
"siapkan segala keperluannya sekarang"
"baik pak" lala keluar meninggalkan ruangan dimas
Didalam mobil Lala mengganti high heelsnya menjadi sepatu kets, dia selalu duduk didepan sambil memainkan hpnya dimas hanya melihat dari belakang sesampainya di tempat konstruksi lala berjalan dibelakang dimas untuk menemui kepala tukang.
setelag berbincang cukup panjang dengan kepala tukang lala mencatat semua apa yg harus mereka lakukan. Dimas meninggalkan lala untuk ke atas melihat bangunan lala duduk dikursi plastik bersebelahan dengan kepala tukang.
setelah mengecek semua bangunan dimas menemui lala dan mengakak lala pergi.
"pak kalo udah bosan lempar sama saya ya" ucap kepala tulang itu sambil melihat lala
"mari pak kamu duluan semangat ya kerjanya"jawab lala
"kamu kalau murahan jangan ditampakan" kata Dimas menyindir Lala
"iya pak"
"kamu naik belakang sama saya"
"baik pak, jadwal bapak semuanya sudah selesai"
Dimas mendapatkan telpon dari helena untuk pergi makan siang bersama.
"sekarang saya antar kamu balik kekantor la"
sesampainya dikantor lala yg dari tidak ada pekerjaan dia santai sambil memainkan hpnya. tiba tiba ayu datang membawa dokumen untuk minta tanda tangani dengan ceo.
"la pak dimasnya ada?"
__ADS_1
"keluar yu"
"ntar kalo udh balik ntar kasihin ya la soalnya besok mau dipersentasiin ntar gue ambil"
"iya yu"
setelah selesai makan siang dengan helena dimas kembali kekantor, lala langsungsung memberikan berkas yg hatus diatanda tangani oleh dimas.
selesai menanda tangini berkas itu dimas menyuruh lala untuk memesan kamar hotel.
"besok malam saya tunggu kamu dihotel itu la"
"ada acara apa pak?"
"tanggung jawab kamu atas losenya tender"
"bukannya tender itu dapat ya pak? ini berkasnya"
"oh dapat ya?"
"iya pa"
"ya udah keluar sana"
saat dijalan parkiran untuk pulang lala berpapasan dengan bima, bima adalah lelaki yg dulu mendekati lala waktu lala masuk kerja tapi dia termakan gosip orang orang diperusahaan sehingga membuatnya menjauhi lala.
"sore pak dimas"
"sore la"
__ADS_1
"saya duluan ya pak"
"ya la"
"njirr senyumannya manis banget tuhann kalo aja elu cewe baik baik lah gur orang yg pertama ngawinin elu" seru batin bima
Besok paginya Lala datang bersamaan dengan dimas melihat lala menaiki lift dia segara berlari untuk menyusul lala.
"bukannya bapak punya lift pribadi pak?"
"ayo" dimas menarik tangan lala
"kemana pak?"
"naik lift pribadi saya"
didalam lift dimas mendekati lala membuat lala cemas menjauhi dimas sehingga badannya terbentur dinding lift.
"bapak mau apa?" lala bertanya seakan tenang dengan sikap yg dilakukan dimas kepadanya agar dimas tidak curiga
"saya mau vitamin pagi la" jawab dimas sambil mengangkat dagu lala
"maaf pak dimeja saya sudah ada nanti saya antarkan keruangan bapak"
"saya maunya ini la" tiba tiba dimas mencium bibir lala.
lala mendorong dimas dia mengluarkan tisu dari dalam tasnya dan mengelap bekas liptint dibibir dimas perlakuan lala membuatnya jantungnya berdegup kencang.
lift pun terbuka dimas menyuruh lala duluan karena dia masih ada pekerjaan.
__ADS_1
Padahal dia berbohong karena dia ingin menetralkan jantungnya setelah detak jantungnya normal dia berjalan melihat lala sedang memakai liptintnya kembali.
"nanti juga abis lagi la" ucap dimas sambil berjalan.