Ceo Nakal Terjebak Sekertaris

Ceo Nakal Terjebak Sekertaris
kesakitan Lala


__ADS_3

Tiba tiba ada orang mengetuk pintu ruanganya.


5 orang anak buah Dimas masuk membawa berkas.


"kenapa dengan pak wanita ini bang Dimas?"


"dia tersangkanya"


"bukan bang, tersangkanya bukan mba lala tapi Robby bendahara perusahaan anda salah 1 orang kepercayaan pak Adijaya"


"kamu serius?"


"ya ini buktinya semua lengkap dan terperinci mulai dari dia mengubah semuanya dan sampai dia memutuskan cctv"


"kalian tangkap Robby jangan sampai kabur dan ingat jangan ada yg melihat bawa dia kerumah saya kita habisi dia malam ini juga"


Dimas menatap Lala yg lemas dan tidak ada suara dia menelpon Bima untuk tidk jadi menyuruh Alan kesini dia juga membatalkan janjinya dengan tante Anita.


Dimas melepaskan ikatan yg ada dibadan Lala, dia merasakan tubuh Lala yg melemas seperti tidak ada tulang.


Dimas membawa Lala masuk kedalam mobil, dia memberi Lala minum tapi respon dari badan Lala tidak ada respon.

__ADS_1


Sampai dirumah Dimas menyuruh pelayan membersihkan luka Lala dan mengganti baju Lala.


Dimas yg melihat Lala sangat lemas merasa bersalah, dia sudah sangat menyakiti Lala dia memperlakukan Lala seperti tidk punya hati, Dimas melihat paha Lala yg sudah diberi obat merah melihat leher Lala yg biru.


Dimas menciumi tangan Lala menunggu Lala bangun.


jam 10 Malam Lala bangun mendapatkan sekujur tubuhnya sakit dia tidak bisa mengerakan leher dan badannya.


Dimas masuk mendekati Lala dia memegang pipi Lala tapi Lala takut dia seperti orang ketakutan dia duduk dan menyeret badannya untuk menjauh dari Dimas.


"La maafin aku la aku bener bener minta maaf la"


"kenapa saya masih hidup?"


"kenapa saya masih hidup ? atau jangan jangan sebentar lagi saya akan ditembak mati?"


"ngga la kamu ngga akan pernah mati la, maafin aku la aku udah nuduh kamu aku udah ngga percaya sama kamu maafin aku laa aku nyesel"


"artinya bapak sudah tau kalo saya tidak korupsi?"


"laa saya minta maaf, saya siap kalo kamu pengen balas"

__ADS_1


"tidak perlu pak , saya ingin bapak menepati janji bapak"


"saya akan tepati la kalo kamu maafin saya"


"karna saya tidak korupsi berarti bapak harus menceraikan saya"


"saya tidak mau, jangan harap saya akan menepati janji saya"


"bukannya bapak sudah berjanji untuk menceraikan saya jika saya tidak melakukan korupsi"


"saya tidak pernah berjanji, itu keluar dari mulut kamu sendiri"


"saya mau cerai pak, saya ngga mau hidup dineraka saya mau pergi dari sini pak" Lala menangis


Melihat Lala teriak histeris Dimas pun keluar dari kamar, dia menyuruh pelayan rumahnya untuk memberi makan Lala karena dari tadi pagi Lala belum makan.


Setelah merasa sudah kembali stabil Dimas masuk kekamar melihat Lala tidur wajahnya sangat pucat badannya panas dia mencium pipi Lala.


"la maafin aku ya aku udah nuduh kamu aku udah buat kamu jadi kaya gini aku nyesel la. Aku cinta sama kamu maafin aku laa jangan tinggalin aku la"


Dimas tidur disebelah Lala sambil memeluk Lala dan menempelkan mukanya keleher Lala karena leher Lala sangat panas akhirnya Dimas menjauh Dimas tidak bisa tidur melihat keadaan Lala.

__ADS_1


Besok paginya Dimas menelpon dokter untuk mengecek keadaan Lala, dia meninggalkan Lala untuk pergi kekantor.


__ADS_2