CEO PEMANJA ISTRI

CEO PEMANJA ISTRI
CALON KAKAK IPAR


__ADS_3

Lidya berjalan melewati teman-temannya yang menatap dirinya dengan tatapan aneh dan sulit dimengerti. Lidya mencari keberadaan Rere di kampus itu. Namun belum juga Lidya melihat nya pagi itu. Hingga suara teriakan Rere dari jauh membuat Lidya tersenyum lega.


"Aku pikir, Rere tidak masuk kuliah siang ini," gumam Lidya lalu ikut menghampiri Rere.


"Halo calon kakak ipar! Bagaimana kabar kamu?" sapa Rere sambil mencium pipi kanan dan kiri Lidya. Lidya tersenyum mendengar dirinya disebut dengan kata calon kakak ipar. Beberapa pasang telinga yang mendengar sapaan Rere tadi langsung menjadi menengok ke arah mereka berdua. Lidya kini merangkul pundak Rere dan mengajaknya masuk ke ruangan yang akan dipakai untuk kuliah siang ini. Rere menjadi penasaran apa yang akan diceritakan Lidya kepada dirinya.


"Ada apa Lidya? Sepertinya serius," tanya Rere. Keduanya duduk di kursi yang saling berdekatan. Kini Lidya mulai bercerita.


"Kamu tahu Sicilia kan, Re?" tanya Lidya. Rere mengerutkan dahinya.


"Tentu saja aku sangat mengenalnya. Dia dulu adalah kekasih Kak Teddy. Mereka hampir saja menikah dan Sicilia bakal menjadi kakak ipar ku. Namun entah apa yang terjadi, tiba-tiba Sicilia pergi begitu saja dari hari pernikahannya sendiri. Padahal saat itu semua nya sudah siap dilaksanakan. Sicilia menggagalkan pernikahannya dengan kak Teddy dan terbang ke luar negeri demi karier nya menjadi model. Sebenernya saat itu sempat mereka bicarakan dan sampaikan kepada kak Teddy yang tiba-tiba Sicilia mendapatkan surat panggilan bahwa dirinya harus segera ke luar negeri untuk tawaran kontrak kerja sama untuk menjadi model brand ambassador. Namun syarat utama nya pun juga harus masih gadis lajang belum pernah menikah. Makanya dari itu akhirnya Sicilia pergi begitu saja dari pernikahannya sendiri. Sejak saat itulah Kak Teddy menjadi uring-uringan dan kecewa dengan Sicilia. Hubungan mereka akhirnya terputus," cerita Rere kepada Lidya.

__ADS_1


"Oh iya, kenapa kamu bertanya soal Sicilia ini? Sudahlah jangan dipikirkan, sebentar lagi kamu dengan kak Teddy akan menikah. Aku do'akan pernikahan kak Teddy dengan kamu bisa awet dan kak Teddy benar-benar tulus mencinta kamu tanpa dibayangi dengan masa lalu nya bersama dengan Sicilia," kata Rere.


"Aamiin, tapi kemarin Sicilia tiba-tiba datang ke butik disaat aku dan kak Teddy sedang fighting baju pengantin. Sicilia sangat cantik sekali berbeda jauh dengan aku, Re! Aku melihat tatapan Kak Teddy masih menyimpan kerinduan dengan Sicilia. Mereka bertemu dan Sicilia meminta balikan dengan kak Teddy. Pernikahan aku dengan kak Teddy terancam gagal. Bukan! Lebih tepatnya pengantin wanita nya akan digantikan dengan Sicilia. Jadi, aku harus bagaimana Rere? Sedangkan yang ibuku tahu antara aku dengan Kak Teddy tidak ada masalah. Ini seperti ada masalah setelah datangnya Sicilia kembali dalam kehidupan Teddy,"jelas Lidya. Rere menyimak dengan serius apa yang disampaikan oleh Lidya.


"Kamu tenang saja! Aku tidak akan membiarkan Sicilia merusak hubungan kamu dengan kak Teddy. Apalagi menggantikan kamu sebagai pengantin wanita nya kak Teddy. Aku harus bilang dengan kak Teddy soal masalah ini. Kamu jangan khawatir!" kata Rere sambil memegang pergelangan tangan Lidya.


"Hem, jangan Rere!" cegah Lidya.


"Hem, sebelumnya aku belum yakin kalau aku menyukai kak Teddy. Saat aku memutuskan untuk menerima ajakan kak Teddy untuk menikah, aku masih ragu apakah aku memiliki cinta pada kak Teddy. Namun saat aku berdekatan dengan kak Teddy, aku sangat nyaman. Dan ketika itu jantung aku pun berdetak tidak karuan. Aku tidak ingin jauh dengan kak Teddy," cerita Lidya. Rere tersenyum mendengarnya.


"Asyik! Ternyata kak Teddy ada yang mencintai nya dengan tulus," sahut Rere.

__ADS_1


"Oh iya, Lidya! Bagaimana dengan Pak Erik?" tanya Rere. Lidya melebar matanya.


"Pak Erik yah? Apakah kamu serius ingin mendekati pak Erik?" tanya Lidya.


"Tentu saja dong! Kamu sudah mendapatkan nomer WA nya kan? Aku memberikan misi kepada kamu dengan tawaran hadiah, namun kamu tidak tertarik dengan itu semua. Eh ternyata kak Teddy sudah memenuhi semua yang kamu butuhkan. Kamu tidak perlu naik motor lagi ke kampus melainkan diantar oleh sopirnya kak Teddy," ucap Rere sambil mencubit pipi Lidya.


"Oh tidak, tidak Rere! Aku sudah mendatangi Pak Erik dan meminta nomer WA nya. Ini lihat lah! Aku sudah mendapatkan nya kemarin saat ketemu dengan Pak Erik di taman," cerita Lidya.


"Benarkah? Wah terimakasih Lidya!" sahut Rere lalu bergegas menyimpan nomer WA Pak Erik dalam handphone nya.


Dosen mata kuliah siang ini pun akhirnya masuk ke ruangan itu. Kini materi kuliah siang itupun segera dimulai. Rere menggeser tempat duduknya sedikit jauh dan berjarak dengan tempat duduk Lidya.

__ADS_1


__ADS_2