
sudah 2 minggu Dimas bekerja menjadi CEO dia sudah mendapatkan 1 tender besar dengan bantuan Lala dia juga sudah mendengar gosip tentang Lala dari Bima hari ini dia mengajak Lala untuk meeting diluar.
"La hari kita meeting lagi dan jangan lupa presentasinya kaya kemaren ya"
"baik pak"
Dimas sangat mengagumi Lala dalam hatinya, karena semua karyawan yg ada sellu membuatnya emosi cuma Lala yg jarang ia marahi karena bukan cuma cantik Lala sangat bisa diandalkan tapi dia juga penasaran dengan tubuh Lala yg memiliki body seperti gitar spanyol itu.
sesampai ditempat meeting Lala yg berjalan selalu dibelakangnya membawa laptop untuk presentasi dia berdoa sebelum persentasi. setelah semua persentasinya diterima dia sangat senang sekali karena tender besar ini dimenangkan olehnya.
Dimas melihat presentasi Lala sangat kagum dia juga memandangi pak Haikal gebernur kota B seakan menatap Lala dengan penuh gairah membuat Dimas berdiri merangkul pinggang Lala, Lala pun terkejut dengan apa yg dilakukan Dimas kepadanya.
"waw bravo mba Kalya hasil anda seperti ekspetasi saya" ucap pak haikal memberikan salaman kepada lala
"terimakasih pakk, semoga proyek ini lancar" jawab lala agak sedikit risih dengan tangan dimas
"jangan lupa minta traktir sama pak Dimas mba Lala kalo pak Dimas ngga mau minta sama saya saja" goda pak Haikal
Lala yg sudah terbiasa dengan hal itu bersikap tenang karena itu pesan ibunya yg sudah punya pengalaman pahit dengan klien. Dimas yg melihat Lala tersenyum dengan perkataan pak Haikal berpikir bahwa gosip tentang lala itu bener.
"berarti nih cewe emang bisa dipake"gumam Dimas dalam hati.
setelah selesai meeting dimas menanyakan apa lagi jadwalnya hari ini kepada Lala.
__ADS_1
"tidak ada lagi pak cuma dikantor menandatangain berkas pak"
Dimas menyuruh supir untuk kembali kekantor dijalan menuju kantor dimas yg duduk dibelakang meminta Lala memesankan makanan untuknya karena memang sudah jam makan siang.
Setelah makan siang sampai Lala mengetok ruangan Dimas yg diadalamnya sudah ada Bima.
tok tok bunyi pintu
"masuk"
"ini pak makananya" Lala memberikan makanannya keatas meja Dimas
"taro situ la"
"tahan ya loe dim ngeliat yg kaya gitu tiap hari"
"mau ngga mau sih bim"
"masa loe kalah ama bokap loe dan orang direksi"
"gua mau dia yg nawarin dirinya sama gua"
"loe tawar aja dim"
__ADS_1
"gua pengen dia datang sendiri ke gua bim"
sudah 2 bulan Lala menjadi sekertaris Dimas, Dimas yg pemarah membuat semua karyawan takut kepadanya termasuk Lala yg juga sering terkena semburan dari mulut tajam Dimas.
Dimas selalu menggoda Lala tapi Lala tidak tergoda niat Dimas untuk meniduri Lala semakin kuat dikarenakan Lala keluar hotel berbarengan dengan kepala direksi pemasaran padahal mereka merapatkan pengembangan produk baru.
Karena hari ini Dimas ulang tahun dia diberi kejutan oleh Helena pacarnya Dimas yg datang kekantor membawa kue tapi kejutan itu tidak lama dimas harus rapat untuk produk baru.
setelah rapat dimas memanggil Lala.
"La kamu tidak memberi saya selamat"
"oh ya maaf pak, selamat ulang tahun pak"
"terimakasih la"
Dimas dan Lala berjalan menuju ruangannya lala selalu berjalan dibelakang Dimas karena hari ini Dimas lembur Lala membantu dimas untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Dimas keluar dari ruangannya melihat Lala yg sedang fokus dengan komputernya.
"La ayo pulang"
"oh iya pa bentar lagi, tanggung"
__ADS_1
setelah menunggu sebentarrr Lala menyelesaikan pekerjaanya dia mengeliat meretakan pinggang dan lehernya Dimas yg dari tadi memperhatikan lala tesenyum