
"aku bakal lepasin kamu" jawab Alan yg ingin memeluk Lala
Dimas yg emosinya sudah redah kini kembali naik karena mendengar ucapan Lala mengtakan bahwa dia tidak mencintai Dimas tapi mencintai Alan. Seketika Alan ingin memeluk Lala Dimas menarik tangan Lala dengan kasar meninggalkan Alan tapi Alan tidak tinggal diam dia mengejar Lala yg di tarik Dimas.
"dim lepasin cewe gue" kata Alan sambil mengikuti Dimas
"jangan harap elu bisa ketemu lala lagi" jawab dimas
"sekarang suruh Lala milih dia mau ikut elu atau gue" pinta alan yg membuat dimas memberhentikan langkahnya.
Dimas memberhentikan langkahnya mencium bibir Lala dan meraba dada Lala membuat Lala bergetar melepaskannya.
Alan yg melihat Dimas memperlakukan Lala marah besar dia langsung memukul Dimas karena kurang ajar kepada Lala.
Lala pun memberhentikan mereka berdua yg saling pukul sampai mereka berhenti.
"sekarang kamu pilih aku apa dimas la?" tanya alan kepada Lala
"a a aku pilih" belum sempat menjawab Dimas yg sudah tau jawaban Lala pasti memilih Alan menarik tangan Lala masuk kemobilnya.
Didalam mobil menatap Lala dengan tatapan tajam seakan ingin membunuh Lala.
"kamu jangan pikir bisa dengan mudah lepas dari saya, jangan main main dibelakang saya lala kamu pikir saya tidak tau apa yg kamu lakukan dibelakang saya" kata Dimas sambil menjambak rambut Lala
"tapi pakk saya dengan alan memang berpacaran" jawab lala smbil kesakitan
__ADS_1
"ohh masih mau mengakui Alan didepan suami kamu ya, kalo kamu masih berani menemui Alan saya pastikan Alan tidak ada lagi didunia ini dan satu lagi kamu jangan lupa siapa saya lala" kata dimas mencengkam pipi lala dengan kuat sehingga dinding mulut lala berdarah.
Lala pun hanya bisa menangis karena dia takut dengan ancaman yg diberikan Dimas kepadanya, dia sangat mencintai Alan.
Sampai dikantor semua orang melihat Lala dan Dimas karena keadaan Lala yg amburadul mata merah akibat menangis membuat orang orang yg ada dikantor kasihan dengan Lala.
Ayu yg melihat Lala menangis langsung menghamipiri Lala dan memeluk Lala.
"elu ngga apa apa la?"
"gue pinjem cermin dong yu"
Lala melihat mulutnya yg sudah luka karena dicengkam kuat dengan Dimas.
"berdarah la"
"yg sabar ya laa, kalo elu udah ngga tahan elu minta cerai aja la"
"elu bener yu sebelum badan gue ancur mending gue pisah"
"iya la sebelum elu hamil"
"bener banget yu, makasih ya yuu"
Lala dan Ayu pergi ketoilet untuk merapikan rambut dan mencuci muka, setelah dari toilet mereka mengobrol di meja karyawan lainnya tiba tiba Dimas datang membawa tumpukan map.
__ADS_1
"nih kerjain semuanya besok pagi harus selesai kalo ngga selesai hidup kamu yg selesai" ucap Dimas menghampiri Lala dan melemparkan berkas itu ke hadapan Lala
"tapi pak jam kerja sudah mau habis" jawab Lala yg sudah emosi
"kalo kamu ngga mau ngerjain itu semua ikut keruangan saya"
"saya tidak mau pak"
"ikut keruangan saya"
Semua orang yg melihat Lala dan Dimas ikut merasakan bagaimana kesakitan Lala dianiaya Dimas setiap hari.
Setelah sampai dirungan Dimas Lala berdiri dibelakang Dimas.
"kalo kamu tidak mau mengerjakan semua itu ganti dengan badan kamu, kerjakan semuanya dengan saya disini"
"jangan pernah berharap" jawab Lala pergi meninggalkan Dimas.
Dimas akhirnya keluar rungannya untuk pulang dia melihat kearah Lala yg sendirian dikantor mengerjakan pekerjaan yg dia suruh, Lala pun mencoba untuk tidak melihat Dimas dia fokus dengan pekerjaannya.
"sialann kenapa gue harus terjebak dengan ini semua" gumam lala melihat kepergian suaminya
Akhirnya semua pekerjaan Lala selesai, hari menunjukan jam 2 malam, Lala pun menyetop taksi dia pergi ke sebuah club untuk merehatkan pikirannya sejenak.
Dimas yg sudah menunggu kepulangan Lala sudah tidur karena Lala belum juga pulang.
__ADS_1
Sepulangnya dari club Lala melihat jam ditangannya jam 5 pagi Lala pulang dengan keadaan mabuk berat.