CEO PEMANJA ISTRI

CEO PEMANJA ISTRI
MALU NYA DITOLAK


__ADS_3

Sepanjang hari mereka berjalan-jalan menikmati pemandangan indah di puncak. Pasangan pengantin baru dan juga pasangan kekasih itu saling berpasangan berjalan menikmati cuaca dingin dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata.


Setelah berjalan-jalan mereka mencari pernak-pernik dan oleh-oleh di tempat itu. Hingga hari menjelang malam dan mereka sudah makan malam bersama-sama, kini mereka telah kembali ke villa tempat mereka bermalam dan istirahat. Demikian juga pasangan pengantin baru itupun telah masuk ke kamar ekslusif nya. Kini meninggalkan pasangan kekasih yang kini masih duduk di balkon kamar Erik.


"Kak Erik, aku kembali ke kamarku dulu. Selamat istirahat dan tidur nyenyak," ucap Rere sambil berdiri dari tempat duduk di balkon itu. Namun sebelum Rere hendak meninggalkan balkon dan juga Erik yang masih duduk di kursinya, tangan milik Rere ditariknya hingga Rere terjatuh di atas kedua paha Erik. Erik kini memeluk tubuh hangat Rere. Rere tentu saja menjadi tidak bergeming.

__ADS_1


"Temani aku di sini malam ini. Oke?" ucap Erik pelan. Hembusan hangat nafas Erik di cuaca dingin itu membuat bulu roma Rere berdiri. Cuaca dingin di puncak semakin lama semakin menusuk pori-pori. Rere masih tidak berkutik di atas pangkuan Erik sambil meminum minuman yang menghangatkan badan.



Di kecup nya leher jenjang itu hingga membuat Rere seketika bergetar. Hal itu semakin membuat Erik merasakan sesuatu di bawah sana seperti sedang ditekan karena Rere telah mendudukinya.

__ADS_1


Namun tiba-tiba Rere malah menatap tajam bola mata Erik dan merangkum kedua pipi Erik yang sudah dingin lantaran cuaca. Keduanya beradu dalam gejolak hasrat yang sudah sangat sulit dilukiskan. Rere nekat mendekati bibir tebal dan seksi milik Erik. Aroma tembakau yang masih tersisa di bibir dan hidung Erik membuat sesuatu yang membuat Rere semakin terpikat. Bibir itu kini sudah menyatu dan bersentuhan dalam dingin cuaca di puncak villa.


Seolah tidak puas dengan hanya mengecup dan bersentuhan, mereka akhirnya tenggelam dalam suasana yang saling menghangatkan. Erik memejamkan kedua matanya saat Rere semakin agresif memberikan rasa indah kepada pacarnya.


"Aku menyukai kamu, kak Erik!" bisik Rere seraya sudah tidak sanggup menahan dirinya untuk tidak membuat Erik semakin kalang kabut menuntut dan menuntut. Kini tangan Erik mulai mengusap di setiap lekuk bagian-bagian tubuh Rere yang dari tadi ada di atas pangkuan nya. Bagaikan biola yang tubuh indah itu siap digesek dengan lembut dengan alatnya. Nafas Erik semakin terpacu dalam gejolak yang sudah tidak bisa dibendung. Serta merta tubuh indah Rere diangkat nya menuju ke atas peraduan di kamar milik Erik. Direbahkan dengan pelan kepala Rere seperti benda yang takut pecah. Kini diusap pelan pipi Rere yang halus lembut dan sudah merona merah itu. Selebihnya Erik mulai memainkan bibir Rere dengan jemarinya. Selanjutnya hanya kecupan saja yang mampir di bibir Rere. Setelah nya Erik bangkit dan turun dari tempat tidur itu lalu berucap.

__ADS_1


"Maaf, sekarang bukanlah waktu kita untuk menikmati sesuatu yang indah itu. Karena kita belum menjadi pasangan yang halal itu. Sebelum aku menikahi kamu, aku tidak akan merusak kamu, Rere. Kembalilah ke kamar kamu dan istirahat lah. Mimpi yang indah yah!" ucap Erik seraya meninggalkan Rere yang masih di atas peraduan. Betapa malunya Rere ketika berpikir bisa mengajak Erik atau laki-laki idamannya untuk menikmati malam panjang itu di atas peraduan.


"Aku sangat malu sekali," gumam Rere sambil turun dari tempat tidur itu dan keluar dari kamar itu.


__ADS_2