CEO PEMANJA ISTRI

CEO PEMANJA ISTRI
TERJADI LAH


__ADS_3

"Maaf, sekarang bukanlah waktu kita untuk menikmati sesuatu yang indah itu. Karena kita belum menjadi pasangan yang halal itu. Sebelum aku menikahi kamu, aku tidak akan merusak kamu, Rere. Kembalilah ke kamar kamu dan istirahat lah. Mimpi yang indah yah!" ucap Erik seraya meninggalkan Rere yang masih di atas peraduan. Betapa malunya Rere ketika berpikir bisa mengajak Erik atau laki-laki idamannya untuk menikmati malam panjang itu di atas peraduan.


"Aku sangat malu sekali," gumam Rere sambil turun dari tempat tidur itu dan keluar dari kamar itu.


Namun sebelum Rere benar-benar keluar dari kamar Erik, Erik memanggilnya kembali.


"Rere!" panggil Erik sambil mendekati Rere.

__ADS_1


Erik serta merta kembali mengecup bibir Rere. Rere kini menahan bibir Erik supaya berlama-lama memainkan bibirnya. Detak jantung keduanya semakin kencang. Aliran darah Erik dan juga Rere bergejolak. Erik ingin menolaknya namun gejolak nya semakin kuat membuncah menuntut lebih dan memberontak. Apalagi Rere sudah mulai menggigit bibir Erik dengan pelan. Rere ingin lebih dari itu. Tangan Rere pun sudah ikut bermain-main manja di area sensitif milik Erik. Mengelus dan mengusap dengan penuh kelembutan. Erik tentu saja sudah sangat sulit untuk menolak semua itu. Erik ingin merasakan keindahan dan kenikmatan itu bersama wanita yang sudah menggodanya. Tangan nakal Rere sudah mulai menyusup ke dalam celana. Mencari benda pusaka yang diagung-agungkan oleh Erik yang dia bilang masih selalu dijaganya selama ini. Menjaga perjaka nya untuk wanita yang akan Erik pilih sebagai istrinya.


Namun malam ini, apakah Erik akan melepaskan pertahanan dirinya? Demikian juga halnya Rere. Apakah Rere dengan kerelaan hati melepaskan mahkota dirinya dan menyerahkan semuanya kepada Erik? Apakah segel itu akan dibukanya untuk Erik, laki-laki sebagai dosen mudanya di kampusnya itu? Nyatanya keduanya sudah saling bersentuhan. Keduanya sudah mulai mengikis jarak. Mereka saling membelai dan mencari titik-titik sensitif untuk memberikan sensasi rasa nikmat ke masing-masing pasangan nya. Bahkan mereka kini sudah saling membantu melepaskan semua yang masih melekat di badan mereka.


Erik kini membaringkan Rere dan mulai mendukung gadis perawan yang merupakan mahasiswanya. Rere menatap satu wajah Erik yang mulai terlena menikmati setiap inci bagian lekukan tubuh Rere. Bibir Rere kini lolos menyuarakan suara merdu di sana. Semakin Rere menger@ang dan mendes@h, Erik semakin merasakan bersemangat untuk menikmati pergumulan malam itu.


"Kak Erik!" gumam Rere. Erik tersenyum lebar. Tangannya mulai membelai lembut rambut Rere. Lalu mengecup dahi Rere. Kemudian turun ke bibir Rere kembali. Selanjutnya ciuman panjang pun terjadi kembali. Dengan penuh gairah keduanya saling mendominasi permainan secara bergantian.

__ADS_1


"Awalnya pura-pura gak mau nih orang saat aku goda dan ajak menikmati malam panjang ini. Namun setelah dia sudah tidak bisa menolak rasa nikmat itu. Akhirnya seperti cacing kepanasan yang sudah kehabisan air," batin Rere sambil tersenyum lalu mencengkram bahu Erik.


"Kak Erik, ini pertama kalinya aku melakukan nya dengan kakak," ucap Rere.


"Jangan khawatir! Aku akan melakukannya dengan pelan-pelan dan hati- hati, sayang!" kata Erik. Rere memejamkan matanya seraya mempererat pelukan nya.


🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


Dua mobil mewah itu terlihat beriring kembali dari jalan puncak. Tujuannya adalah kembali ke kediaman rumah Teddy. Satu mobil itu ada sepasang pengantin baru. Dan mobil satunya ada Erik beserta Rere.


Ketika di dalam mobil dimana ada Erik dan juga Rere. Mereka duduk di belakang dengan membawa sopir pribadi. Kedua tangan mereka saling bertautan Seolah tidak mau dipisahkan Demikian juga pasangan Erik dengan Rere. Mereka tidak melepaskan genggaman tangan mereka setelah mereka sudah melakukan sesuatu yang lebih intim. Hubungan keduanya seperti tidak mau terpisahkan lagi. Hal itu terlihat dari sikap Erik terhadap Rere. Awalnya Erik masih ragu-ragu dengan hubungan nya dengan Rere. Namun setelah kejadian malam itu, Erik sudah yakin dan membulat kan tekadnya untuk menikahi Rere. Demikian juga dengan Rere.


__ADS_2