
Lidya kini duduk di kursi sofa menunggu Teddy datang. Lidya merasa kalau saat ini apartemen Teddy kosong tidak ada orang.
"Orang kaya terkadang sangat aneh. Sifat hati-hati dan waspada nya kurang. Apartment dengan barang-barang mewah seperti ini ditinggalkan begitu saja tanpa dikunci. Apakah pak Syarif membiarkan pintunya terbuka. Jadi ketika aku tiba di apartemen ini, aku tidak menghubungi Pak Syarif dan juga Pak Teddy?" gumam Lidya.
Sementara di dalam bathtub kini Teddy masih berendam di dalamnya. Sesekali menenggak wine yang Teddy bawa di sana. Tiba-tiba ingatannya tertuju pada seorang wanita dengan penampilan yang sangat seksi. Tiba-tiba kepalanya menjadi pusing. Bayangan masa dulu ketika menjadi seorang purba beradu dengan bayangan dari ingatan menjadi Teddy sendiri. Ini seperti berperan ganda. Ketika menjadi seorang Teddy, pikiran nya benar-benar sangat kacau dan frustasi lantaran patah hati dengan seorang wanita yang bernama Sicilia. Namun ketika ingatan itu ke sosok laki-laki miskin yang bernama Purba, dada Teddy terasa seperti dihantam sebuah batu yang besar. Akhirnya tidak tahan dengan semua nya itu, Teddy menjerit keras. Suaranya terdengar di luar kamar mandi.
Lidya menggedor pintu kamar mandi di kamar pribadi Teddy. Namun di sana telah dikunci oleh Pak Teddy.
__ADS_1
"Pak Teddy! Anda tidak apa-apa?" teriak Lidya sambil mengetuk pintu kamar mandi itu. Teddy melebar matanya.
"Sicilia tiba! Dia datang kepada ku! Dia datang kembali dalam pelukan aku. Sicilia, aku tidak akan melepaskan kamu kali ini," gumam Teddy yang kini dikuasai pribadi Teddy yang frustasi seperti dulu. Minuman beralkohol itu membuat bayangan masa lalu kembali hadir. Menjadi sosok pribadi Teddy dan juga Purwa yang sebenarnya telah mati karena tertabrak mobil. Teddy seperti berperan ganda. Namun kali ini Teddy dikuasai jiwa Teddy yang lemah lantaran frustasi seorang wanita. Dan wanita itu adalah Sicilia.
Teddy kini turun dari bathtub dan mulai menyambar handuknya yang lebar. Handuk putihnya hanya dililitkan di bagian pinggang nya dan menutupi bagian pusaka saktinya yang bisa menyembur setiap saat. Langkahnya mulai terhuyung untuk membuka pintu kamar mandi di kamarnya. Pintu itu telah dibuka. Teddy menatap tajam mata Lidya yang kini sudah dianggapnya sebagai Sicilia.
"Sicilia!" ucap Pak Teddy dengan serta merta meraih tubuh Lidya yang dianggapnya sebagai Sicilia gadis yang digilainya. Sicilia gadis yang sudah meninggalkan nya demi karir nya sebagai model.
__ADS_1
"Pak Teddy! Aku bukan Sicilia!" ucap Lidya kini dalam dekapan dada bidang Teddy yang dingin dan basah lantaran habis berendam di dalam bathtub.
"Sicilia jangan tinggalkan aku lagi! Menikah lah dengan aku, sayang! Aku janji akan membahagiakan kamu, sayang!" ucap Teddy kini mulai merangkum kedua pipi Lidya. Jantung Lidya berdetak semakin kencang. Baru kali ini dirinya sangat dekat dengan Teddy. Wajah tampan dan bersihnya kali ini bisa dilihat secara dekat oleh Lidya. Siapapun jika sudah dalam posisi ini tidak akan mampu menolak untuk didalam dekapan dada bidangnya.
"Katakanlah, Sicilia! Kamu mau menikah dengan aku," ucap Teddy kembali. Lidya dengan terpaksa menganggukkan kepalanya. Teddy tersenyum dan tidak lama kemudian tubuh ambruk dalam pelukan Lidya.
"Eh, pak Teddy! Pak Teddy!" teriak Lidya yang kini mulai panik. Akhirnya Lidya membawa tubuh pak Teddy ke atas peraduan. Untung saja tadi Teddy sudah keluar dari kamar mandi dan saat ambruk di dalam pelukan Lidya sudah tidak jauh dari tempat tidur mewah di kamar Pak Teddy. Kini Lidya mulai mengelap badan Teddy dengan handuk lantaran masih dingin dan basah. Lidya dengan telaten memberikan minyak kayu putih di sana. Kali ini Lidya mulai bekerja memijat seluruh badan Pak Teddy sampai Pak Teddy terdengar mendengkur karena tidur nya yang sudah lelap.
__ADS_1
"Aku pikir, Pak Teddy ini kebanyakan minum! Dia berhalusinasi dengan wanita yang ia cintai. Siapa wanita itu? Sosok Teddy yang pekerja keras bisa dibuat kacau dan frustasi hanya dengan seorang wanita. Aku menjadi sangat penasaran dengan wanita itu," gumam Lidya sambil memijit bagian punggung Teddy dan mengoleskan minyak Zaitun di sana.