
Lala pun masuk keruangan kerja untuk bertanya lebih detail ke ayu.
"yu kok bisa terjadi?"
"ngga tau la makanya bos marah banget eeh la semua kata kata kotor bos keluarr apalagi bos tau elu sama Reva ngga ada emosinya lebih marah lagi"
"tapi kan gue rapat yu"
"makanya sebelum elu dicurigain bos elu minta maaf dulu la"
"emangnya korupsinya berapa sih yu?"
"57 triliun"
"sumpah?????"
"makanya bos marah gede korupsinya ngga tanggung tuh orang, kita 50 ribu aja cemas apalagi tuh orang"
"ya udah deh gue kedalam dulu"
tok tot tok
mendengar ada suara orang yg mengetok pintunya Dimas pun menyuruhnya masuk.
"ini pak berkas hasil rapat tadi"
"kamu tau apa yg terjadi?"
"tidak pak"
"jangan tidak tidak, apa orang ini kerja sama dengan kamu?"
"maksudnya apa ya pak?"
"jangan pura pura tidak tau, karena cuma saya dan kmu yg tau tentang perusahaan ini" Dimas beranjak dari kursinya mendekati Lala
"tapi saya benar benar tidak tau pak"
"selama saya jadi CEO disini saya tidak pernah mendapatkan laporan keuangan dari kamu"
"karena bapak tidak pernah minta kepada saya pak"
"saya curiga dengan kamu, jangan jangan kamu dibalik semua ini, ketika gaji kamu belum turun kmu tidak meminta gaji kamu bagaiamana saya tidak curiga dengan kamu"
"itu bukan alasan sehingga bapak bisa menuduh saya"
"kalau saya tau kamu dibalik semua ini jangan harap kamu masih bisa melihat dunia ini" dimas mencengkam bahu lala.
"kalau bukan saya pelakunya saya minta bapak menceraikan saya, bagaimana bapak setuju?"
"kalau bukan kamu pelakunya siapa lagi? karena yg tau celah ini cuma kamuu" Dimas mendorong Lala sehingga lala terpundur kebelakang tapi dimas menarik tangan Lala
__ADS_1
"bapak bisa mengahantarkan saya kenereka jika saya pelakunya, tapi jika bukan tolong keluarkan saya dari neraka"
Karena mendengar ancaman dari Lala Dimas mencekik leher Lala.
"saya berharap kamu terlibat dikasus ini"
"le le lepaskan saya pakk Dimass" jawaba Lala terbata bata karena kehabisan napas.
"jangan main main dengan saya Lala kalau kamu masih ingin hidup lama"
"saya pelakunya pak tolong antar saya keneraka, ayo pak bunuh saya"
Dimas mengencangkan cekikannya membuat Lala kehilangan napas akhirnya Dimas kasihan melihat Lala yg hampir kehabisan napas.
Setelah dilepaskan Dimas Lala berlari keluar ruangan CEO, semua orang melihat Lala berlari ketakutan langsung menghampiri Lala.
Lala mengatakan bahwa dia hampir dibunuh dengan Dimas dia memperlihatkan lehernya yg memerah.
Semua karyawan memeluk Lala merasa iba karena nyawa Lala menjadi ancaman.
Lala takut pulang kerumah Dimas tapi Dimas menelpon Lala untuk mengajak Lala pulang akhirnya Lala masuk kedalam mobil Dimas.
Mereka hanya saling berdiaman selama dalam perjalanan pulang sampai dirumah Lala melihat kondisi Dimas yg sangat berantakan mencoba untuk mendekati Dimas.
Lala membukakan jass Dimas melepaskan dasi Dimas membuka sepatu Dimas, kemudian Lala menyiapkan air hangat didalam bathup dia mencampurkan sabun dengan aroma lavender.
Dimas yg mendapatkan perlakuan khusus dari Lala sangat senang dalam hatinya karena Lala seperti melayani suami dengan penuh cinta.
Akhirnya Dimas mandi berendam didalam bathup, Lala menyuruh pelayan membuatkan kopi untuk dia bawakan kekamar.
Lala menunggu Dimas keluar dari kamar mandi karena sudah hampir sejam Dimas tidak juga keluar.
"nih orang jangan jangan bunuh diri lama amat dalam wc, gue pengen mandi juga emang dia sendiri" gumam lala
Tidak lama Dimas keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk.
"saya keluar dulu pak"
"kenapa keluar?"
"biar bapak bisa pakai baju"
"pakaikan saya baju"
"tapi pak"
"cepat saya tidak suka dibantah"
Lala mencarikan baju untuk Dimas setelah mendapatkan bajunya Lala memberikannya kepada Dimas.
"saya mau dipakaikan"
__ADS_1
"emm tapi pak bapak kan bisa sendiri"
"kenapa tidak kamu?"
"saya malu pak"
"bukannya kamu sudah sering melihat tubuh saya? kenapa kamu harus malu?" Dimas berdiri dari kasur melepaskan handuknya.
Akhirnya Lala memakaikan Dimas baju.
"itu kopi bapak, saya permisi dulu"
Lala masuk kekamar mandi, dia mandi dia melihat lehernya yg biru akibat cekikan dari dimas tadi.
Setelah mandi Lala keluar karena dia membawa bajunya dalam kamar mandi Lala menggunakan piayam dan celana pendek.
Setelah makan malam Lala masuk kekamar main hape sambil mendengarkan musik.
tiba tiba Dimas masuk dengan wajah yg murung dia naik kekasur sambil memijat pangkal hidungnya.
Lala pergi kekamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi setelah selesai mencuci muka Lala memakai skincare dan lotion dia melihat Dimas dari kaca riasnya yg sedang terlihat pening dengan semua yg terjadi.
Lala mendekatkan diri ke Dimas membawa minyak telon.
"sini pak saya pakein minyak biar tidurnya enak"
Lala membuka baju Dimas membalurkan minyak keperut leher dan punggung Dimas, Dimas melihat leher Lala yg biru memegangnya.
"sakit ya?"
"lebih skit ini pak" Lala menunjuk dadanya
"maafin saya la"
"Udah saya maafin pak"
"enak aja elo minta maaf cuma gitu aja sedangkan gue ampir mati gara gara elo"ucap lala dalam hati sambil menatap tajam mata dimas.
"kenapa? kenapa kamu melihat saya seperti itu?"
"tidak ada pak"
"apa yg kamu rencanakan dibelakang saya?"
"saya tidak merencanakan apa apa pak"
"ahahha saya tidak mudah dibodohi saya tau perlakuan kamu hari ini karena ingin menutupi semua kesalahan kamu agar saya bisa memaafkan kamu? iyakan?" bentak dimas
"hahaha tebakan anda benar pak"
Dimas mencekik leher Lala lagi dengan mengancam Lala membuat Lala mati ketakutan, sebenarnya dia hanya menakuti Dimas tapi Dimas lebih menakutkan.
__ADS_1