
selama makan siang Dimas tidak berhenti menatap Lala, setelah makan siang Dimas menyuruh Lala lembur bersamanya agar dia bisa lama lama dengan Lala.
hari menunjukan pukul 8 malam, Lala masuk keruangan Dimas karena Dimas meminta di buatkan kopi.
"ini pak kopinya"
"makasih ya la, kamu buat laporannya disini aja la kalo takut sendirian"
"justru disini saya takut pak"
"laa"
"iya pak"
"saya janji nggak bakal terjadi"
akhirnya Lala membuat laporan bersama Dimas didalam ruangannya.
jam menunjukan pukul 10 malam akhirnya Dimas dan Lala memutuskan untuk pulang karena sudah terlalu malam.
Hari demi hari hubungan Lala dan Dimas kembali membaik.
hari ini Lala datang terlambat karena kesiangan.
Dia melihat karyawan yg keluar dari ruangan Dimas ada yg menangis dan ada yg cemberut Lala yg membawa laporan masuk kedalam ruangan Dimas, dia melihat Dimas sangat emosi ruangannya berantakan.
"pak ini laporan keuangannya"
"bagus kamu baru dateng ya?"
"maaf pak saya kesiangan"
"enak banget kamu bilang kesiangan sedangkan saya yg bos disini menunggu kamu"
"maaf pak soalnya semalam saya harus merevisi semua laporan yg bapak buat kemaren"
"saya tidak perduli, jangan jadikan itu sebagai alasan kamu"
__ADS_1
suara ketukan dari luar membuat kata kata dimas terpotong.
"masuk"
"ini pak dokumennya"
Dimas melihat dokumen yg diberikan Ayu, dia memberinya kepada Lala untuk membacanya.
"kalian sama aja yaa sama sam gak guna"
"keluar kamu" dimas mengusir ayu
tapi kaki Lala hendak melangkah tangannya dicegah oleh dimas.
"saya belum selesai" dimas mengunci pintu ruanganya dan menutup tirai
"kamu tau kesalahan kamu?"
"iya pak"
Dimas memaksaa Lala untuk melayani nafsunya yg sudah memuncak, mereka melakukan itu disofa Lala cuma pasrah karena sudah tidak ada lagi jalan baginya untuk selamat dari cengkraman Dimas, Lala juga menerimanya dengan pasrah mengikuti kemauan Dimas.
"kenaapa dia marah marah gue yg kena" ucap Lala dalam hati
Dimas terus melakukannya dengan kasar dia membuat Lala lemas apalagi ditambah Lala belum sarapan.
setelah melakukan berapa ronde akhirnya Dimas menyudahinya.
Lala langsung kekamar mandi Dimas membuka pintu ruangannya.
tiba tiba Bima masuk melihat Lala tampak begitu lemas keluar dari kamar mandi membuat dimas bertanya.
"kenapa la?"
"ngga pak"
"lala abis gue kasih jatah bim" jawab Dimas membuat lala terkejut
__ADS_1
"saya permisi dulu pak"ucap Lala
"parah elu dim masa dikantor"
"udah sering gue main disini"
"sama Lala?"
"sama Helena"
Dua hari setelah kejadian itu sore hari saat Lala mau pulang, dia mendapatkan sms dari Dimas untuk menunggunya.
Lala menunggu Dimas , akhirnya Dimas keluar dari ruangannya dia mengajak Lala masuk ke lift pribadinya.
dimas mencium pipi Lala sambil memeluk Lala.
"saya kangen kamu la"
"hmm"
Dimas mencium bibir Lala tapi Lala kali ini tidak berontak hanya diam saat Dimas minta dilayani.
"maaf pak ini sudah kelewatan"
"bukannya kita udah lewat dari ini"
akhirnya Dimas mencium leher Lala membuat badan Lala bergetar.
"udah mulai pengen ya la?"goda Dimas berbisik di telingan Lala
"pak lepasin saya"
"saya ngga akan lepasin kamu la"
ketika Dimas hendak mencium leher Lala lift pun terbuka, dia langsung menyuruh lala merapikan rambutnya.
Dimas bertingkah seperti biasa dengan Lala ketika dilihat karyawannya.
__ADS_1