
Dimas menelpon Bima untuk menyuruhnya keruangannya. Dia menceritakan kejadian barusan dia lakukan bersma Lala.
"enak ngga dim?"
"ngga dibales ciuman gue men"
"elu jebak lagi ajak bawa di ke hotel kurung dia"
"bener elu men"
Dimas merencanakan semuanya untuk menjebak Lala.
sepulang dari kantor Lala bersiap siap untuk pergi keacara ulang tahun Alan. yaitu pacarnya yg sudah 3 tahun berpacaran mereka jadian ketika mereka bersekolah di canberra dan sampai sekarang masih
Alan juga teman dari Dimas dan Bima karena mereka satu sma Dimas dan Bima pun juga di undang kepesta ulang tahun Alan.
Lala menggunakan dress seksi dengan transparan
Dia berada disebalah Alan untuk menyambut para tamu yg datang.
Lala terdiam ketika yg ada datang adalah bossnya Dimas dan Bima.
"ngapain dia kesini?"tanya Bima ke Dimas sambil berbisik
''ngga tau gue"jawab Dimas berbisik ketelinga Bima
ketika dihadapan Alan Dimas dan Bima memberi selamat kepada Alan dia menatap Lala membuat mereka semakin bergairah ketika melihat Lala menggunakan dress transparan dengan belahan rok tinggi.
__ADS_1
"Selamat datang pak Dimas dan pak Bima"
"ngapain elu disini la?" tanya Bima
"oh ini cewe gue bim" jawab Alan kepada Bima
Hati Dimas langsung kecewa mendengar perkataan dari Alan ketika dia sangat bangga mengenalkan Lala kepada Bima.
"Jadi Lala cewe loe lan?" tanya Bima kepada alan
"iya bim, Lala ngga pernah cerita ya?" jawab Alan
"ngga pernah sih, soalnya Lala sering digosipi " jawab dimas sambil menatap Lala
"mari pak saya antarkan kedalam" tawar Lala karena takut Bima mengungkapkan semua gosip mengenai dirinya
Dimas dan Bima mengikuti Lala dibelakang, Lala mengambilkan bir dan mengisi gelas memberinya kepada Dimas dan Bima.
"jadi Alan ngga tau kalo kamu simpanan para direksi?"
lala hanya diam saja menatap Bima
"oh jadi Alan nggak tau kalo cewenya simpanan"
Lala pun tidak menghiraukan pertanyaan dari dimas dan Bima dia pergi meninggalkan Dimas dan Bima.
Dimas pun merasa cemburu melihat Alan mencium kening Lala dihadapan semua orang padahal dia sudah mempunyai Helena wanita cantik dengan tubuh indah walaupun tidak setinggi Lala.
Dipagi yg cerah Lala terjebak macet sehingga membuatnya terlambat kekantor, Dimas yg sedang menunggu Lala pun cemas juga karena ada rapat penting dan cuma Lala yg bisa Dimas andalakan karena Lala tak kunjung datang akhirnya Dimas mengajak Reva untuk rapat. Karena semua bahan persentasi sudah disiapkan Lala semuanya diterima klien membuat Dimas tenang.
__ADS_1
"ampir ****** gue untung Lala udh nyiapin ini, lagian kemana sih tu cewe abis kena perang ama Alan ya dia nggak masuk gini" ucap Dimas sambil berjalan meninggalkan ruangan rapat.
Dimas yg hendak masuk keruangnya melihat Lala yg ada dimeja kerjanya meminta Lala untuk keruangannya.
"jam berapa ini?" tanya Dimas dengan nada marah
"maaf pak saya terjebak macet"
"enak aja ya kamu ngomong kaya gitu, emang kamu sendiri yg kena macet?"
"maaf pak"
"karena kamu kita kehilangan tender besar, apa kamu bisa ganti rugi ?"
Lala pun terdiam karena kesalahannya tender yg susah payah ia dapatkan lolos begitu saja dan dia kembali melihat sifat asli Dimas yg suka marah marah dengan karyawan lain.
"maaf pak atas kesalahan saya"
"saya minta kamu tanggung jawab apa kamu bersedia?" tanya Dimas sambil mendekati Lala
"baiklah saya bersedia pak"
"tender udah ngga bisa balik lagi, kamu bisa nukarnya sama badan kamu" Dimas berbisik ketelinga Lala
medengar pernyataan Dimas Lala santai menaggapinya.
"maaf pak saya sudah banyak dijamah para direksi apa bapak masih mau dengan saya yg sudah banyak dipakai anak buah bapak?"
"hmm ngga masalah" Dimas memeluk pinggang Lala dari belakang
__ADS_1
"sebaiknya kita bahas itu nanti pak, karena sekarang bapak ada kegiatan diluar".