab 36. Dareen dan Daaron Howard


__ADS_3

Semenjak menetap di Seoul kehidupan Rhesa dan Rea yang berubah menjadi Kimberly dan Hailey Howard semua orang tunduk dan hormat sama mereka itu semua pengaruh nama keluarga meraka. Kehamilan Kimberly kini sudah beranjak 7 bulan dan tinggal beberapa bulan lagi lahir dua orang bayi kecil yang berjenis kelamin laki laki. Kehamilan yang bertambah besar itu membuat kuliah Kimberly jadi terhambat yaaa Rhesa atau Kimberly meneruskan pendidikannya di dunia kesehatan walau sang keluarga memiliki banyak perusahan tidak membuat dia mengurungkan niatnya. Lain dengan Rea atau Hailey yang senang banget menjadi seorang pengusaha seperti sang paman, Hailey memilih mengikuti jejak sang keluarga besar dan mulai terjun langsung ke perusahan walaupun sebagai seorang anak magang.


Bulan berganti bulan dan akhirnya Kimberly melahirkan dua anak laki laki yang wajahnya jimplakan dari sang ayah, melihat anak anaknya yang sangat mirip dengan sang suami membuat Kimberly merindukan sang suami. Sulit memang kehidupan Kimberly harus mengasuh anak dengan sendiri walau sang paman meminta Kimberly memakai jasa Nanni untuk menjaga kedua putranya tapi Kimberly tetap menolaknya hingga umur sang anak menginjak 6 tahun barulah Kimberly memakai jasa nani.


Kini anak itu sudah berusia 6 tahun, bayi merah yang sudah menjadi anak kecil yang tampan, pintar dan lucu.


“Mamiii.. Daleen gangguin aku..” teriak Daaron


“Darenn jangan gangguin adiknya dulu mami harus ke rumah sakit.” Teriak Kimberly dari bawah


“Ada apa sih kak?” Tanya Hailey


Yaa kini Hailey sudah menghandle beberapa perusahaan milik Howard dan membuat sang paman bermalas malasan untuk bermain dengan kedua cucunya itu. Ya kini Ayhner telah menjadi kakek.


“Si Dareen gangguin Daaron terus tu.” Timpal Kimberly menuju kamar sang anak


“Itu kerjaan paman pasti kak.” Lanjut Hailey mengikuti langkah sang kakak

__ADS_1


“Kalian berdua kenapa? Pagi pagi sudah bertengkar Ahk.” Lanjut Kimberly menahan keselnya terhadap ke dua anaknya


“Mami.. kata glandpa, mami sama Daleen mau pergi ninggalin Daalon yaaa?” Tanya Daaron dengan lucunya


“Mami tidak akan meninggalkan kalian berdua sayang, yang benar mami akan meninggalkan grandpa kalian yang sudah tua itu sendirian disini.” Lanjut Kimberly


“Kalau glandpa di tinggal, telus glandpa sama siapa mami.? Tanya Daaron


“Sama nani di rumah.” Lanjut Kimberly


“Lohh kenapa Dareen gak mau sekolah sayang?” Tanya Kimberly


“Daleen malu, dikatain gak unya papi.! Teyus Daleen di bilang anak yang di buang papinya yakan Daalon.?” Terang Dareen yang meminta dukungan saudara kembarnya


“Hmm, Daleen benal mami. Aku juga pelnah di bilang anak pungut mami cama teman di kelas.” Timpal Daaron


Keluhan kedua sang putra membuat Kimberly bersedih dan langsung memeluk kedua bocah mungil itu.

__ADS_1


“Siapa yang bilang begitu jagoan grandpa.” Tanya Ayhner meradang mendengar keponakannya di bully


“Sky dan Tommi yang bilang glandpa.” Jawab Dareen


“Terus jagoan grandpa, hanya diam saja?” Lanjut Ayhner


“Daleen gigit tangan Sky kuat sampai bedalah.” Sambung Daleen antusias


“Dereen itu gak benar nak, kalau mereka ganggu kamu, lebih baik kamu lapor ke guru ya nak.” Kimberly menasihati sang putra agar tidak menjadi seorang yang arogan seperti paman dan ayahnya.


“Gak boleh kata glandpa mami, kata glandpa halus di pukul sampai bedalah bial olang itu gak ganggu kami lagi.” Jawab Daaron


“Sudah… sudah mami gak mau Dareen dan Daalon jadi seorang anak yang gak baik. Paham.!” Kimberly memberi pengertian agar anak anaknya tidak menjadi anak nakal.


Dareen dan Daaron Howard


__ADS_1


__ADS_2