
Dimas yg pulang kerumah melihat keadaan Lala yg masih sangat pucat.
dia tidak tega ditambah lagi luka dibadan Lala.
Dimas mendekati Lala.
"sayang gimana keadaam kamu?"
"saya akan jauh lebih sehat kalau kamu menceraikan saya"
"aku tidak bisaa la, kamu boleh minta yg lain tapi tidak kalo cerai"
"kenapa tidak bisa? karena kamu tidak bisa memanfaatkan saya lagi? tenang saja pak saya akan tetap bekerja dengan anda nantinya"
"bukan itu masalahnya la, saya minta maaf la saya janji tidak akan menyakiti kamu lagi"
"jangan pernah berjanji jika anda tidak akan menepatinya, hidup saya jauh lebih baik jika anda menceraikan saya pak Dimas"
"sampai kapan pun saya tidak akan menceraikan kamu kecuali saya sudah bosan dengan kamu"
"apa yg anda mau dari saya agar saya bisa keluar dari sini?"
"saya mau kamu jatuh cinta dengan saya , jika kamu sudah jatuh cinta dengan saya keluarlah saya tidak perduli"
Kemudian Dimas meninggalkan Lala untuk membersihkan diri, Lala yg ingin pergi dari rumah Dimas tidak bisa keluar karena banyak pengawal melarang Lala pergi dari sini.
__ADS_1
Dimas yg keluar dari kamar mandi melihat Lala tidak ada disana, dia mencari cari keadaan Lala, kemudian Dimas turun kebawah untuk menembak mati Robby yg sudah mengkhiantinya.
Didalam gudang bawah tanah Dimas masuk memarahi Robby.
"kenapa anda mengkhianti saya pak?"
"saya benci dengan kamu yg memperlakukan saya dengan kasar"
"baiklah kalau itu jalan yg anda mau, anda sendiri yg menyerahkan nyawa anda kepada saya"
Lala yg melihat Dimas pergi keujung tembok rumahnya mengikuti Dimas dari belakang tiba tiba ada suara ledakan yg keluar dari situ.
Dooooorrrrr.
Mata Lala terbelalak melihat Dimas menembak kepala pak Robby.
Ketika membalikan badannya hendak keluar dia melihat Lala.
Lala langsung berlari masuk kekamar tamu mengunci pintunya dia mendorong sofa agar menahan pintunya jika Dimas sewaktu waktu mendobrak.
Dimas memanggil Lala dari luar pintu.
"la laa buka pintunya"
"jauhin saya pakk, saya tidak mau bertemu dengan seorang pembunuh"
"tapi la dia mmg pantas dibunuh"
__ADS_1
"saya mau pergi dari sini lepasin saya pak saya mohon"
"La saya sudah janji tidak akan menyakiti kamu la"
"say tidak percaya"
"laa buka pintunya laa kita bicara baik baik"
"tidak perlu pakk saya tidak mau bicara dengan pembunuh, saya tau jika saya keluar nyawa saya menjadi taruhannya"
"saya tidak akan membunuh kamu"
"bapak sudah sering hampir membunuh saya besar kemungkinan bapak kali ini akan membunuh saya"
"tidak la tidakk kamu keluar duluuu laa"
"saya tidak akan keluar kecuali bapak membawa mama saya kesini setidaknya sebelum saya mati ditangan anda mama saya tau bahwa anda bukan orang baik yg sering mama saya ceritakan"
"laa kamu ngga akan mati, hidup dan mati kamu ditangan allah laa keluar dong la"
Dimas sudah kehilangan akal untuk membujuk Lala membuka pintu tapi Lala tidak juga mau membuka pintu.
Besok Paginya Dimas memanggil Lala.
"La ini makan buat kamu saya pergi kekantor dulu, jangan lupa makan dan minum obatnya"
Dimas pergi kekantor dan Lala keluar dari kamarnya dia mencari cara agar bisa kabur dari rumah Dimas, dia tidak mendapatkan cela kabur karena tembok dirumah Dimas sangat tinggi.
__ADS_1