Ceo Nakal Terjebak Sekertaris

Ceo Nakal Terjebak Sekertaris
Dimas menjebak Lala


__ADS_3

"wahh bapak kok masih disini?"


"saya menunggu kamu"


"kenapa pak?"


"saya mau minta kado ulang tahun dari kamu"


"baiklah pak besok saya berikan" Lala menjawab sambil mengemasi barangnya untuk siap siap pulang


"saya mau nya sekarang" Dimas mendekati Lala


"saya sekarang tidak punya apa apa pak"


"temani saya minum saja sudah cukup"


akhirnya Lala menemani dimas kesebuah bar, awalnya Dimas ingin menejebak Lala untuk mabuk agar bisa meniduri Lala tapi karena Lala sudah terbiasa meminum wine untuk bertemu klien sedangkan Dimas hanya meminum sedikit sudah mabuk karena dia jarang minum alkohol setiap kali dia minum alkohol badannya langsung merah merah.


karena sudah sangat mabuk Lala meminta supirnya Dimas mengahantarkan Dimas pulang.


Besoknya Dimas berada didepan Lala melihat Lala yg tersenyum dia tidak membalas senyuman dari Lala. Dia masuk kedalam ruangannya dengan kecewa karena dia tidak berhasil meniduri Lala.


"gilaa kok semalam malahan gue yg mabuk bukan dia" gumam Dimas sambil melepaskan jass nya.


dia menelpon Lala untuk meminta file yg harus dia kirim kepihak departemen infrastruktur.


tok tok Lala mengetuk pintu ruangan ceo

__ADS_1


"masuk la"


"lain kali ngga usah ngetok pintu lagi langsung masuk aja la"


"saya tidak bisa pak" jawab Lala karena dia tidak mau kejadian melihat bosnya sedang bermesraan dengan pacarnya terlihat kepadanya.


"kenapa ngga bisa?"


"soalnya takut bapak ada tamu"


Dimas hanya melihat Lala yg mengenakan dres ketat dengan dada sedikit rendah membuat Lala terlihat sangat seksi.


"mana flasdisknya"


"ini pak" Lala memberikan flashdisknya tapi terjatuh lalu dia mengambilnya sedikit membungkuk mebuat Dimas melihat dada Lala.


"ini pak" Lala meletakannya kemeja kerja dimas


"apa aja jadwal saya hari ini?"


"tidak ada apa apa pak"


"ya udah kalo gitu"


"saya permisi dulu pak"


ketika Lala hendak membuka pintu keluar dimas merusak dasinya karena dia memiliki ide untuk menjebak Lala.

__ADS_1


"tunggu"


"iya ada apa pak?" tanya Lala membalikan badannya


"tolong benarin dasi saya"


lala mendekati Dimas membuat jantung Dimas berdegup kencang. Ditamabah dia mencium parfum Lala, Lala membenerkan dasi Dimas. Dimas memegang pinggang Lala,


Lala membiarkannya karena dimas selalu merangkul pingganya ketika berhadapan dengan klien.


Karena tidak ada perlawanan dari Lala Dimas menarik badan Lala membuat badan Lala duduk dipangkuan Dimas.


"maaf pak" ucap Lala sambil berusaha berdiri tapi tidak bisa karena tubuhnya dihadang Dimas


"mau kemana sih la cepet cepet banget nih dasi saya belum rapih" ucap Dimas sambil memegang pipi Lala


Dimas mencium bibir Lala membuat Lala terkejut dan melepaskannya tapi Dimas tidak memberi cela untuk Lala melepaskan bibirnya .


Lala masih menutup mulutnya karena dimas tidak berhasil membuka mulut Lala dia menekan hidung Lala membuat Lala tidak bisa bernapas lalu membuka mulutnya sehingga Dimas bisa mencium mulutnya, Dimas mencium bibir Lala semakin dalam tanpa ada balasan dari Lala. Dia meraba paha Lala sehingga tubuh Lala bergetar.


karena sudah kehabisan napas Dimas menghentikan ciumannya.


"maaf pak disini ada cctv"


Dimas menoleh ke cctv karena Dimas lengah akhirnya Lala bisa berdiri.


"jika tidak ada kepentingan lagi saya permisi pak" ucap Lala meninggalkan Dimas diruangannya.

__ADS_1


"kenapa pak Dimas bisa berbuat seperti itu? ya allah laaa kok elu bisa sebego ini?" ucap lala dalam hatinya.


__ADS_2