Ceo Nakal Terjebak Sekertaris

Ceo Nakal Terjebak Sekertaris
murkanya Lala


__ADS_3

Malam harinya Lala bersiap siap untuk makan malam bersama keluarganya, Lala berdandan didepan kaca rias dia untuk memakai liptint saja seperti keadaanya sehari hari.


Lala memakai celana jeans panjang baju putih polos dan snekears membuat Dimas aneh karrna dia tidak pernah melihat Lala menggunakan pakai seperti itu



"tumben pake baju kaya gini la" dimas melihat lala dari atas sampai bawah terheran heran karena pakaian seperti ini tidak pernah Lala pakai


"ini memang pakaian yg biasa saya pakai pak kalo diluar kantor"


"saya tidak pernah liat kamu pakai baju kaya gini"


"apa bapak tidak suka saya memakai baju ini ? saya bisa ganti kok pak"


"saya sih terserah kamu aja la, tapi ini kaya bukan kamu deh la"


"saya tidak pernah kadi diri sendiri ketika bersama bapak dan orang orang kantor"


"saya pengen kamu kadi diri sensiri la" kata dimas sambil memegang bahu lala


"saya seperti ini pak kalau diluar kantor, saya hanya memakai rok atau gaun dikantor sisahnya saya suka pakai kaya gini"


"kamu kalau jalan sama Alan pakai baju kayak gini juga?"


"iya pak"


"saya mau kamu jadi diri sendiri ketika didepan saya la, dan satu lagi jangan lagi panggil bapak ketika diluar kantor saya tidak pernah menikah dengan ibu kamu jadi panggilan bapak itu dikantor aja la"

__ADS_1


"terus saya harus panggil apa?"


"panggil sayang dong"


"ayo sayang pergi" lala menarik tangan Dimas untuk pergi.


Direstoran papa dan mama Dimas terperangah melihat baju yg Lala gunakan seperti tidak biasanya.


"malam pa ma, tante Anita" sapa Dimas


"malam sayang duduk" jawab mama Dimas yg melihati Lala


"emm ada yg beda sama menantu kita ma?" ucap papa Dimas melihat kearah mama Dimas


"mmhh iya pa, mama juga merasa" timbal mama Dimas


"ehh salah ya ma?" tanya Lala ke mamanya


"tidak mari kita lanjutkan makan daripada bahas penampilan yg tidak penting" ucap papa lala


Tapi mama Lala tidk berhenti menatap tajam mata Lala Dimas yg melihat mereka berdua seakan merasakan ada kemaraham didalam mata Anita.


"La mama pengen kamu jangan pergi pergi lagi kasian suami kamu" kata ibu dewi


"hmm iya ma" jawab lala


"jadi kalian bisa program punya anak" potong pak Adijaya

__ADS_1


Lala yg sedang makan pun tersedak mendengarkan kata kata yg keluar dari mulut pak Adijaya.


"maaf maaf pak ma" ucap Lala


"mama juga pengen punya cucu la minimal la 2, kan kalo mertua kamu udah punya cucu masa mama belum" ledek mama lala


"iya maa nanti kita pikirin lagi" jawab lala


"jangan dipikirin dong la, tapi dibuat emang kalian ngga pengen punya anak?"


"Lala ngga ngasih jatah ma gimana mau punya anak" jawab Dimas.


Semua mata tertuju tajam kearah Lala seakan mau membunuh Lala.


"jangan gitu dong laa gimana mau punya anak" goda ibu dewi


"mati nih gue, kurang ajar nih Dimas mati matian gue nutupin eh dia ngebuka semuanya" gumam Lala dalam hati


"kayanya malam ini kalian mesti usah deh biar cepet dapat" goda papa Dimas lagi


"tuh laa dengarin mama kamu pengen punya cucu masa kamu ngga mau ngasih sih" godo Dimas


Lala yg dari tadi cuma senyum senyum dari tadi dia meremas paha Dimas agar Dimas menghentikan omongannya, Dimas yg merasa dirinya dikodei Lala dia tambah membuat Lala terpojok.


Dimas membalas dengan mengelus paha Lala dan mencium pipi Lala.


Membuat Lala semakin murka.

__ADS_1


__ADS_2