Ceo Nakal Terjebak Sekertaris

Ceo Nakal Terjebak Sekertaris
Lala tidak sempurna


__ADS_3

Didalam perjalanan menuju rumah sakit Lala gelisah untuk meminta sesuatu pada Dimas tapi takut ditolak Dimas akhirnya Lala memutuskan langsung menanyakannya.


"pakk"


"ya"


"saya boleh minta sesuatu ngga?"


"apa?"


"saya mau minta izin buat ngeliat CCTV, karena saya mau tau yg sebenarnya terjadi sama Christ mmg kecelakaan atau disengaja pak.... Saya mohon pakkk"


"terserah kamu"


"tadi bapak bilang saya nggak ada hak buat melihat CCTV"


"bukannya kamu sudah bilang kamu adalah istri saya, berarti kamu ada hak juga"


"tapi waktu saya bilang itu bapak marah"


"saya tidak marah, saya hanya shock melihat kamu marah seperti tadi"


"karena saya takut kehilangan Christ pak"


"kenapa?"


"karena saya tidak punya siapa siapa selain dia pak"


"tapi kan kamu punya mama kamu dan punya"


"apa bapak pernah melihat saya tersenyum depan mama saya?"


"hmm mana saya tau"


"dari saya kecil sampai dewasa ibu saya tidak pernah menganggap saya ada pak, ibu saya bilang kalau saya anak bawa sial ibu saya tidak pernah menyayangi saya dan saya dititipin setiap hari dikeluarga christ pak dan saya punya Christ saat ini itulah kenapa saya seperti ini, karena didunia ini saya hanya punya Christ" ucap Lala sambil menangis membayangkan Christ


"kamu jangan nangis lagi, aku selalu ada untuk kamu"


Akhirnya Lala memeluk tubuh Dimas yg lagi menyetir, Dimas pun menghapus air mata Lala dia masih tidak percaya dengan semua perlakuan Ibu Anita kepada Lala.


"betapa beruntungnya gue yg punya istri ngga pernah nuntut ini itu, minta beliin tas lah perhiasan, dia cuma minta hal yg tidak perlu gue kasih, ditambah punya muka oke body mantap pinter baik hati nggak kaya mantan mantan gue yg lainnya" ucap Dimas dalam hati sambil mengelus rambut Lala.


Setiba dirumah sakit Lala dan Dimas angsung menuju kamar Christ melihat Christ yg masih belum sadar. Lala medekati badan Christ mengelus muka Christt memegang tangan Christt.


"Christ bangunn cece ngga punya siapa siapa selain kamu christ"


"christ bilang sama cece siapa yg nyakitin kamu, biar cece yg balasin christ"


Dimas hanya terdiam melihat Lala menangis dia memegang bahu Lala yg bergetar dia mencoba menenangkan Lala.


Cukup lama dirumah sakit Dimas mengajak Lala untuk pulang dan beristirahat.


"sayang balik yuk"

__ADS_1


Lala yg kaget dengan ucapan Dimas melihat kearah Dimas yg duduk disebelahnya, Lala tersenyum kepada Dimas seakan tidak percaya dengan panggilan Dimas tadi.


"kamu duluan aja aku pengen nginep sini"


"kalau kamu nginep sini nanti Christ yg pulang kamu yg gantiin"


"ngga ada yg ngejaga Christ"


"nanti aku suruh anak buah aku"


"tapi christ kalau bangun pasti cari aku"


"aku kalau tidur pasti pengen peluk kamu"


"bukannya ngga pernah ya"


"ayoo pulang nanti aku suruh anak buah aku jaga Christ"


"aku ngga percaya sama anak buah kamu"


"kamu percaya sama aku?"


"percaya"


"terus kenapa ngga percaya sama anak buah aku?"


"ya udah deh"


Akhirnya Lala memutuskan untuk ikut pulang bersama Dimas.


Karena tidak ada yg bisa dimakan Lala yg kelaparan dan tidak bisa masak hanya diam dimeja makan dengan lemas.


Dimas yg mau makan melihat Lala yg diam dimeja makan.


"kenapa kamu disini?"


"oh ini mau makan tapi ngga ada makanan"


"para pelayan mana?"


"ngga tau"


Dimas melihat semua stok makanan didalam kulkas.


"banyak kok makanannya"


"mentah tapi"


"masaklah"


"heheheh"


"kamu ngga bisa masak apa malas masak?"

__ADS_1


"saya minta pelayan dulu buatin masakin ya pak"


"kamu ngga bisa masak kan?"


"iya pak"


"hmm seperfect perfect kamu dikantor tapi kamu ada juga kurangnya ya"


"saya kekamar dulu pak" ucap Lala sambil melangkahkan kakinya


"tunggu" ucap Dimas menghentikan langkah Lala


"kenapa pak?"


"sini saya ajarin masak" Dimas melambaikan tangannya memanggil Lala.


Lala akhirnya menghampiri Dimas yg sedang mencari cari bahan makanan yg akan ia masak.


"bukannya kamu pernah ngekost selama kuliah tapi kok bisa kamu ngga bisa masak"


"selama kuliah Aa aaalan yg masakin" jawab Lala terbata bata..


"oh pantasan"


"pantasan apa?"


"kalian saling melengkapi"


"kamu bisa masak?"


"bisa"


Dimas mengeluarkan ayam dan bumbu untuk dimasak dia menyiapkan wajan dan minyak goreng. Menyuruh Lala memotongi bawang untuk menumis.


"kamu potong bawang ini"


"tapi dim nanti tangan aku bau bawang"


"gimana mau jadi istri yg baik kalau disuruh buka bawang aja ngga mau"


"kan jadi istri yg baik ngga harus jago didapur bisa juga jago di"


"di apa?" potong dimas mendekati badan Lala


"diranjang" sambung Lala dengan lirih.


"buktiin nanti" goda Dimas sambil mencium pipi Lala.


"Ku ngga mau potong bawang dim yg lain aja"


"kamu duduk aja liatin aku nanti kalau udah jadi kamu tinggal makan, sekarang biarin aku jadi suami yg hebat didapur nanti abis makan kamu jadi istri yg hebat diranjang" goda Dimas


Lala yg melihat Dimas memotong ayam dan bawang pakai sarung tangan, Dimas nampak lincah dengan pisau membuat Lala terpukau.

__ADS_1


Dimas memasak ayam mentega memberinya ke Lala yg sudah setia menunggu masakan Dimas.


__ADS_2