
Helena yg ditarik Bima masih berteriak membuat semua staf yg sedang fokus bekerja menoleh kearahnya. Semua staf terheran heran dengan Dimas yg semakin brutal dalam bertingkah.
"nanti gue kasih mobil sama rumah yg elu mau" teriak Bima yg masih menarik Helena.
Ketika didepan Lala Helena memandang mata Lala.
"laki elu ngamilin gue terus ngga mau tanggung jawab, tunggu aja kalo elu hamil elu ngga bakal ditanggung jawabin Dimas" teriak Helena kepada Lala..
Dimas yg melihat Lala dan Helena saling berhadapan membuatnya semakin kesal dengan ucapan Helena kepada Lala.
"bim seret dia keluar" teriak Dimas kepada Bima.
Dimas langsung mendekatkan dirinya kepada Lala mengambil tangan Lala.
"La kamu ngga apa apa kan?"
"Harusnya bapak bertanggung jawab"
"tapi itu bukan anak aku, kamu percaya sama aku"
"dia ngga mungkin nuduh kalo bapak ngga ngelakuin itu ke dia"
"saya tidak pernah mengeluarkan ****** saya didalam rahim orang selain kamu"
"berarti potensi besar saya yg ingin bapak hamili?"
"iya"
"tapi kenapa harus saya pak?"
"karena kamu istri saya"
__ADS_1
"tapi sebelum nikah bapak masih melakukannya"
"karena kamu masih perawan rugi kalo ngga dilanjutin" ucap Dimas meninggalkan Lala.
Lala masih berpikir keras bagaimana jika dia hamil anak Dimas dan Dimas tidak kan mengakuinya, dia takut nanti nasib anaknya nanti sama seperti dia.
Lala berlari masuk keruangan Dimas membuat Dimas yg dari tadi berdiri kaget karena kedatangan Lala.
"pak bagaimana kalau saya hamil juga apa bapak akan melakukan hal yg sama seperti mba Helena ke saya?"
"jangan berpikir aneh aneh"
"tapi pak, bapak mengatakan bahwa bapak ingin menghamili saya"
"kamu lupa kalo saya suami kamu kalau kamu hamil ya pasti saya tanggung jawablah"
"tapi bapak janji kan? karena saya takut ketika saya hamil bapak tidak mau mengakuinya"
"tapi pak saya ngga pernah melakukan itu dengan Alan"
"justru itu tinggalin Alan fokus sama saya"
"tapi pak"
"kita liat aja nanti"
Lala keluar dari ruangan Dimas dengan muka yg memelas. Ketika Lala berjalan makan siang kekantin semua staff melihat kearah Lala membuat Lala risih.
"kenapa sih rev gue diliatin kayak gitu?" tanya Lala ke Reva.
"gimna orang ngga ngeliatin ibuk, mereka kasian buk sama ibu yg makan ati nikah sma pak Dimas"
__ADS_1
"hahahha oh gara gara Dimas ngahamilin orang ya?"
"iya buk"
"kayanya bukan anak Dimas deh Rev, soalnya Mba Helena dikasih mobil sama rumah mau tapi dia ngga minta pertanggung jawaban sama pak Dimas"
"seriusan buk?"
"wah berarti alasan buk Helena aja menjebak pak Dimas"
Selesai makan siang semua staf dan karyawan yg ada di Carlton Grup dikumpulkan di aula. Dimas meminta semua karyawannya untuk tidak membawa berita tentang Helena hamil keluar kantor dan Dimas mengancam akan memecat serta bertindak kasar apabila ada stafnya membocorkan masalah Helena keluar kantor.
Dimas yg melihat Lala cuma diam dia memanggil Lala untuk naik keatas panggung. Lala akhirnya naik keatas panggung.
"kalian semua kasian pasti dengan istri saya karena melihat tingkah laku saya?" tanya dimas kesemua karyawannya.
Karyawan Dimas hanya diam tidk ada yg bersuara.
"kamu percaya bahwa Helena hamil ank saya Kalya?" tanya Dimas ke Lala.
Lala dengan reflek mencium bibir Dimas untuk menutupi aib Dimas agar semua orang percaya bahwa Dimas tidak menghamili Helena. karena aksi Lala mencium bibir Dimas didepan semua stafnya Dimas kegirangan dalam hati seakan tidak percaya dengan apa yg Lala lakukan.
setelah membubarkan semua staffnya Dimas
mendekati Lala mencium bibir Lala.
"sini aku ajarin cara ciuman yg bener"
kemudian Dimas mencium bibir Lala, Lala hanya diam dan pasrah jika sesuatu yg terjadi padanya nanti.
ketika sedang memperdalam ciumannya tiba tiba Bima mengagetkan mereka.
__ADS_1