
Pagi harinya Lala pergi kekantor bersama Dimas karena semalam baru mendapatkan jatah, jadi Dimas memperlakukan Lala dengan baik dia menggenggam tangan Lala sampai kemeja kerja Lala membuat semua karyawan perusahaan terkejut dengan sikap Dimas yg selama ini cuma dianggap memanfaatkan Lala.
"aku masuk dulu ya sayang" ucap dimas sambil mencium kening Lala
setelah Dimas masuk keruangannya Ayu segera menghampiri Lala.
"La gue tadi ngga salah liat kan?"
"yg kaya elu liat lah"
"tumben Dimas baik ama elu la"
"baru gue kasih nutrisi semalem makannya dia baik sama gue"
"pantasan aja"
"pantasan kenapa?"
"kalo elu ngga kasih jatah pasti tiap hari elu dimarahin"
"hmm udah gue masuk masuk kedalam dulu mau ngasih tau jadwal dia"
Lala masuk keruangan Dimas untuk memberitahu agenda kerja Dimas hari ini.
tok tok tok "permisi"
"masuk"
"pak jadwal bapak hari ini menghadiri rapat di hotel Andalas"
"jam berapa sayang?"
"jam 1 siang pak abis makan siang"
"ya udah kamu ikut ya"
__ADS_1
"baiklah pak , saya permisi dulu"
Lala keluar dari ruangan Dimas dia menyiapkan berkas yg harus dia bawa untuk menemani Dimas rapat ke hotel Andalas.
tiba tiba hp Lala berbunyi. Lala mengangkatnya karena dapat telpon dari Alan.
lala:hallo al
alan:kmu ikut dimas ke hotel andalas ngga yang?
lala:iya nih
alan:aku juga bakalan kesana
lala:oh ya?bisa ketemu dong kita sayang
alan:iyaa dong sampai ketemu ya cintakuh
lala:iya bep
Alan pun keluar dari ruangan rapat menarik Lala untuk mengobrol di lobby hotel, selama rapat berlangsung Alan dan Lala berpacaran dilobby hotel mereka bermesraan sambil memakan cemilan.
Setelah rapat selesai Dimas menghubungi Lala untuk mengajak Lala pulang tapi handphone Lala disilent membuat Lala tidak tau bahwa Dimas menelponnya berkali kali.
"kemana nih lala ditelpon ngga di angkat angkat"
Akhirnya Dimas memutuskan untuk pulang sendirian ketika dia keluar dari lift melihat Lala bersama Alan bermesraan apalagi Alan menyandarkan kepala ke paha Lala dan Lala mengelus kepala Alan membuat mereka seperti pasangan pengantin baru.
Dimas yg sudah murka melihat adegan Lala dan Alan, dia mengepalkan tinjunya berjalan menuju arah Alan dan Lala menarik jass Alan dan meninju Alan.
"apa apaan sih elu dim?"
"elu yg apa apaan al!"
Alan selama ini tidak tahu bahwa Lala dan Dimas sudah menikah, Lala mencoba menolong Alan tapi dia didorong oleh Dimas melihat Lala didorong Dimas. Alan menghampiri Lala membantu Lala berdiri.
__ADS_1
"kamu ngga apa apa yang"
"ngga sayang"
"yuk kita pergi dari sini" Alan mengangkat tubuh Lala.
Ketika Alan dan Lala berjalan Dimas mengambil tangan Lala dengan cepat.
"apa apaan elu main bawa istri orang" kata Dimas sambil menarik tangan Lala
"eh elu jangan kasar ama cewe gue" jawab Alan sambil meremas jass Dimas
"udah Al udahh ngga usah diladenin" potong Lala
"oh jadi kamu lebih milih pacar kamu dibanding suami kamu?" teriak Dimas dimuka Lala sambil mendorong bahu Lala
"maksud elu apa?" tanya Alan ke Dimas
"Lala isteri gue men dia milik gue dan elu ngga bisa bawa Lala pergi gitu aja" jawab Dimas
"La bener yg dibilang Dimas?" tanya dimas melihat Lala
karena Lala diam saja emosi Dimas tambah naik karena melihat Lala seperti tidak mau mengakuinya.
"Jawabbbbbbb" teriak Dimas dengan kencang sehingga membuat semua orang dihotel melihat kearahnya.
"iii yaa" jawab Lala gugup
"La bilang kalo semua ini ngga bener la" ucap Dimas mendekati Lala
"kenapa kamu tidak memberitahu Alan la kalo kita sudah menikah?" tanya dimas merendahkan nada biacarnya seakan penuh arti dalam
"aku kecewa sama kamu la aku pikir kamu ngga akan ngekhianti akuu" kata dimas mengguncang bahu Lala
"aku terpaksa nikah sama Dimas al karena Dimas cuma manfaatin aku buat perusahaannya, dan aku juga ngga cinta sama Dimas al aku cinta cuma sama kamu tolong lepasin aku al" Lala menangis sambil memegang pipi Alan.
__ADS_1