
"buk kata pak dimas besok hpnya dikasih"
"yah, ya udah deh makasih"
"saya permisi ya buk"
"haah"
"yaa mana hpnya ngga pake password lagii kan Dimas bisa buka tuh hp" gumam Lala yg kebingungan.
Dikamarnya Dimas mengambil Hp Lala membuka hp Lala yg tidak pakai password dia membuka semua isi chat Lala dan media sosial Lala, dia tidak menemukan chat Lala dan Alan di whatsapp tapi dia menemukan chat Lala dan Alan yg masih berpacaran di instagram.
"shitt gue dibegoin selama ini panatasan waktu gue nelpon Lala pake wa alan ngga diangkat nih orang emang udah kerja sama di dm ig awas aja ya elu al gue ngga bakalan biarin elu sama lala bisa main main dibelakang gue jangan harap elu bisa hidup lama kalo elu masih ngusik kehidupan gue"
Dimas yg didalam kamarnya sudah sangat emosi dia melemparkan semua barang yg ada diakamarnya, dia tidak percaya dengan pengkhianatan Lala dan Alan.
Dikamarnya Lala tidak bisa tidur karena memikirkan jika Dimas memeriksa Hpnya.
Lala memutuskan kekamar Dimas tapi dia tidak menemukan Dimas, dia melihat kamar Dimas yg sudah berantakan, dia mencari hpnya kemana mana juga tidak menemukannya. Akhirnya Lala kembali kekamarnya tapi hatinya tidak tenang tidurnya tidak nyenyak semalaman.
Besok paginya dia turun menggunakan rok dibawah lutut dengan kemeja putih yg ketat juga transparan membuat tanktop hitamnya kelihatan.
Dia turun kebawah tidak melihat Dimas dimeja makan akhirnya dia memutuskan untuk pergi kekantor diantar supir Dimas.
Sampai dikantor Lala tidak menemukan Dimas didalam ruangannya dia khawatir bahwa Dimas melihat semua isi hpnya dan membuka chatnya dengan Alan.
Akhirnya Lala menghubungi Dimas lewat telpon kantor karena ada pertemuan dengan klien tapi Dimas tidak mengangkat telponnya.
Tiba tiba Lala yg sedang panik dikagetkan dengan suara yg dia kenali, benar saja suara itu adalah suara Christ tetangganya sekaligus temen akrab Lala yg akan dia interview.
"cee gue mau ketemu elu buat interview"
"ngga usah interview gue terima elu"
__ADS_1
"tapi ce kalo ceo nya tau gimana?"
"tenang aja, ceonya ditangan gue kok"
"hmm" suara deheman dari Dimas yg tiba tiba datang
"selamat pagi pak Dimas"
"siapa yg ada ditangan kamu lala? saya atau kamu yg ada ditangan ini?" ucap Dimas sambil mengangkat tangannya
"saya cuma bercanda pak dimas"
"tapi saya tidak pernah main main Lala, ikut saya keruangan saya sekarang juga" ucap dimas ditelinga Lala
"bentar ya christ gue masuk dulu, pokoknya elu aman bakalan diterima ini masalah pribadi" bisik lala ketelinga christ.
Didalam ruangannya Dimas yg sudah menahan amarah dari tadi malam mencoba tenang.
"saya sudah membaca semua chat kamu dengan Alan"
"kamu lupa status kamu apa?"
"sekertaris yg dijebak bos nakal"
"bagus itu kamu tau, jadi kamu jangan main main, kamu tau keadaan Alan sekarang sekarat dirumah sakit?"
Lala yg kaget medengar ucaan Dimas, Lala tau betul bahwa Dimas tidak segan mennyakiti orang lain termasuk orang terdekatnya.
"Dimas saya mohon jangan sakiti Alan saya mohon dimas" Lala berjalan mendekati kursi yg Dimas duduki
"apa kmu lupa dengan yg kamu lihat dirumah saya?"
"saya mohon pak jangan sakiti Alan, sakiti saya saja jangan dia pak saya mohon"
__ADS_1
"disaat seperti ini saja kamu masih memikirkan orang lain daripada diri kamu sendiri"
"apa yg bapak mau dari saya akan saya turutin jika bapak berhenti nyelakain Alan"
"saya mau kamu tinggalkan Alan didepan mata kepala saya"
"saya akan telpon Alan pak sekarang"
Akhirnya Dimas memberikan hp Lala untuk menelpon Alan dia menyuruh Lala mengloudspekearkan telponnya agar bisa mendengar obrolan mereka.
lala:hallo al
alan:kenapa syg?
lala:kamu dimna?
alan:aku abis kecelakaan ditabrak orang dari belakang (mata lala langsung melihat kearah dimas)
lala:kita putus ya al aku ngga bisa lanjutin hubungan kita
alan:tapi la
lala:jaga diri kamu baikbaik, dan kamu lupain aku jangan ganggu aku lagi.
Lala langsung mematikan telponnya, karena tidak bisa menahan tangisannya akhirnya Lala menangis didepan Dimas.
"sekarang bapak puas kan ? jangan ganggu Alan lagi pak saya mohonn"
"kita liat aja nanti, hubungan kamu sama Alan emang putus atau masih berlanjut" Dimas bangkit dari tempak duduknya memegang pipi Lala dia mengelus pipi Lala.
"saya sudah ikuti semua kemauan bapak, saya mohon pak"
"baiklah kalau begitu, kamu jangan nangis lagi"
__ADS_1
Dimas memeluk Lala dan ingin mencium pipi Lala tapi Lala mengelak, dia mengambil hpnya dan pergi meninggalkan ruangan CEO.