
Sesampainya direstoran untuk janjian dengan klien, Lala merapikan rambutnya sambil berkaca di hapenya.
Dimas hanya melihati Lala.
"udah jangan sok cantik kamu"
"masa istri seorang CEO jelek kan ngga mungkin pak"
Akhirnya Dimas merangkul pinggang Lala mereka nampak seperti seorang pasang kekasih yg sangat serasihh.
Lala duduk disebelah kliennya menerangkan apa maksud dan tujuan mereka untuk membuat janji Lala mempresentasikan desain hotel yg akan dibuat.
semua mata terkesima melihat desain hotel yg akan dibuat seperti hotel luxury tapi dengan harga terjangkau.
Setelah meeting selesai Lala menyalami kliennya.
"senang bertemu dengan anda mba kalya"
"saya juga senang bekerja sama dengan anda pak"
"jika nanti kmu butuh bantuan atau ingin mencari suasana baru dan gaji yg lumayan boleh hubungi saya" ucap klien lala memberikan kartu namanya.
"wah terima kasih atas tawarannya pak" lala mengambil kartu namanya
__ADS_1
"masalah gaji tidak usah khawatir mba kalya"
Dimas yg dari geram melihat Lala yg mengambil kartu namanya langsung berdiri dan mengambil kartu nama yg Lala pegang.
"hal itu mungkin tidak akan terjadi pak" ucap Dimas mengambil kartu nama yg dipegang Lala
"kenapa tidak pak Dimas, semua tergantung mba kalya dan saya siap memberikan gaji ratusan juta kepada Lala"
Dimas yg tambah marah mendengarkan ucapan dari kliennya menarik paksa tangan Lala sampai kedalam mobil.
Dimas melemparkan tubuh Lala membuat Lala kesakitan dia menyuruh supir untuk menjalankan mobilnya dan menutup akses antara bangku depan dan belakang.
"jangan coba coba mengkhianti saya" dimas menatap mata Lala dengan tajam
"saya tidak segan segan membuat kamu teraniya jika hal itu terjadi"
"jika hal itu terjadi saya pastikan saya satu langkah lebih maju dibanding anda" lala mendekatkan mukanya dengan Dimas yg tinggal berapa milli lagi.
"saya sudah berjanji tidak akan menyakiti kamu lagi, tapi jika kamu akan melakukan sesuatu yg membuat darah saya naik saya akan mengingkari janji saya dan kamu tidak akan pernah bisa menatap dunia luar lagi saya patahkan kaki kamu sebelum kamu kabur" ucap dimas menjauhkan mukanya
"segitu takutnya anda kehilangan saya pak Dimas, padahal anda tidak akan bangkrut 7 turunan walaupun perusahaan anda saya tinggalkan"
"saya tidak suka dikhianti , ketika saya dikhianti saya tidak segan untuk menghantarnya kenereka"
__ADS_1
"kalau begitu lihat saja nanti"
"apa yg kamu inginkan?"
"tidak ada yg saya inginkan, saya mau bebaskan saya karena saya sudah tidak tahan"
"saya tidak akan melepaskan kamu"
"kenapa ? kenapa ? saya tau saya dimnfaatkan !!!!" ucap Lala sambil teriak dan memeras jass dimas
Dimas yg hanya melihat Lala teriak didepan mukanya dia mencium bibir Lala tapi Lala menutup mulutnya Dimas terus berusaha membuka mulut Lala dengan cara menggigit bibir Lala, Lala pun mencoba melepaskan ciuman dari Dimas tapi usahanya sia sia Dimas membuka pertahanan mulutnya.
Dimas mencium bibir Lala tanpa balasan dri Lala setelah itu Dimas menggigit bibir atas Lala membuat Lala merintih kesakitan.
"karena saya mencintai kamu la" bisik Dimas ketelinga Lala setelah melepaskan ciumannya
Lala yg mendengarkan ucapan Dimas menatap mata Dimas tapi Dimas membaliskan pengelihatannya.
"ahh ngga mungkin pak Dimas cinta sama gue kalo dia cinta dia ngga bakal nyakitin gue?" tanya lala dalam hati.
"nanti malam kita makan malam bareng orang tua kita" ucap dimas dengam nada ketus.
Sesampainya dikantor Lala langsung mencari Christ karena Christ tidak ada dia masuk ketoilet untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Setelah keluar dari kamar mandi dia menjenguk Christ kemejanya tapi tidak juga menemukan Christ.