Ceo Nakal Terjebak Sekertaris

Ceo Nakal Terjebak Sekertaris
kedatangan tamu


__ADS_3

Lala akhirnyanya mengangkat badannya yg sedari tadi membungkuk, dia membalikan badannya melihat Dimas memegang parfumnya.


"ambil aja pak kalo suka"


"oh ngga ini kan parfum cewe"


"itu unisex pak"


Lala mendekati Dimas untuk mencium parfumnya, Dia mengambil salah satu parfumnya dan menciumnya setelah dia rasa cocok untuk dipakai Dimas dia menawarkan parfum yg dipegangnya kehidung Dimas.


"ini suka nggak pak"


"hmm boleh juga"


"nih buat bapak aja" Lala mengambil tangan Dimas dan memberikan parfumnya ketelapak tangan dimas"


"cincin nikah kamu mana?"


deg deg deg jantung Lala serasa berhenti mendengar pertanyaan dari Dimas.


"****** nih guee, gue mesti jawab apaa cincinnya ketinggalan di mess pasti nih gue dihajar lagi" lala mengucapkannya dalam hati


"kalyaaa kok diem sih?"


"oh itu pak jatuh pas bapak nyeret saya waktu itu"


"oh nanti saya beliin yg baru"


"Alhamdillah dia percaya"gumam lala dalam hati yg sudah ketakutan


"tidak perlu pak"


"kenapa?"


"saya rasa hubungan kita sudah tidak akan lama lagi pak"


"apa maksud kamu? kamu ingin cerai? sudah saya katakan saya tidak akan menceraikan kamu selama saya belum bosan dengan kamu"


"bukan bukan itu pak maksud saya, tapi bapak juga tidak memakai cincin kawin dann"

__ADS_1


"dan apa?" potong Dimas sambil mengangkat wajah Lala dengan lembut


"dan bapak kan akan menikah dengan mba Helena"


"siapa yg bilang?"


"gosip dikantor pak, mba Helena sering datang kekantor selama saya tidak ada dan dia mengatakan bahwa bapak akan menceraikan saya dan menikahi dia"


"semua itu karena kamu tidak pernah melakukan kewajibanmu sebagai istri. Saya pria dewasa yg punya nafsu dan saya tidak mungkin hanya menggunakan sabun untuk memuaskan nafsu saya"


Lala yg mendengar ucapan dari Dimas langsung menutup mulut Dimas dengan telapak tangannya karena dikamar Dimas ada 3 pelayan yg mendengar mereka menatap kearah Dimas dan Lala. Dimas pun tertawa dalam hatinya ketika Lala menutup mulutnya mendekati badannya.


"sialll kalo dia makin deket gini gue makin ngga bisa ngontrol diri gue, nih orang bisa bisa abis sama gueee"umpat Dimas dalam hati.


Lala yg menoleh kearah pelayannya sambil tersenyum dan mengtakan "lanjutin kerjanya"


Dia melepaskan tangannya dimulut Dimas dia berdiri disebelah Dimas melihat pelayan membereskan barang barangnya.


"buk kok pindah kamar sih?" tanya salah 1 pelayan


"mau pindah aja" jawab Lala sambil tersenyum


"hmmm ini baru mau kangen kangenan kalo kalian udah keluar


"cie ibu yg bakalan kena serang"


"ehehhe saya keluar dulu ya mau makan" ucap Lala karena pipinya merah malu diledek pelayan.


Lala keluar dari kamar itu dengan jantung yg berdegup kencang dia sangat malu dengan perkataan pelayan itu, membuat dia seakan tidak punya harga diri lagi, Lala turun kebawah menuju meja makan. Dia duduk sendirian menunggu Dimas datangg.


Dimas datang kemeja makan melihat Lala melamun sendirian.


"ngga makan ?"


"nungguin elu"


Dimas kaget mendengar ucapan Lala yg memanggilnya dengan sebutan elu.


"saya?" jawab dimas menunjuk dirinya sendiri

__ADS_1


"eh eh maaf pak salah masih kebiasaan di mess"


"selama kamu di mess ngapain aja?"


"ngga ngapa-ngapain pak cuma kerja nonton main hp"


"kamu ngga keluar?"


"saya ngga berani pak saya takut bapak menemukan saya"


"pantasan saya tidak bisa lacak kamu, oh ya kamu jangan coba coba kabur lagi kalo kamu coba kabur dan saya masih bisa mendapatkan kamu saya pastiin saya patahkan kaki kamu" ancam Dimas sambil menyodorkan garpu kemuka Lala


"ii iyaa pak" jawab lala dengan bergetar ketakutan


"sekarang makan terus jangan lupa sama ucapan kamu dikamar saya tadi"


"ucapan yg mana pak?"


"yg tadi" Dimas membantingkan sendok dan garpunya membuat Lala terkejut


"saya lagi kedatangan tamu pak, kalo ngga percaya periksa aja"


"kamu main main sama saya?"


"beneran pak liat aja dikamar bapak masih ada bekas pembalut saya"


Selesai Makan Lala masuk kamarnya meninggalkan Dimas sendiri. Lala mencari cari Hpnya dia sadar bahwa hpnya ada dikamar mandi Dimas. Dia meminta pelayan untuk meminta tolong mengambilkan hpnya dikamar Dimas.


pelayan pun menuruti perintah Lala dia mengetok kamar Dimas..


tok tok


"pak dimas"


"iya kenapa"


"saya disuruh ibu ngambil hpnya dikamar mandi bapak"


"bilang sama ibu hpnya besok saya kasih"

__ADS_1


"iya pak"


__ADS_2