
Hari sudah hampir siang Dimas juga belum mendapatkan kabar dari anak buahnya.
Setelah bersiap pulang kantor barulah anak buahnya memberi kabar bahwa mereka menemukan Lala.
"bawa dia kerumah ikat tangannya"
Setelah sampai rumah Dimas menunggu diruang tamu, Lala diseret masuk kedalam rumah.
Dia terduduk didepan Dimas yg sedang duduk disofa, Dimas pun berdiri melihat Lala yg berusaha berdiri dia ingin memeluk Lala.
"jangan pegang saya pak saya bau keringat"
Dimas tidak jadi memeluk Lala, kemudian Dimas menyuruh pelayannya membawa Lala kekamarnya untuk mandi.
setelah 1 jam lebih Lala dikamar dia memakai lotion serta cream muka dan juga memakai vitamin rambut sambil mengeringkan rambutnya.
Setelah selsai Lala menyisir rambutnya tiba tiba Dimas masuk mendekati Lala dia mencengkam dagu Lala dengan kuat.
"kamu pikir kamu bisa dengan mudah kabur dari saya? jangan harap la!! jika kamu berani mengancam saya, saya tidak segan melukai kamu"
"maaf pakk"
"mana pistol yg kamu bawa"
"saya buang dijalan pak"
__ADS_1
"udah bisa bohong kamu ya"
"saya buang pak soalnya saya takut ditangkap polisi"
"ayo kebawah turun kamu pucat kita makan malam" sambil melepaskan dagu Lala dengan kuat. membuat Lala meringas kesakitan.
Dimeja makan Lala dan Dimas saling diam, karena Lala takut dengan sifat Dimas yg sering menyakiti Lala.
Selesai makan Dimas menyuruh Lala masuk kekamar Lala berjalan naik ke atas untuk masuk kamar. Dimas pun mengikuti Lala dari belakang, karena Lala melihat sesuatu diujung kakinya jadi Lala memberhentikan langkahnya Dimas yg mengikut Lala dari belakang menabrak Lala membuat Lala terjatuh.
"makannya jalan tuh pake mata"
"iya maaf pak"
Lala masuk kekamar dia duduk disofa sambil memainkan hpnya.
"nih laptop tolong kamu buatkan laporan pengembangan proyek toll kalo sudah ke flashdisk ini"
"iya pak"
"saya tunggu diruangan kerja saya"
Lala pun membuat laporan yg diminta Dimas setelah laporannya beres Lala masuk kedalam ruangan kerja Dimas Lala melihat Dimas didepan komputernya.
"ini pak flashdisknya"
__ADS_1
"coba kamu cek dulu laporan yg saya buat la"
Lala mencoba mengalihkan arah komputer agar dia bisa melihat.
"lihat dari sini la" pinta dimas sambil menepuk pahanya
"tidak usah pak saya lihat dari sini saja"
"kamu yg kesini atau saya yg kesana"
Akhirnya Lala duduk dipangkuan Dimas, Dimas pun tertawa dengan hasil yg dia perbuat.
Dimas memainkan kursi yg dia dan Lala duduki untuk maju mundur karena kursinya kursi roda membuat Dimas semakin mudah menggerekan kursi.
Lala pun tidak fokus melihat semua laporan yg Dimas buat karena dia tidak berani dengan Dimas dia menahan kursi yg dia dan Dimas duduki dengan tangan memegang meja dengan kuat. Karena sadar Lala menghalangi keusilannya Dimas meraba punggung Lala membuka pengait bh Lala sehingga membuat tubuh Lala bergetar Lala pun membetulkan pengait bh nya tapi Dimas mendorong kakinya kemeja membuat kursi yg dia dan Lala duduki berjalan kencang menjauh dari meja.
Lala pun terkejut dia bersandar didada Dimas, Dimas pun melingkarkan tangannya keperut Lala sambil menciumi leher Lala karena cemas Lala pun mencari ide agar dia bisa kabur.
"maaf pak saya izin ke kamar mandi dulu"
"mau ngapain kamu?"
"saya mau pup pak"
"ya udah pup disini aja"
__ADS_1