Ceo Nakal Terjebak Sekertaris

Ceo Nakal Terjebak Sekertaris
kembali kerja


__ADS_3

Dimas membangunkan Lala untuk membersihkan dirinya, Lala pun bangun membersihkan badannya kemudian tidur disofa lagi Dimas yg keluar dari kamar mandi melihat Lala tidur dia mengangkat badan Lala untuk memindahkan Lala ke kasur dan menyelimuti Lala.


Lala terbangun dari tidurnya dia melihat sudah jam 1 siang.


"****** gimana bisa gue bisa bangun jam segini?"


Lala pun mandi dan turun kebawah dia tidak tau apa yg harus dia lakukan sekarang dia kedapur untuk makan selesai makan dia ingin pulang mengambil barangnya tapi pengawal didepan pintu tidak memberinya izin.


Akhirnya Lala hanya mendengar lagu lewat headshet sehingga dia tidak menyadari kepulangan Dimas dari kantor.


"lala la lala kalya" Dimas sudah memanggil lala berkali kali


akhirnya Dimas melepaskan headshet yg Lala pakai.


"kamu tidak dengar saya panggil?"


"sorry gue ngga denger"


"apa?"


"eh maaf maksud saya, maaf pak saya tidak mendengarnya"


"besok kamu kerja lagi, ngga ada yg akan membully kamu"


"oh iya pak siap"


Lala akhirnya keluar dari kamar Dimas dia pergi kekamar tamu untuk tidur disana karena dia takut Dimas melakukannya lagi.


Besok harinya Lala sudah siap kekantor dia tidak sarapan karena tidak terbiasa makan pagi. Lala mendekati Dimas untuk bertanya.


"maaf pak apakah saya berangkat bersama baapak atau sendiri?"

__ADS_1


"duduk dulu makan"


"oh tidak tidak pak"


"saya bilang duduk"


akhirnya karena diteriaki Dimas akhirnya Lala duduk


"makanlah"


"saya tidak bisa makan pagi pak"


"saya bilang makan"


"tapi saya ngga bisa pak"


"sekarang kamu harus bisa"


"tapi pak" Lala belum menyelesaikan kalimatnya dimas memaksa membuka mulut Lala untuk memasukan avacado toast.


"saya tunggu kamu dikantor dan tidk boleh terlambat" ancam Dimas meninggalkan Lala


"elu pikir gue ****? liat gue lebih dulu nyampe daripada elu" gumam Lala


Lala mebersihkan badannya dia memesan ojol agar tidak terlambat dia tidak memakai helm dan membiarkan rambutnya kering.


sampai dikantor Lala senng karena dia lebih dulu sampai dikantor, Lala menyisir rambutnya dan memakai make up nya agar tidak terlihat pucat.


Dimas yg berjalan di keruangannya kaget melihat Lala yg sudah ada dimeja kerjanya.


"selamat pagi pak Dimas"

__ADS_1


Dimas tidak menghiraukan Lala, Lala melihat pekerjaannya yg sudah banyak menumpuk membuatnya kesal.


"oh jadi ini alasan tuh bangke nyuruh gua kerja, kerjaan dia banyak gini" gumam Lala


Lala fokus dengan pekerjaannya di ajak Ayu untuk makan siang.


"la makan siang dulu bari masuk aja udah sibuk"


"nih kerjaan gue banyak bangett bisa mati berdiri nih gue"


"iya lah semenjak elu ngga ada kerjaan terbengkalai emang bener la sevenrnya perusahaan ini butuh elu"


"bisa mati ni gue kalo tiap hari kaya gini" Lala menarik rambutnya.


Dimas yg ada dibelakang pintu tertawa melihat Lala meringis.


Lala masih mengerjakan pekerjaannya, Ayu membawakannya makanan untuk Lala karena melihat Lala sudah lupa makan dengan pekerjaannya.


Dimas menelpon Lala untuk masuk keruangannya.


"permisi pak ada yg bisa saya bantu?"


"kerjain nih proposal besok udah selesai"


"tapi pak pekerjaan saya banyak"


"saya tidak terima alasan"


Lala pun keluar dari ruangan suaminya dia duduk dimejanya meneruskan pekerjaannya tiba tiba Reva mendatanginya.


"la pak bos ada didalam?"

__ADS_1


"iya ada va masuk aja"


Reva pun masuk keruangan CEO.


__ADS_2