
Jantung itu semakin bergemuruh kencang saat Teddy memeluk Lidya dengan erat. Malam semakin menyatukan keduanya dalam dingin angin malam yang semakin menyeruak. Kini keduanya saling berhadap-hadapan dan kedua bola mata mereka saling beradu dengan pikiran yang berkecamuk segala rasa dan ingin. Keinginan yang lebih dari sekedar berpelukan. Namun mereka sadar, ini belum lah saatnya. Hingga sampai akhirnya Teddy menarik tangan Lidya dan menuntunnya ke meja makan dengan berbagai jenis hidangan sudah tersaji di sana. Lilin yang menyala sebagai pemanis di atas meja. Ditambah setangkai bunga itu sudah disiapkan untuk Lidya dari Teddy. Lidya dan Teddy kini sudah duduk berhadap-hadapan.
"Ini untuk kamu, Lidya!" ucap Teddy seraya menyerahkan seikat bunga mawar putih untuk Lidya.
"Untuk aku?" sahut Lidya dengan senyuman yang mengembang. Teddy mengangguk tanda membenarkan.
"Bunga yang indah, untuk wanita yang cantik seperti kamu, Lidya!" ucap Teddy dengan mata membulat.
"Ayo kita makan, dan jangan sampai kamu kelaparan ketika bersama dengan aku," kata Teddy. Lidya nyengir kuda lalu tanpa malu mulai mengambil makanan yang sudah tersaji di atas meja.
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀
Di tempat lain Rere masih saja bahagia karena saat ini dirinya sudah memiliki pacar yaitu Pak Erik. Pak Erik dosen muda yang dari dulu masuk kuliah di jurusan nya naksir berat dengan dosen muda yang tampan itu. Semua ini berkat Lidya yang bisa mendekatkan dirinya dengan Pak Erik. Dosen muda itu.
Malam ini Rere ingin berkencan dengan dosen muda itu, yaitu Pak Erik. Di jam malam tepatnya jam delapan malam, Pak Erik kini sudah di depan rumah Teddy. Benar! Setelah makan di kafe dan akhirnya jadian itu, Rere belum kembali ke rumah orang tuanya. Rere pulang ke rumah kakak nya, kak Teddy. Dan kini Rere meminta Pak Erik menjemputnya di alamat rumah kakaknya, kak Teddy.
Setelah bersiap dan berdandan, Rere segera keluar dari rumah itu mendatangi Pak Erik yang sudah menunggu nya di depan gerbang rumah Teddy yang bak istana. Memang ada baju Rere juga ada di rumah kakaknya itu, jika dirinya ingin ke rumah kakaknya tidak perlu membawa banyak baju ganti di sana. Rere sudah di samping mobil Pak Erik dan Erik pun membukakan pintu mobilnya untuk Rere.
"Hai, maaf lama menunggu yah kak?" tanya Rere basa-basi.
__ADS_1
"Tidak! Oh iya, ini rumah siapa?" tanya Pak Erik.
"Oh ini? Ini rumah kakak aku, kak Erik! Kakakku nama nya kak Teddy, dia saat ini lagi keluar bersama Lidya. Dan Lidya itu adalah calon kakak ipar aku," jelas Rere. Pak Erik mulai mengerti kenapa Rere dan Lidya sangat dekat seperti kepompong kupu-kupu.
Rere masuk ke dalam mobil Pak Erik lalu mobil itu mulai melaju meninggalkan bangunan rumah yang luas dan megah itu. Kembali Rere tersenyum sembari melihat kekasih barunya yang saat ini sedang menyetir mobilnya.
"Kita mau kemana, Re?" tanya Pak Erik.
"Terserah kakak Erik saja! Aku diajak kemana pun mau, asal bersama kak Erik," ucap Rere yang saat ini benar-benar lagi berbunga-bunga dengan Erik, si dosen muda yang tampan dan berbodi atletis.
__ADS_1