
"baiklah gue bakal ikut elu balik tapi gue punya satu syarat?"
"apa syaratnya?"
"gue pengen elu ngga ngurusin masalah pribadi elu dan gue pengen tinggal dirumah nyokap gue"
"hmm yg pertama saya terima tapi yg kedua tidak bukannya kamu mengatakan hanya satu syarat?"
"gue tau elu cuma manfaatin gue tapi gue ngga mau lagi berurusan sama elu gue pengen pisah"
"tenang saja saya janji tidak akan menyakiti kamu lagi jika saya ingkar kamu boleh pergi dan saya tidak akan memaksa kamu lagi"
"ngga ngga elu ngga boleh nurut aja la ingattt la, elu udah banyak terluka gara gara nih cowo" umpat lala dalam hatinya sambil melihati Dimas.
"aku ngelakuin ini semua bukan karena perusahaan tapi karena aku mencintai kamu la" Ucap dimas juga dalam hatinya sambil melihat ke arah jendela.
Mereka kembali berdiam didalam mobil smpai mobil itu berhenti didepan pintu kantor Dimas.
Setelah sampai kekantor Lala dan Dimas dilihati semua orang karena kembalinya Lala kekantor membuat semua karyawan bersyukur pekerjaan mereka yg biasanya perantara dengan Lala sebelum ketangan Dimas. Kini semenjak tidak ada Lala semua pekerjaan karyawan langsung berhadapan dengan Dimas dan jika ada kesalahan Dimas tidak segan segan memecat dan memaki karyawannya yg melakukan kesalahan.
Langkah Dimas terhenti karena melihat semua karyawan menatapnya dan Lala.
"ngapain kalian bengong hah? kalian disini dibayar!" teriak Dimas memarahi karyawannya yg melihat kedatangan Lala bersamanya.
"Hai semuanya" sapa Lala sambil tersenyum
Semua karyawan yg tadinya cemas dengan teriakan Dimas kini sedikit tenang dengan ucapan Lala dan memberi senyuman kepada Lala seakan mengisyaratkan kemerdekaan.
__ADS_1
Dimas menarik tangan Lala diikuti dengan Reva mereka naik lift pribadi Dimas smpai dimeja kerjanya Dimas mengatakan bahwa besok ada orang yg akan diinterview dia ingin Lala yg menginterview karyawan baru itu.
"kerja kaya biasanya, tidak usah lembur walaupun saya tau pekerjaan kamu sudah banyak menumpuk" ucap Dimas kepada Lala
Dimas pun memasuki ruangannya dia tersenyum dengan kembalinya Lala kepelukannya..
Ayu yg melihat Dimas sudah pergi keruangannya. Ayu pun berlari menjenguk Lala dia memeluk Lala dan menceritakan semua yg terjadi selama Lala tidak ada disini. Tentang kelakuan Dimas yg tambah parah dalam memaki dan memecat karyawan seenaknya.
"elu kok bisa La balik lagi kerja disni?"
"karyawan disini ngga ada yg punya otak kayak gue"
"iya sih la, kasihan Reva disalahin mulu kerjaannya sama bos dibilang begolah malu maluin perusahaan lah behh pokoknya seluruh jenis hewan kebun binatang disebutin"
"Bima mna ? kan ada bima yg bisa nenangin saudaranya?"
"pak Bima jarang kesini soalnya mba Helena kesini tiap hari"
"kasian elu la masa selama elu ngga ada dikantor suami elu kurung kurungan sama helena"
"ngga ada masalah buat gue yu"
sedang asik mengobrol dengan Ayu tiba tiba Lala mendapatkan telpon dari Dimas untuk meminta dia keruangannya.
"perimisi pak Dimas ada yg bisa saya bantu?"
"tolong buatkan saya kopi dan ambilkan desain kemasan produk baru di ruangan IT"
__ADS_1
"itu saja pak? ngga ada lagi?"
"sudah lebih satu bulan sesuatu dalam tubuh saya belum dikeluarkan apa kamu mau bantu saya mengeluarkannya"
Karena Lala tidak mengerti maksud dari ucapan Dimas dia mengangguk mau membantu dimas.
"keluarlah kamu tidak mengerti maksud saya, kerjain yg saya suruh tadi"
"baiklah pak saya permisi dulu"
Lala berjalan keruangan IT untuk mengambil pesanan yg disuruh Dimas, semua orang disana terkejut dengan kedatangan Lala.
"permisi pak bayu saya ingin mengambil desain produk baru saya disuruh pak Dimas"
"oh sebentar buk saya akan mengeprintnya sebentar"
Sambil menunggu printnan pak Bayu bertanya pada Lala kenapa Lala bisa kembali keperusahaan sedangkan namanya sebagai koruptor sudah dikeluarkan dari perusahaan.
"bagaimana bisa buk Kalya masih bisa kerja disini sedangkan ibu mantan koruptor?"
"saya rasa kalau saya tidak kembali kekantor ini semua karyawan disini harus selalu siap dimaki dan dipecat tiba tiba dengan pak Dimas"
"tapi anda seorang koruptor buk, dan dewan direksi juga sudah memecat anda secara tidak hormat"
"kalau begitu pak Bayu tanyakan saja kepada pak Dimas kenapa dia memaksa saya bekerja disini" ucap Lala sambil menekankan kata katanya yg tersinggung dengan ucapan pak bayu
"saya pikir anda orang baik buk Kalya selain jadi simpanan direksi dan dimanfaatkan boss anda juga seorang koruptorr sungguh rendahan sekali anda buk Kalya wlaupun anda punya otak yg sedikit pintar" ledek pak Bayu yg memandangi Lala dari atas sampai bawah.
__ADS_1
Lala yg sudah naik pitam dari tadi mengambil hasil printanan dengan cepat yg diberikan staf pak Bayu.
"saya pastikan anda menyesal dengan ucapan anda pak Bayu dan ini hasil desain anda tidak akan dipakai dikemasan produk baru sebelum anda meminta maaf dengan saya" Lala mengancam pak Bayu dengan tatapan dalam sambil melangkah keluar membanting pintu dengan kasar.