
Keesokan hari nya, Lidya membuka matanya. Di dapati dirinya sedang dipeluk oleh Teddy dalam keadaan Sama-sama polos. Lidya merasakan bagian pribadinya terasa nyeri. Senjata rahasia yang dimiliki Teddy yang selama ini disimpan dan disembunyikan nya itu benar-benar membuat Lidya terkoyak mahkotanya. Dengan ukuran yang besar dan panjang membuat Lidya seperti terpahat dalam kungkungan Teddy di waktu fajar tadi.
Lidya mulai menuruni tempat tidur itu dan hendak mandi di kamar mandi ruangan itu. Matanya sontak melihat di sprei tempat tidur ada bercak darah. Tidak banyak hanya sedikit saja. Mungkin itukah darah perawan yang pecah lantara dihantam selaputnya dengan benda tumpul yang keras dan panjang milik Teddy saat menghujani nya. Lidya kini benar-benar menjadi wanita milik Teddy seutuhnya. Dia menjadi istri Teddy yang sah.
__ADS_1
Di bawah shower, Lidya membasahi seluruh tubuh nya dari bagian atas kepala sampai kaki. Rambutnya yang terurai lurus kini telah basah oleh air. Sampo itu sudah membersihkan rambutnya. Lidya harus mandi besar karena sudah melalui kegiatan ritual suami istri yang melelahkan. Kini mulai beralih membersihkan bagian-bagian tubuh nya dengan sabun mandi yang wangi. Ternyata banyak sekali bekas tanda cinta dari Teddy di setiap lekuk bagian-bagian tubuh milik Lidya. Merah dan itulah salah satu bukti kalau Teddy sangat ganas dan berhasrat melakukan itu dengan Lidya.
Teddy membuka mata. Tangannya mulai meraba-raba di sebelah nya. Teddy tidak mendapati Lidya ada di samping nya.
__ADS_1
"Lidya! Kamu di mana?" gumam Teddy. Namun suara gemericik air dari dalam kamar mandi terdengar ditelinga Teddy. Teddy tersenyum lalu hendak menyusul masuk ke kamar mandi di mana istrinya sudah membersihkan dirinya.
Teddy mencoba membuka handle pintu kamar mandi itu. Teddy berusaha mencari keberuntungan di pagi itu. Tentu saja dia masih ingin mengulangi yang sudah ia lakukan di fajar tadi bersama dengan Lidya. Ini lah pasangan pengantin baru yang haus dengan kegiatan barunya itu. Apalagi Teddy baru sekali melakukan nya dengan Lidya. Demikian juga halnya dengan Lidya.
__ADS_1
"Lidya, sayang! Apakah kamu di dalam?" kata Teddy seolah-olah mencari keberadaan Lidya. Ini adalah keberuntungan Teddy Karena pintu kamar mandi tidak dikunci oleh Lidya. Lidya melebarkan matanya melihat Teddy masuk ke dalam kamar mandi itu. Padahal Lidya saat ini masih bulat-bulat tanpa sehelai benang pun. Mandinya sudah mulai selesai. Namun Teddy masuk tiba-tiba dan mendekati Lidya dan mulai mendekapnya. Lidya tidak bisa memberontak dan menolak kembali keinginan suami nya. Dengan pasrah menerimanya serta melakukan ritual pengantin di pagi hari.
Guyuran air shower semakin menambah irama indah dari penyatuan itu. Suara mereka bersahutan dengan irama air mengalir yang gemericik. Sampai akhirnya keduanya menyudahi kegiatan itu dan kembali membersihkan diri mereka.
__ADS_1