
Sore harinya Lala bersiap siap untuk pulang tiba tiba mendapatkan telpon dari Dimas yg meminta dibuatkan kopi.
Lala meletakan kopi dimeja tapi Dimas meminta Lala menemaninya untuk lembur akhirnya Lala duduk disofa sambil memainkan hpnya.
Karena melihat Lala tertawa Dimas merampas hp Lala dia memeriksa semua hp Lala dia menghapus semua foto Lala dan menghapus pesan dari Alan.
"saya tidak mau melihat kamu dengan Alan masih menjalin hubungan atau nanti kamu tau akibatnya kamu tidak akan melihat Alan lagi"
"iya siap pak"
Lala hanya melihat Dimas kebingungan dia mendekati Dimas untuk membantu Dimas.
"ada yg bisa saya bantu pak?"
"tidak usah kamu cukup melayani saya saja ini sudah jadi tugas saya"
"tapi saya bisa membantu bapak"
"klo bisa kunci pintunya tutup tirainya buka baju kamu"
"hmm maaf pak saya tidak bisa kalo yg itu"
"kenapa tidak bisa bukannya kamu harus menjalankan kewajibanmu sebagai istri melayani suami semenjak menikah saya belum pernah mendapatkan pelayanan kamu"
"oh nanti aja pak dirumah"
"oke kalau gitu kmu duduk aja"
Lala yg reflek menjawab seperti itu karena kehabisan kata kata takut Dimas melakukan itulagi tapi dia malah menjebak dirinya sendiri.
__ADS_1
Didalam mobil Dimas tersenyum kepada Lala seakan Lala siap melakukannya.
sampai dirumah Lala masuk kekamar mandi dia langsung tidur waktu Dimas masuk kekamar mandi karena dia takut Dimas melakukannya.
Besok paginya Lala bangun dari tidurnya dia mandi setelah selesai mandi Lala berdandan didepan kaca Dimas memanggil Laala untuk meminta Lala memasangkan dasi.
Lala memasangkan dasi Dimas membuat Dimas bergairah, Dimas menciumi pipi Lala membuat Lala mundur satu langkah.
"saya mau minta hak saya"
"tapi ini sudah pagi pak"
"saya tidak peduli"
"saya tidak mau pak" Lala berusaha kabur tapi karena rambutnya panjang membuat Dimas menarik rambut Lala membuat Lala kesakitan.
"maafkan saya pak, pagi ini kita ada rapat penting pak yg dihadiri pak Adijaya"
"Saya tidak peduli yg saya mau kamu melayani saya"
"tapi pak"
Dimas melihat Lala menangis pun melepaskan Lala karena dia tidak tega melihat Lala menangis kesakitan.
Sampai dikantor Lala dan Dimas berjalan keruangan meeting, Lala memegang tangan Dimas membuat dimas kaget dengan yg Lala lakukan.
"kenapa la?"
"saya cemas pak"
__ADS_1
"sini saya kasih vitamin"
"ngga usah pak"
Lala pun mempersentasikan proyek barunya dengan tenang dan lugas membuat semua yg ada didalam ruangan terpukau dengan hasil persentasinya.
Proyek yg lala dapatkan adalah proyek besar membuat keuntungan besar bagi perusahaan.
Adijaya memberi selamat kepada Lala dan Dimas.
"kamu sama persis seperti mama kamu lala, terimakasih ya la"
"sama sama pak"
"jangan panggil pak lagi kmu kan sekarang menantu saya"
"oh maaf pa"
"kamu emang pintar cari istri dim"
"ah iya dong pa karena muka aja ngga cukup kalo ngga bisa diandalin"
Nedengar kata kata Dimas Lala sakit hati karena Dimas benar benar memanfaatkannya, Lala pun pergi meninggalkan mertua dan suaminya dia ketoilet tiba tiba waktu keluar dari pintu toilet Dimas masuk kedalam toilet.
"kalo kamu teriak semua orang bakalan kesini dan ngeliat saya dengan kamu disini"
"kenapa bapak kesini bukannya bapak punya toilet dirungan bapak"
"saya mau vitamin la"
__ADS_1